Teori Model Komunikasi Lasswell Beserta Gambar dan Contoh Narasinya


Sebagai bidang sekaligus sebagai satu disiplin tersendiri komunikasi yang muncul di tahun 1940-an, 1950-an, dan 1960-an, dengan pengaruh dari ide-ide yang dikemukakan oleh para ilmuwan yunani kuno dan diperdalam dalam tulisan-tulisan pada masa berikutnya, masih memiliki bukti yang sangat banyak.

Cara berpikir tentang sifat komunikasi sebagai bidang telah berkembang mulai berubah, evolusi ini tampak jelas dalam model proses komunikasi yang telah diterbitkan dan dipopulerkan. Di antara yang peling berpengaruh dari model ini adalah model-model dari Harold Lasswell, Claude Shannon dan Warren Weaver, Wilbur Schramm, Elihu Katz dan Paul Lazzarsfeld, serta Bruce Westley dan Malcolm Maclean.

Masing-masing ahli ini menawarkan perspektif mengenai sifat komunikasi yang dibangun di atas konsep awal mengenai fenomena komunikasi. Sejalan dengan hal itu, pada kesempatan kali ini penulis akan membahas mengenai model komunikasi Lasswel. Seperti apakah teori komunikasi lasswell dan bagaimana gambar serta narasinya sebagai berikut:

Teori Model Komunikasi Lasswell

Salah satu karakterisasi komunikasi yang paling sering dikutip diajukan oleh ilmuwan politik Harold Lasswell (Lasswell, 1960) pada 1948 sebagai pengembangan dari hasil karyanya di bidang propaganda politik.

Lasswell memberikan pandangan umum tentang komunikasi, yang dikembangkan dengan baik hingga melampaui batas-batas ilmu politik. Harold Lasswell (Lasswell, 1960) mengatakan bahwa proses komunikasi dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan sederhana “siapa mengatakan apa kepada siapa di dalam saluran apa dengan dampak apa.”

Pandangan Lasswell tentang komunikasi, seperti milik Aristoteles sekitar dua ribu tahun sebelumnya, menekankan unsur pembicara, pesan dan khalayak, tetapi menggunakan istilah yang berbeda (lihat Gambar 2.2.). Kedua ahli ini melihat komunikasi sebagai proses satu arah di mana seorang individu memengaruhi orang lain melalui pesan.

Laswell menawarkan definisi yang lebih luas mengenai saluran yang memasukkan media massa bersama-sama pidato sebagai bagian dari proses komunikasi. Pendekatannya juga menyediakan satu pandangan yang lebih umum mengenai tujuan atau dampak komunikasi dibandingkan perspektif Aristotelian. Model Lasswell mengingatkan bahwa mungkin terdapat berbagai hasil atau efek dari komunikasi, seperti menginformasikan, menghibur, memperburuk, serta membujuk.

Gambar Teori Model Komunikasi Lasswell

Narasi Model Komunikasi Lasswell

Memahami proses komunikasi massa kita perlu untuk mempelajari masing-masing tahap dari model Lasswell:

Siapa

Berkata apa

Melalui saluran apa

Untuk siapa



Dengan efek yang seperti apa



Model ini adalah versi verbal dari Model awal Shannon dan Weaver. Model ini masih linier: melihat komunikasi sebagai transmisi pesan: memunculkan ‘efek’ bukan makna. Efek menunjukkan sebuah perubahan yang dapat diamati dan diukur dari penerima yang disebabkan oleh elemen-elemen dari proses komunikasi yang bisa diidentifikasikan.

Perubahan satu dari elemen tersebut akan mengubah efek: kita bisa mengubah pengirim, kita bisa mengubah pesan, kita bisa mengubah saluran: perubahan dari masing-masing elemen tersebutakan menciptakan perubahan yang sesuai terhadap efek.

Secara implisit sebagian besar dari riset komunikasi massa mengikuti model ini. Kerja dari institusi dan proses-proses di dalamnya, pelaku (produsei)komunikasi, audiens dan bagaimana audiens dipengaruhi, jelas berasal dari sebuah model yang berdasar pada proses linear.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Teori Model Komunikasi Lasswell Beserta Gambar dan Contoh Narasinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *