Tahapan Perkembangan Manusia: Bayi, Anak, Remaja, Dewasa & Manula


Pada prinsipnya manusia mengalami beberapa tahapan perkembangan yaitu bayi atau tahap balita (bawah lima tahun), anak-anak, remaja, dewasa, dan manula (manusia lanjut usia)

a. Tahap Bayi atau Balita

Bayi yang baru lahur, belum berdaya dalam segala hal dan seluruhnya bergantung pada orang tua Sistem sarafnya belum lengkap seluruhnya, sehingga bayi belum mampu mengontrol fungsi-fungsi tubuh.

Sistem saraf kemudian akan cepat. berkembang pada beberapa bulan pertama.

Pada umur sepuluh minggu, bayi sudah dapat mengontrol otot-otot leher hingga kepalanya, juga sudah dapat melihat sekeliling kalau ada suara yang ia dengar

Menjelang sembilan bulan bayi biasanya belajar duduk tanpa bantuan dan merangkak ke mana-mana. Setelah berumur satu tahun, ia mulai dapat berjalan.

Sekali dapat bergerak dengan berjalan, ia mulai mempelajari secara sungguh-sungguh hal-hal di sekitarnya.

Anak berumur satu sampai dua tahun sangatlah aktif, selalu ingin mencoba segala pengalaman baru, dan meniru niru orang dewasa

Pada umur tiga tahun, semua bagian tubuh sudah terorganisasikan dengan baik, geraknya sudah teratur, dan sifatnya selalu ingin tahu la akan terus-menerus bertanya untuk memperoleh informasi baru.

Ia juga sudah dapat menggambar bentuk-bentuk sederhana dan mulai dapat berteman dengan anak-anak lain.

Umur empat tahun, anak hampir siap untuk bersekolah. Ia belajar berpakaian dan dapat makan sendiri.

Pada umur menjelang lima tahun ia mulai belajar bertindak mandiri.

Pada usia ini diharapkan anak diberi konsumsi makanan yang bergizi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

b. Tahap Anak-Anak (Usia 5 – 12 Tahun)

Periode lima tahun hingga dua belas tahun sangatlah penting bagi kehidupan anak. Pada tahun-tahun ini, gigi sementara atau gigi susu mulai tanggal dan diganti dengan gigi tetap atau gigi dewasa, hingga usia belasan tahun.

Gigi tetap mempunyai ukuran lebih besar daripada gigi susu sehingga sesuai dengan bentuk rahang.

Gigi dewasa juga mempunyai jumlah lebih banyak yaitu 32, sementara gigi susu hanya 20 saja.

Pada umumnya pertumbuhan jiwanya tenang, di sekolah rajin belajar, mematuhi segala perintah gurunya. Daya ingatnya kuat, sangat mudah menghafal, tetapi juga lekas lupa lagi.

Kemampuan berpikir secara penalaran dan logika belum berkembang penuh. Pelajaran yang baik adalah dengan contoh-contoh konkret karena logikanya belum berkembang.

c. Tahap Remaja (Akil Baliq)

Permulaan akil baliq ditandai dengan beberapa ciri. Pada anak perempuan, bagian muka, paha, dan pinggulnya mulai membulat, karena terdapat lebih banyak lemak di bagian-bagian tersebut.

Payudara mulai membesar dan rambut halus mulai tumbuh di ketiak. Dia juga mulai mendapat menstruasi. Mula-mula kurang teratur kemudian menjadi teratur dengan siklus sebulan sekali.

Payudara membesar dan tumbuh menjadi lebih membulat selama beberapa tahun sejak pertama mendapat menstruasi.

Pada anak laki-laki, sebelum akil baliq (perkembangan sekunder) penis dan testisnya kecil dan belum ada rambut pada ketiak.

Setelah mengalami perkembangan sekunder atau akil baliq, hormon testosteron sudah mulai aktif sehingga mempengaruhi perkembangan alat kelamin.

Alat kelamin menjadi lebih besar, dan tumbuh rambut-rambut di beberapa tempat seperti pada ketiak, sekitar alat kelamin, serta pada wajah berupa kumis atau janggut juga terjadi perubahan suara.

Suara tampak lebih besar dan pecah atau menjadi lebih dalam atau berat. Bahunya menjadi lebih lebar dan dadanya tambah bidang.

Semua perubahan-perubahan pada masa akil baliq dikontrol oleh perubahan jumlah hormon.

Peningkatan jumlah hormon menjadi sebab mengapa banyak pemuda atau pemudi belasan tahun mengalami banyak perubahan.

Misalnya, kelenjar bawah kulit memproduksi terlampau banyak lemak menimbulkan tonjolan-tonjolan kecil di kulit yang disebut jerawat.

Di samping beberapa ciri di atas pada laki-laki juga ditandai dengan mimpi basah, yang berarti testosteron sudah memproduksi sperma.

d. Tahap Dewasa

Masa dewasa adalah masa usia 17 tahun hingga 60 tahun Usia ini merupakan usia produktif manusia dalam segala hal Secara biologis, pertumbuhan organ tubuh juga sudah sempurna Usia 17 tahun hingga 20 tahun merupakan usia pemantapan untuk menuju kedewasaan misalnya dengan mencari bekal yang cukup untuk mandiri.

Usia 20 tahun hingga 30 tahun, merupakan usia manusia untuk memikirkan rumah tangga. Pada usia inilah manusia mulai mencari pasangan hidup dan menikah, karena usia ini merupakan usia ideal bagi perempuan untuk melahirkan.

Secara biologis, hormon bekerja secara optimal dan secara fisik sedang optimal pula. Dari segi kesehatan perempuan dapat melahirkan dengan resiko rendah pada usia 20 tahun hingga batas maksimal 35 tahun.

Pada masa-masa ini manusia mampu berpikir secara rasional, nalar, dan logikanya berjalan. Semua organ tubuh bekerja secara optimal sampai usia sekitar 40 tahun.

Setelah berumur lebih dari 40 tahun, beberapa jaringan tubuh sudah mulai mengalami kerusakan-kerusakan.

Pada usia ini, manusia dianjurkan untuk betul-betul menjaga stamina tubuh. Langkah yang paling baik yaitu olahraga secara rutin dan mengkonsumsi makanan yang sehat, terutama makanan yang kandungan garam, gula, dan kolesterolnya rendah.

Kandungan garam dan kolesterol yang terlalu tinggi pada makanan menyebabkan penyakit hipertensi.

Sedangkan penyakit Diabetes mellitus disebabkan oleh makanan yang banyak mengandung gula.

Penyakit ini biasanya menyerang manusia pada usia di atas 40 tahun. Di samping penyakit tersebut, pada usia ini juga rawan terhadap penyakit Osteoporosis yaitu pengeroposan tulang karena kekurangan zat kapur.

Untuk mengatasinya dianjurkan mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium.

e. Tahap Manula

Manula artinya manusia lanjut usia yaitu manusia yang umurnya di atas 60 tahun.

Pada masa ini, beberapa jaringan tubuh sudah banyak mengalami penurunan fungsi, misalnya mata sudah mengalami rabun dekat (Hipermetropia) atau rabun jauh (Miopia).

Pendengaran juga sudah menurun. Tulang mengalami pengeroposan atau osteoporosis, sehingga orang lanjut usia tampak agak membungkuk. Ini semua merupakan tanda terjadinya proses penuaan.

Penuaan adalah suatu proses pemeranaan (menjadi tidak berguna). Lapisan tulang rawan di antara tulang-tulang jadi keras dan rusak.

Sedangkan cairan pelumasnya berhenti mengalir. Ini menyebabkan persendian kaku dan sakit ketika bergerak.

Lensa mata mengeras, kulit berkeriput, perabaan, pendengaran, dan pengucapan berkurang kepekaannya.

Sel-sel saraf banyak yang mati dan sulit berganti Suplai darah keotak berkurang dan otot-otot mulai kendur Lambat laun tubuh menjadi kurang dapat menyesuaikan diri, lebih cepat letih, reaksinya lebih lamban, dan daya tahan tubuh terhadap penyakit merosot.

Daftar Pustaka: 

  • Sri Rahmini. 2007. Ipa Terpadu 2 Untuk SMP/MTs Kelas VIII. 3 Jilid. Semarang: CV Aneka Ilmu

Demikianlah artikel ini berjudul Tahapan Perkembangan Manusia: Bayi, Anak, Remaja & Dewasa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan menambah pengetahuan kita bersama. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *