Update Corona Jakarta 12 April: 2.082 Positif, 195 Meninggal


News, Artikelsiana.com – Kasus positif tak kunjung mereda, dan kini malahan naik terlebih lagi di daerah DKI Jakarta terkena dampak virus corona (Covid-19).

Diketahui dari data terbaru pada hari Minggu 12 April 2020 penderita covid-19 di DKI Jakarta terdapat mencapai 2.082 kasus.

Dari data itu, jumlah yang dinyatakan sembuh dan meninggal dunia tidak sebanding. Sebab angka kematian akibat covid-19 masih tinggi yakni 195 dibandingkan dengan yang sembuh atau sehat hanya sebanyak 142 akibat Covid-19 dari data terbaru.

“Ada 1.278 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, 467 orang melakukan self isolation di rumah. Sebanyak 867 orang masih menunggu hasil laboratorium,” ungkap Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4).



Tidak hanya itu, tenaga kesehatan yang bertugas dalam garda terdepan melawan virus corona (covid-19) dan bertugas untuk membantu pasien positif, terus mengalami penambahan positif corona yakni 174 tenaga kesehatan di DKI Jakarta.



Jumlah data tersebut tersebar di 41 rumah sakit, 1 klinik, dan 4 puskesmas di DKI Jakarta. Selain itu, dirinya juga mencatat terdapat jumlah ODP atau Orang Dalam Pemantauan yang mencapai 2.897 orang.



Rinciannya, jumlah orang masih dipantau sebanyak 564 orang dan yang telah selesai dipantau 2.333 orang.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus corona di Jakarta mencapai 2.394 orang. Sebanyak 1.131 orang masih dirawat, dan yang sudah pulang dari perawatan mencapai 1.263 orang.

Sementara berdasarkan data secara nasional per Minggu (12/4), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia per mencapai 4.241 kasus.

Dari jumlah itu, sebanyak 373 orang meninggal dunia dan pasien sembuh bertambah menjadi 359 orang.

Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya.

Hingga saat ini, DKI Jakarta dengan jumlah kasus terpapar coivd-19 terbanyak di Indonesia menjalankan PSBB sejak Jumat (10/4) lalu.

Status PSBB itu berlaku selama masa inkubasi terpanjang, yakni 14 hari. Diprediksi, kebijakan ini dapat diperpanjang apabila masih ada ditemukan penyebaran Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *