Teknik Dasar Dalam Tolak Peluru Beserta Gambanya

Teknik Dasar Dalam Tolak Peluru  – Berbicara soal tolak peluru adalah salah satu cabang dari olahraga atletik. Sama halnya dengan olahraga atletik lainnya, tolak peluru juga punya teknik-teknik dasar sendiri. Tentu teknik-teknik dasar yang dimiliki olahraga atletik lain tidak sama dan berbeda satu sama lain.

Namun satu hal yang pasti bahwa olahraga atletik ini yang kebanyakan jenisnya adalah olahraga yang gerakannya paling dasar yang menjadi kebiasaan kita seperti berjalan, berlari, melompat dan melempar. Gerakan ini adalah gerakan dasar dalam olahraga atletik atau athlon (Yunani) berarti berlomba atau bertanding. Pertandingan tolak peluru tercatat pada awal abad ke-19 di Skotlandia dan merupakan bagian dari kejuaraan amatir di Inggris tahun 1866. Tolak peluru merupakan event olimpiade modern asli yang diadakan di Athena, Yunani tahun 1896.

Dalam cabang olahraga ini, tolak peluru termasuk dalam nomor lempar. Hal itu karena tolak peluru adalah aktivitas yang dilakukan untuk mencapai lemparan atau tolakan sejauh-jauhnya secara sah dan benar sesuai dengan aturan yang ada. Menurut Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI, 2003) bahwa Tolak peluru adalah olahraga dengan menolakkan peluru alat yang bundar seperti bola yang terbuat dari besi, atau kuningan.

Sedangkan tujuan tolak peluru dalam hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Wiarto (2013:57). Menurutnya tujuan tolak peluru adalah untuk mencapai tolakan yang sejauh-jauhnya. Sesuai dengan namanya tolak bukan dilempar, tetapi ditolak atau didorong dengan tangan satu bermula diletakkan di pangkal bahu. Untuk mencapai tujuan dari tolak peluru diperlukan teknik tinggi dan latihan yang secara teratur. Dalam menjalankan olahraga ini bisa dilakukan dengan macam gaya yaitu gaya menyamping (ortodoks) dan gaya membelakangi (obrien).

Untuk mengembangkan kemampuan tolak peluru dalam mencapai tujuan yang maksimal, maka dibutuhkan usaha-usaha yang besar dalam pelatihan teknik-teknik dasar tolak peluru. Melalui penguasaan teknik dasar ini menjadi faktor yang utama yang diajarkan setiap orang khususnya pelajar atau siswa untuk menguasai teknik dengan baik. Selain itu, keterampilan teknik dasar tolak peluru ini adalah unsur utama yang harus diketahui setiap orang termasuk pelajar, anak-anak di sekolah.

Apabila teknik dasar tolak peluru tidak dikuasai maka pencapaian hasil yang akan dicapai tidak akan berjalan optimal begitupula ketika diajarkan kepada orang-orang termasuk siswa atau pelajar di sekolah, sehingga setiap orang yang ingin mempelajari tolak peluru dituntut untuk melakukan unsur gerak dari teknik dasar tolak peluru yang benar dengan pelatihan secara sistematis, berulang-ulang dan kontinyu guna mencapai tujuan hasil belajar yang optimal.

Teknik – Teknik Dasar Tolak Peluru

Teknik Dasar Dalam Tolak Peluru Beserta Gambanya (Foto: Artikelsiana.com)
Teknik Dasar Dalam Tolak Peluru Beserta Gambanya (Foto: Artikelsiana.com)

Maka dari itu, pada pembahasan kali ini penulis akan menginformasikan mengenai teknik-teknik dasar dari tolak peluru yang terbagi atas 3 yaitu teknik memegang peluru, teknik meletakkan peluru pada bahu, dan teknik gaya tolak peluru. Adapun penjelasan dari ketiga teknik dasar tolak peluru ini adalah:

A. Teknik Memegang Peluru

Dalam teknik dasar pada kali ini, terdapat 3 teknik dalam memegang peluru yaitu:

  1. Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang.
  2. Jari-jari agak rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara.
  3. Seperti cara diatas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.

Selain itu untuk lebih jelasnya dalam memperagakan tentang teknik dasar tolak peluru dalam hal ini cara memegang peluru bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

B. Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu

Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.

C. Teknik Gaya Tolak Peluru

Ada dua macam teknik gaya tolak peluruh yang sering digunakan pada tolak peluru, ialah gaya lama atau ortodoks dan gaya baru atau gaya O’Brien. Jika ada gaya lain hanyalah merupakan variasi dari kedua gaya tersebut.

  1. Teknik Tolak Peluru dengan Awalan Menyamping (Gaya Ortodock)

Bila menggunakan gaya ortodoks, sikap badan menyamping arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru. Cara melakukan adalah sebagai berikut.

      1. Sikap awal berdiri menyamping dengan sektor tolakan berada di sektor kiri tubuhnya, lutut kakikanan ditekuk, sedangkan kaki kiri diluruskan ke belakang. Berat badan berada pada kaki kanan dengan pandangan mata ke depan.
      2. Tangan kanan memegang peluru yang diletakkan di atas bahu kanan menempel pada rahang,sedangkan tangan kiri diangkat ditekuk di depan wajah kiri berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
      3. Gerakan akan menolak, yaitu kaki kiri diangkat kemudian diputarkan ke arah kiri sebanyak 2–3 kali putaran kemudian kaki kiri berpijak di sebelah kaki kanan.
      4. Kaki kiri digeser ke samping kiri sambil kaki kanan juga digeser mengikuti arah kaki kiri bergeser.
      5. Waktu kedua kaki bergeser ke kiri, peluru dilemparkan dengan cara tangan kanan yang memegang peluru didorong ke arah depan atas, jalannya peluru membentuk parabola diikuti pandangan mata ke arah jalannya peluru.
      6. Sikap akhir, berat badan berada di kaki kanan diusahakan tubuh tidak ke luar dari lingkaran.
  1. Teknik Tolak Peluru Awalan Membelakangi Sektor Tolakan (Gaya O’Brien)

Tolak Peluru merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mencapai lemparan atau tolakan yang sejauh-jauhnya. Gaya O’Brien adalah tolak peluru gaya belakang, dengan awal gerakan membelakangi arah sektortolakan. Kali pertama diperkenalkan oleh Parry O’Brien (Roji, 2007:90) .Parry O’Brien merupakan atlet Amerika sekaligus juara Olimpiade 1956/1960. Cara melakukan, yaitu sebagai berikut.

      1. Sikap awal, berdiri membelakangi sektor tolakan dengan berat badan ada di kaki kanan sambil tubuh dibungkukkan.
      2. Kaki kiri berada di belakang sedikit diangkat, tetapi ujung kaki masih berpijak dengan tanah.
      3. Tangan kanan memegang peluru yang diletakkan di atas bahu yang menempel dengan daun telinga, sedangkan tangan kiri ditekuk ke atas menyilang di atas wajah.
      4. Gerakannya, yaitu, tubuh dalam keadaan rendah penuh kombinasi, sambil kaki kiri diayunayunkan ke depan dan ke belakang kemudian peluru ditolakkan.
      5. Pada waktu menolakkan peluru diikuti berat badan diputar ke belakang sambil kaki digeser ke belakang.
      6. Posisi akhir, setelah peluru ditolakkan dengan keras yang diikuti pandangan mata, kemudian berat badan ganti pada kaki kiri.
      7. Keseimbangan tubuh tetap dijaga agar tidak terpental ke luar lingkaran.

Demikianlah informasi singkat mengenai topik yang berjudul Teknik Dasar Dalam Tolak Peluru Beserta Gambanya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *