Tanaman Delima: Taksonomi, Morfologi dan Jenisnya Secara Singkat


Tanaman delima berasal dari Persia, kemudian meluas ke berbagai negara. Meskipun bukan tanaman asli Indonesia, namun tanaman delima mampu beradaptasi dan tumbuh dengan baik di Indonesia. Pengenalan tanaman delima sangat dibutuhkan dalam usaha budi daya untuk mendapatkan hasil yang baik.

Taksonomi dan Morfologi Delima

Dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan, tanamandelima termasuk dalam kelas Dycotiledonae (biji berkeping dua), suku atau famili Punicaceae (delima-delimaan), genus Punica, dan spesies Granatum sehingga yang menjadi nama ilmiah tanaman delima adalah Punica granatum Linn.

Sebagai tanaman tahunan membuat ciri-ciri tanaman delima dari akarnya adalah tunggang dan sistem perakaran yang cukup dalam. Batang tanaman berkayu keras, tegak lurus dan dapat tumbuh setinggi 2m-4m lebih.

Tanaman ini mempunyai banyak percabangan dan kadnag-kadang ditumbuhi duri-duri yang agak besar. Daun-daun tanaman berukuran kecil, berbentuk memanjang, dan bewarna hijau muda sampai hijau tua.

Tanaman delima bisa berbugna dan berbuah sepanjang tahun. Bunga delima bewarna putih, merah, atau oranye tergantung jenisnya.

Buah delima berbentuk bulat sampai bundar dan bergelantungan dalam tandan. Buah mudah berwarna hijau sampai khijau kemerah-merahan, akan tetapi setelah tua akan tampak hijau kekuning-kuningan atau hijau kemerah-merahan hampir berwarna kecokelatan tergantung jenisnya.

Daging buah merupakan kulit biji yang menebal dan tersusun secara padat. Daging buah ini dikonsumsi bersama biji-bijinya. 

Jenis-Jenis Delima

Di Indonesia sendiri, istilah delima mempunyai banyak nama yang ada disetiap daerah, seperti untuk di Sunda disebut dalima, di Jawa disebut gangsalan, di Madura disebut dhalima dan di Aceh disebut glima. Sedangkan dalam bahasa Inggris, delima dikenal dengan nama pomegranate. Selain itu delima terdiri atas beberapa macam antara lain:

1. Delima Putih

Delima putih mempunyai bunga yang berwarna keputih-putihan;buah bewarna hijau kekuning-kuningan;daging biji sebening air; butiran-butiran biji mengilap seperti mutiara yang berwarna putih kemerah-merahan; dan rasa buah manis sampai agak kelat.

2. Delima Merah

Jenis delima ini biasa disebut delima wulung atau delima susunan yang mempunyai bunga dengan warna merah tua dan bersusun. Untuk buahnya yang masih muda berwarna hijau kemerahan namun setelah tua akan berubah menjadi warna merah jingga kecokelatan.

Sedangkan untuk daging delima merah mempunyai warna merah bening dan membungkus biji serta rasa buah yang manis. Untuk variasi delima merah adalah delima merah dari Ngablak (Magelang) dengan ciri-ciri seperti:

    • Permukaan kulit buah berwarna merah tua
    • Warna daging merah menarik
    • Merah cerah untuk bijinya
    • Rasa buah yang manis
    • Terdapat warna hitam pada bagian pangkal buah
    • Buah tersusun dalam dompolan yang masing-masing terdiri atas 2-4 buah.

3. Delima Ungu

Karakteristik untuk delima ungu yang pada waktu kecilnya buah berwarna hitam seperti busuk, tapi matang akan menjadi warna hitam kemerahan. Untuk dagingnya sendiri akan berwarna merah muda dengan bercak merah di bagian tengahnya.

Untuk rasanya sudah pasti manis dan tinggi dari tanaman ini akan mencapai 2 m dengan daun-daun berukuran kecil, bunga berwarna orange dan akan berbuah sepanjang tahun.

4. Delima Spanyol 

Sebenarnya delima spanyol adalah delima biasa namun terjadi rekaya genetika dengan menyuntikkan hormon giberelin sehingga menghasilkan biji lunak.

Delima spanyol mengandung banyak air dan berasa manis. Ciri khas dari delima spanyol terletak dari tampilan buah pada kulit buah yang berwarna kuning kemerahan, diameter buah antara 6 cm-9 cm, daging buah bewarna merah anggur jernih, dan ukuran biji kecil (panjang kurang lebih 2 mm dan diameter 1 mm).

Tanaman delima spanyol yang ditanaman dalam pot atau drum dengan bibit asal biji, bisa berbuah walau berumur 2 tahun.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Tanaman Delima: Taksonomi, Morfologi dan Jenisnya Secara Singkat. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Referensi/Daftar Pustaka: 

Rukhmana, Rahmat. 2003. Delima. Yogyakarta: Kanisius. Hlm: 11-15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *