Siapakah The Founding Father Yang Merumuskan Pancasila? Ini Jawabannya


Setiap tanggal 1 Juni setiap masyarakat kembali merefleksikan hari lahir Pancasila 1 Juni sebagai lahirnya dasar negara Indonesia yakni Pancasila. Dalam sejarahnya, ada banyak kobaran semangat dan nyawa yang berjatuhan yang masih satu simpul dalam kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa awal sejarah dalam perumusan Pancasila diawali saat sidang BPUPKI pada 1945.

Rumusan Pancasila yang terjadi pada tanggal 1 Juni 1945 dari pidato Ir. Soekarno, Piagam Jakarta 22 Juni 1945, dan juga yang terakhir adalah Pancasila 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan yang merupakan hasil kerja keras dari seluruh elemen termasuk orang-orang yang dikenal dengan istilah The Founding Fathers. Dengan jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga dapat dipersatukan.

Siapakah The Founding Father Yang Merumuskan Pancasila Adalah?

Mereka disebut-sebut sebagai orang-orang yang mempunyai keunggulan baik dalam pemikiran, visi, dan intelektualisme. Berdasarkan ideologi, visi dan perjalanan sejarahnya, ada ahli yang mengelompokkan mereka menjadi empat, yaitu kelompok Soekarno, Hatta, Soepomo, dan Mohammad Yamin. Adapun peran dan penjelasan singkat tentang keempat The Founding Fathers adalah:

1. Mohammad Yamin

Lahir di Sumatera Barat, Sawahlunto, Mohammad Yamin mengawali karir saat di Jong Sumatranen Bond. Itu membuatnya terlibat penyusunan ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan saat Kongres Pemuda II serta berperan menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.



Pada 1945, Moh Yamin terpilih sebagai anggota BPUPKI dengan gagasan dasar negara terdiri atas lima perikemanusiaan, periketuhanan, perikerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Selain gagasan secara lisan, Yamin juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara.



Rancangan yang diajukan Yamin adalah Ketuhanan Yang Maha Esa; kebangsaan persatuan Indonesia; rasa kemanusiaan yang adil dan beradab; kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.



2. Dr Soepomo

Lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah dirinya berasal dari priyayi yang mendapat sekolah jenjang tinggi. Awalnya di ELS (Europeesche Lagere School) di Boyolali pada 1917.

Lalu ke Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) di Solo pada 1920. Pada tahun 1923, dia selesai di Bataviasche Rechtsschool dalam pendidikan kejuruan hukum. Dalam sidang BPUPKI pada 31 Mei 1945, Soepomo mengungkapkan rancangannya soal dasar negara. yakni persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, dan keadilan rakyat.

3. Ir Soekarno

Lahir di Surabaya, Jawa Timur mendapatkan pendidikan di Eerste Inlandse School lalu dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) pada Juni 1911 agar dirinya mudah diterima di Hogere Burger School (HBS). Soekarno menyelesaikan pendidikannya di ELS pada 1915.

Dengan bimbingan HOS Cokroaminoto di Surabaya, dirinya menjadi terasah. Di sana, Soekarno banyak bertemu dengan tokoh Sarekat Islam. Selanjutnya tergabung dalam Tri Koro Dharmo dan Budi Utomo. Soekarno juga tercatat sebagai anggota BPUPKI. Saat sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, Ir Soekarno menyampaikan pidato. Dia pun mengemukakan gagasan mengenai dasar negara yang terdiri dari 5 butir.

Gagasan Soekarno adalah kebangsaan Indonesia, internasionalisme dan perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada akhir pidatonya, Soekarno menamakan gagasan tersebut dengan Pancasila. Panca yang berarti lima. Sedangkan sila berarti prinsip.

4. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta termasuk dalam The Founding Fathers karena sebagai ideologi, pemikir, ahli ekonomi, dan demokrat. Dirinya mendapat gelar sarjana ekonomi dari Handels Hogeschool menjadi Economische Hogeschool yang saat ini menjadi Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda.

Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Dia merupakan putra dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha yang merupakan pasangan Minangkabau. Dalam perjalannya, Hatta banyak mendapat gelar, salah satu yang populer adalah “Bapak Koperasi Indonesia”, dan merupakan pencetus politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif yang ditulis dalam bukunya Mendayung di antara Dua Karang. Hatta meninggal dunia di Jakarta pada 14 Maret 1980.

Pada 1 Juni 1977 di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta satu-satunya Proklamator Kemerdekaan yang masih ada yaitu Dr. H. Mohammad Hatta (Bung Hatta) menyampaikan pidato memperingati hari lahir Pancasila. Mohammad Hatta mempunyai peran yang sangat besar dalam merumuskan Pancasila sebab darinyalah sehingga disetujui pencoretan tujuh kata mengenai Syariat Islam dan diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Saat itu, dirinya bersama membicarakan dengan tiga anggota PPKI yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Mr. Teuku Moh. Hasan dan Mr. Kasman Singodimedjo.

Sebenarnya perlu diketahui bersama bahwa terdapat 68 nama dan atau bahkan lebih mengenai The Founding Fathers yang untuk orang-orang atau nama-nama yang terlibat dalam merumuskan Pancasila itu terdiri atas 31 nama.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Siapakah The Founding Father Yang Merumuskan Pancasila? Ini Jawabannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *