Teori Atom Menurut Rutherford: Bunyi, Model, Kelebihan & Kekurangan


Teori Atom Menurut Rutherford – Setelah teori atom menurut dalton dan thomson, terdapat para ahli dalam teori atom yakni Ernerst Rutherford. Melalui eksperimen yang dilakukan Ernerst Rutherford membuat namanya hadir sebagai pencetus teori atom.

Sebagai seorang fisikawan yang lahir di Selandia Baru pada 30 Agustus 1871 ini merupakan peneliti atom yang bekerja sama dengan J.J. Thomson di Universitas Cambridge.

Namun, dengan dukungan dari Fredric Soddy, Rutherford berhasil menangkap nukleus yang terdapat di dalam atom. Menurut Rutherford bahwa radioaktivitas berasal dari peluruhan atom-atom.

Hal itu juga sehingga ERnerst Rutherford menuliskan namanya sebagai orang pertama yang berhasil melakukan pembelahan atom di dalam laboratorium.



Melalui pencapaiannya pada berbagai tipe radiasi, membuat namanya dinobatkan sebagai peraih hadiah Nobel Kimia pada tahun 1908.



Melompat pada tahun 1911, Ernest Rutherford melakukan berbagai eksperimen dengan menembakkan partikel α – partikel bermuatan positif – pada lempeng emas tipis.



Dalam eksperimen itu ia berhasil dengan menemukan dimana sebagian besar partikel-partikel α tersebut menembus melewati lempeng emas, akan tetapi diantara sebagiannya mengalami pembelokan bahkan terpantulkan.

Sehingga, melalui peristiwa itu maka, Rutherfor dalam model atomnya, bahwa model inti, di mana dalam atom yang sebagian besar merupakan ruang kosong terdapat inti yang padat pejal dan masif bermuatan positif yang disebut sebagai inti atom; dan elektron-elektron bermuatan negatif yang mengitari inti atom.

Dasar Atom Rutherford

Dari percobaan diantara tahun 1908 hingga 1913 bersama muridnya Hans Geiger dan Ernest Marsden, Rutherford menemukan bahwa partikel alfa (sinar alfa) ditembakkan pada lembaran lempeng (foil) emas yang tebalnya hanya 1/3000 inci lalu melacak jejak partikel tersebut.

Hal itu sehingga eksperimennya dikenal Geiger–Marsden experiment atau Rutherford gold foil experiment. Hasil ini mengubah pandangan banyak orang sebab, partikel menembus lempeng emas, sebagaimana yang diharapkan pada model roti kismis.

Akan tetapi berbeda dengan kesimpulan yang didapatkan Rutherford bahwa terdapat sebagian partikel yang memantul seakan-akan menabrak sesuatu yang padat.

Hal itu juga sehingga terdapat ungkapan yang disampaikan oleh Rutherford bahwa “Ini hampir se-luar-biasa seperti ketika kamu menembakkan peluru 15 inci pada selembar kertas tisu, dan peluru itu memantul kembali dan mengenaimu.”

Bunyi Teori Atom Rutherford

Melalui penelitiannya Rutherford itu, maka hasil pengamatan tersebut kemudian dikembangkan dalam sebuah hipotesis model atom Rutherford. Adapun penjelasan dari model atom Rutherford adalah:

  1. Sebagian besar dari atom memiliki permukaan kosong/hampa.
  2. Inti atom bermuatan positif sebagai pusat massa atom.
  3. Elektron bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan yang sangat tinggi.
  4. Sebagian besar partikel α lewat tanpa mengalami pembelokkan atau hambatan. Sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang dipantulkan.
  5. Awan elektron tidak mempengaruhi penyebaran partikel alfa.
Teori Atom Menurut Rutherford: Bunyi, Model, Kelebihan & Kekurangan (Foto: Artikelsiana.com)
Teori Atom Menurut Rutherford: Bunyi, Model, Kelebihan & Kekurangan (Foto: Artikelsiana.com)

Hasil penelitian Atom Rutherford bisa dikatakan benar, sebab terdapat indikator kunci hipotesis model atom rutherford. Adapun indikator kunci tersebut adalah:

  1. Awan elektron tidak mempengaruhi hamburan partikel alfa.
  2. Pada pusat atom terdapat muatan positif atom terkonsentrasi pada volume yang kecil yang disebut nukleus.
  3. Besar muatan itu, sama dengan massa atom tersebut—massa sisanya yang banyak dipengaruhi oleh neutron.
  4. Pusat massa dan muatan terkonsentrasi ini berpengaruh dalam memantulnya baik partikel alfa maupun beta.
  5. Massa atom-atom berat seperti emas kebanyakan terkonsentrasi pada wilayah pusat muatan, karena perhitungan menunjukkan bahwa kawasan ini tidak dipantulkan atau bergerak oleh adanya partikel alfa berkecepatan tinggi, yang mempunyai momentum yang sangat tinggi dibandingkan dengan elektron, tetapi tidak mewakili keseluruhan atom berat tersebut.
  6. Atom berdiameter 100.000 (105) kali lebih besar dari diameter nukleus. Seperti saat meletakkan sebutir pasir di tengah lapangan sepak bola.
  7. Dalam makalahnya pada bulan Mei 1911, Rutherford hanya berfokus pada wilayah pusat muatan positif atau negatif yang sangat tinggi dalam atom tersebut.

Kelebihan Model Atom Rutherford

Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kelebihan Model Atom Rutherford dengan model atom lainnya adalah:

  1. Gampang dipahami sebab menjelaskan struktur atom yang rumit
  2. Bisa dijelaskan lintasan elektron yang mengelilingi inti atom
  3. Dapat menggambarkan gerak elektron disekitar inti

Kekurangan Model Atom Rutherford

  1. Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti.
  2. Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
  3. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).
  4. Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara rotasinya terhadap inti atom.

Demikianlah informasi mengenai Teori Atom Menurut Rutherford: Bunyi, Model, Kelebihan & Kekurangan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *