Sebutkan Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia? Ini Jawabannya


Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia – Nasionalisme yang terdapat di Indonesia mempunyai hubungan yang erat dengan kolonialisme Belanda. Bisa dikatakan bahwa latar belakang lahirnya dan munculnya nasionalisme di Indonesia karena kehadiran bangsa penjajah. Apabila mereka tidak hadir, maka bisa saja bahwa latar belakang munculnya nasionalisme di Indonesia tidak akan pernah terjadi.

Sebab bisa dikatakan bahwa penjajah belanda adalah pemicu seperti bom atau api kecil yang menjadi latar belakang munculnya berbagai gerakan perlawanan untuk mempersatukan rakyat di Indonesia. Olehnya, penderitaan dan tekanan yang dialami menumbuhkan semangat nasionalisme baik dari golongan tua, golongan muda dan para pemuka agama.

Perlu diketahui bersama bahwa latar belakang munculnya gerakan nasionalisme di Indonesia terjadi karena adanya 2 faktor yang saling berkombinasi yaitu subjektif dan objektif. Pada faktor subjektif terdiri atas kemauan, aspirasi, sentimen dll. Sedangkan untuk faktor objektif karena adanya kondisi ekonomi, histori, geografi, politik, sosial dan budaya. Ada banyak teori-teori yang bermunculan yang mengupas lahirnya gerakan nasionalisme di Indonesia, akan tetapi hal yang paling tepat adalah keinginan (wils). Sebab ia lahir dari “psychological state of mind” harus selalu dibangkitkan dan dihidupkan.

Memang hanya semangat, tapi karena semangat itu, menjadi bensin yang membakar para masyarakat Indonesia untuk menjadi kekuatan dan mengisi sejarah abad XX di Indonesia. Pada awal kemunculannya, nasionalisme menjadi gerakan politik untuk membatasi gerakan pemerintah dan menjamin seluruh hak setiap masyarakat. Dalam sejarah yang panjang tersebut mulai dari zaman kerajaan hingga meleburnya para pemuda menjadi organisasi membuat semangat nasionalisme semakin mengarah pada persatuan dan kesatuan bangsa.



Awal kemunculannya saat lahirnya Budi Utomo (BU) pada tahun 1908 sampai terbentuknya Indonesia pada tahun 1945. Walaupun pada saat kemunculan Budi Utomo, nasionalisme masih dalam bentuk sama-samar. Sebab gerakannya masih terbatas pada Jawa dan Madura dan begitu pula pada sasarannya, apa untuk perjuangan politik atau sosiokultural. Sikap itu, membuat kebanyakan aktivitasnya hanya kepada bidang kebudayaan. Pantas jika Bung Hatta bahwa Budi Utoma hanya sebagai kultural nasionalisme.



Tapi walau hanya dari sisi kebudayaan, Budi Oetomo menjadi pemantik sehingga bermunculan berbagai organisasi seperti Sarekat Islam yang lahir pada 1912. Sarekat Islam (SI) menjadi babak perkembangan nasionalisme di Indonesia melalui perjuangan ekonomi rakyat. Maka dari itu, konsep pergerakan sarekat Islam lebih kepada konsep nasionalisme bercorak ekonomi, religus dan demokratis.



Setelah itu terbentuk Indische Partij pada 25 Desember 1912 terbentuk. Organisasi ini adalah partai politik pertama saat Hindia Belanda yang didirikan oleh tiga serangkai yakni E.F.E Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo dan Suwardi Suryaningrat yang merupakan organisasi orang-orang Indonesia dan Eropa di Indonesia. Walaupun tak bernama Indonesia, organisasi ini secara tegas menyuarakan kemerdekaan Indonesia. Walaupun usianya tidaklah panjang, tapi konsep nasionalisme yang ditawarkan menjadi angin segar bagi pergerakan bangsa Indonesia.

Di usia singkat Indische Partij, telah terbentuk organisasi yang menghimpun pelajar dan mahasiswa di negeri Belanda. Organisasi itu dikenal dengan Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia. Organisasi ini berdiri pada tahun 1908 yang gagasan oleh Soetan Kasajangan Soripada dan R.M. Noto Soeroto yang tujuan utamanya ialah mengadakan pesta dansa-dansa dan pidato-pidato.Tapi sejak masuknya Cipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hajar Dewantara pada 1913, pembicaraan soal nasionalisme telah dimulai. Saat itu juga, ini memasuki kancah politik. Organisasi ini menawarkan konsep dan mempertegas nasionalisme yang sesungguhnya dengan gerakan yang lebih modern.

Apalagi pada tahun 1922, pergantian ketua antara Dr. Soetomo dan Herman Kartawisastra organisasi ini berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Melalui dengan buletin bernama “Hindia Poetra”, semangat nasionalisme disebar dalam buletin itu. Berbagai perkembangan itu, memunculkan organisasi pemuda dan masyarakat serta melahirkan berbagai konsep gerakan nasionalisme yang lebih modern seperti terbentuknya partai-partai di Indonesia salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) yang berdiri pada tahun 1920-an yang dilandasi oleh nasionalisme yang revolusioner.

Sebutkan Latar Belakang Munculnya Nasionalisme di Indonesia

Itulah beberapa organisasi dan partai yang menjadi latar belakang lahirnya dan munculnya nasionalisme di Indonesia sebagaimana yang dijelaskan oleh penulis. Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka adapun rangkuman yang menjadi latar belakang munculnya nasionalisme di Indonesia adalah:

    1. Adanya keinginan (wils) yang lahir dari “psychological state of mind” yang ingin bangkit dari keterpurukan
    2. Adanya kesamaan penderitaan yang dirasakan rakyat Indonesia akibat penjajahan Belanda.
    3. Sejarah masa lampau tentang bersinarnya Indonesia melalui kerajaan Majapahit dan Sriwijaya.
    4. Terbentuknya organisasi pertama yakni Budi Oetomo yang mengusung kultural nasionalisme.
    5. Terbentuknya organisasi bercorak keagamaan seperti Sarekat Islam yang menghimpun para penganut agama Islam untuk maju.
    6. Terbentuknya organisasi terpelajar yang mengusung konsep nasionalisme dan konsep gerakan yang lebih modern seperti Indische Partij dan Indische Vereeniging (PI).
    7. Terbentuknya Partai Nasional Indonesia yang secara tegas mengusung nasionalisme melalui perjuangan politik.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Sebutkan Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia? Ini Jawabannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *