Politik Luar Negeri Kabinet Ali Sastroamidjojo I? Ini 7 Perannya


Peran Politik Luar Negeri Kabinet Ali Sastroamidjojo I – Kabinet Ali Sastroamidjojo adalah kabinet yang dimulai pada 1 Agustus 1953-24 Juli 1955. Pada masa ini, Indonesia menjalankan sistem demokrasi liberal dengan pemerintahan parlementer. Dalam masa ini juga tercatat terdapat 7 kabinet yang pernah menjalankan pemerintahan yaitu kabinet Natsir pada September 1950-Maret 1951, Kabinet Sukiman pada April 1951-Februari 1952, Kabinet Wilopo pada April 1952-1953, Kabinet Ali Sastroamidjojo I pada Juli 1953-1955, Kabinet Burhanudin Harahap pada 1955-1956, Kabinet Ali Sastroamidjojo II pada Maret 1955-1957, dan Kabinet Djuanda 1957-1959.

Berbicara soal Kabinet Ali Sastroamidjojo ini terbentuk dari koalisi PNI dan NU saat itu. Pada masa ini, pemerintah berfokus pada mempertahankan kekuasaan berdasarkan dari program kerja. Dalam kabinet Ali Sastroamidjojo setidaknya terdapat beberapa program seperti menumpas pemberontakan DI/TII di berbagai daerah, memperjuangkan kembalinya Irian Barat kepada RI, menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika, meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan pemilu, pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan Konferensi Meja Bundar (KMB), penyelesaian pertikaian politik dan pembebasan irian barat.

Namun ditengah program yang direncanakan ternyata kabinet Ali Sastroamidjojo tidak berjalan mulus. Ada banyak dinamika politik dalam negeri yang harus dilewati oleh kabinet Ali Sastroamidjojo. Terlepas dari masalah tersebut, Kabinet Ali Sastroamidjojo dalam perkembangannya dianggap memiliki peran penting dalam politik luar negeri yakni dalam bidang diplomatik Indonesia. Sehingga pertanyaannya kemudian, bagaimana sih politik luar negeri masa kabinet Ali Sastroamidjojo I saat itu?

Peran Politik Luar Negeri Kabinet Ali Sastroamidjojo I

Adapun politik luar negeri yang dilakukan oleh Kabinet Ali Sastroamidjojo I adalah:



1. Terciptanya hubungan diplomatik dengan cina

Melihat situasi dimana Cina menjalin kesepakatan dengan negara Asia, Indonesia mengirimkan duta besar untuk perjanjian perdagangan antar negara yang ditandatangani pada 30 November 1953 di Peking



2. Sukses menjalankan politik luar negeri bebas aktif

Terciptanya hubungan diplomasi yang baik dengan Cina, dilatar belakangi dari prinsip politik luar negeri bebas dan aktif Indonesia walaupun China adalah salah satu penganut dari 2 blok besar yang ada pada saat itu.



3. Perjanjian persahabatan dengan thailand

Memasuki tahun 1954 adalah masa dimana Kabinet Ali Sastroamidjojo I memainkan perannya dengan baik, dimana menjalin perjanjian persahabatan dengan Thailand pada 3 Maret 1954 dengan disepakatinya 7 pasal untuk memperkuat hubungan rohani, kebudayaan dan perekonomian.

4. Belanda bersedia membayar Utang

Pada 11 Agustus 1954, Kabinet Ali Sastroamidjojo I berhasil membuat kesepakatan dengan Kerajaan Belanda pada saat itu yang salah satu dari 5 pasal tersebut adalah pemerintah kerajaan Belanda memberikan uang kepada RI sebagai penebus untuk utang piutang sebesar f. 20.000.000.- (dua puluh djuta rupiah) dalam nilai uang Belanda.

5. Disepakatinya persetujuan perdagangan antara China dengan Indonesia

Pada 1 September 1954 hubungan diplomatik Indonesia dengan China semakin mesra lantaran dalam satu kali pertemuan terdapat 2 kesepakatan yang disetujui dalam waktu yang sama yakni surat protokol dagang dan surat persetujuan pembayaran antara pemerintah RI dengan pemerintah RRC.

6. Memperjuangkan wilayah Irian Barat

Persoalan ini cukup rumit sebab Indonesia hampir dikatakan dapat berhasil, karena pada 23 November 1954 pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah resolusi untuk mempertahankan Irian Barat dan meminta berunding ke PBB. Pada 30 November digelar pemungutan suara dimana tuntutan Indonesia diterima dengan 34 setuju, 14 menolah dan 10 abstain. Namun hal itu menemui jalan buntu saat sidang Majelis PBB tanggal 10 Desember 1954.

7. Menyelenggarakan KAA (Konferensi Asia Afrika)

Saat konferensi Kolombo, melalui peran Ali Sastroamidjojo I yang memberikan usulan kepada 4 perdana menteri Burma, India, Pakistan dan Sri Langka untuk konferensi juga mencakup negara Afrika, maka pada tanggal 18 April 1955, Konferensi Asia-Afrika secara resmi dibuka di ruang Sidang Pleno di Gedung Merdeka. Ini adalah pencapaian terbesar yang dilakuan oleh pemerintah Indonesia khususnya pada kabinet Ali Sastroamidjojo.

Politik Luar Negeri Kabinet Ali Sastroamidjojo I? Ini 7 Perannya (Foto: Artikelsiana.com)
Politik Luar Negeri Kabinet Ali Sastroamidjojo I? Ini 7 Perannya (Foto: Artikelsiana.com)

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Politik Luar Negeri Masa Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terimak kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *