Proses Terjadinya Gunung Berapi Dikaitkan Dengan Pergerakan Lempeng Adalah?


Proses Terjadinya Gunung Berapi – Gunung merupakan bentuk permukaan tanah yang letaknya jauh lebih tinggi dibandingkan tanah yang ada di dataran sekitarnya. Ukuran gunung lebih besar apabila dibandingkan dengan dengan bukit. Walaupun demikian, itupun tidak mustahil apabila bisa saja bukit lebih tinggi apabila dibandingkan dengan gunung yang ada di daerah lain.

Pada umumnya, gunung mempunyai lereng yang curam dan tajam. Selain itu terkadang juga gunung bisa dikelilingi oleh puncak-puncak atau pegunungan. Gunung memiliki beberapa ketinggian yang bisa mempunyai 2 atau lebih iklim, jenis tumbuh-tumbuhan dan kehidupan yang beragam.

Selain itu, ketinggian, volume, relief, kecuraman, jarak dan kontinuitas bisa menjadi kriteria dalam mendefinisikan gunung. Berbicara soal definisi, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bahwa yang dimaksud dengan gunung adalah bukit yag sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dari 600 m).

Berbicara soal ketinggian gunung khususnya di Indonesia adalah ada di Papua yang dikenal dengan Puncak Jaya. Diketahui terdapat tiga tipe gunung yaitu gunung api, gunung lipatan dan gunung patahan. Melalui ketiga tipe ini bisa terbentuk dari lempeng tektonik ketika bagian dari kerak bumi bergerak, roboh dan tenggelam.

Terbentuknya gunung tidaklah main-main, sebab gunung terbentuk mempunyai proses yang panjang sejak jutaan yang lalu sampai sekarang. Proses terbentuknya gunung berapi diketahui karena adanya pergerakan lempeng.

Diketahui terbentuknya gunung api berdasarkan pada empat busur yaitu busur tengah benua yang terbentuk karena pemekaran kerak benua. Selain itu yang kedua adalah busur tepi benua yang terbentuk karena adanya penunjaman kerak samudra ke kerak benua.

Yang ketiga karena busur tengah samudra yang terjadi akibat adanya pemekaran kerak. Sedangkan yang terakhir adalah busur dasar samudera yang terjadi akibat terobosan magma basa pada penipisan kerak samudera.

Telah menjadi teka-teki umum yang membuat banyaknya fenomena alam seperti pegunungan, benua, gempa bumi dan gunung berapi karena lempeng tektonik. Demikian itu terjadi karena, planet yang ditempat manusia memiliki cairan yang banyak dan begitupula air yang ada di permukaan.

Melalui kedua faktor-faktor itulah sehingga membuat pengaruh pembentukan dan komposisi magma serta lokasi dan kejadian gunung api. Panas bagian dalam bumi yang terpanas dengan membentuk pembentukan bumi sampai dengan 4,5 milliar tahun lalu. Demikian itu terjadi karena bersamaan dengan panas yang terjadi dari unsur radioaktif alami contohnya elemen-elemen isotop K, U dan Th terhadap waktu.

Pada saat terbentuk, bumi tampak lebih panas, setelah itu mengalami pendinginan secara berangsur-angsur sesuai dengan perkembangan sejarahnya. Pendinginan ini terjadi karena adanya pelepasan panas dan intensitas vulkanisma di permukaan.

Perambatan panas dari dalam bumi ke permukaan berupa konveksi, dimana material-material yang terpanaskan pada dasar mantel, kedalaman 2.900 km di bawah muka bumi bergerak menyebar dan menyempit disekitarnya. Pada bagian atas mantel, sekitar 7 35km di bawah muka bumi, material-material itu mendingin dan menjadi padat, kemudian tenggelam lagi ke dalam aliran konveksi itu.

Proses Terjadinya Gunung Berapi Dikaitkan Dengan Pergerakan Lempeng Adalah (Foto: Artikelsiana.com)

Proses Terjadinya Gunung Berapi Dikaitkan Dengan Pergerakan Lempeng Adalah (Foto: Artikelsiana.com)

Proses Terjadinya Gunung Berapi Dikaitkan Dengan Pergerakan Lempeng Adalah?

Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa bagaimana proses terjadinya gunung berapi apabila dikaitkan dengan pergerakan lempeng adalah:

  1. Pemekaran kerak benua, pergerakan lempeng yang saling menjauh membuat kesempatan magma untuk bergerak ke permukaan hingga membentuk busur gunung Api tengah samudera.
  2. Tumbukan antar kerak, dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua. Dari gesekan antar kerak itu membuat peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan yang selanjutnya membentuk busur gunung api di tepi benua.
  3. Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal hingga membentuk rekahan atau patahan sebagai jalan ke permukaan lelehan batuan/magma sehingga membentuk busur gunungapi tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan.
  4. Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma untuk menerobos ke dasar samudera, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunung api perisai.

Demikianlah informasi mengenai Proses Terjadinya Gunung Berapi Dikaitkan Dengan Pergerakan Lempeng Adalah?. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *