Persebaran Terumbu Karang di Indonesia


Persebaran Terumbu Karang di Indonesia  – Sebagai negara dengan dua pertiga wilayahnya terdiri dari lautan, Indonesia diberikan penghargaan sebagai negara bahari. Selain karena posisi strategis dengan iklim tropis dan juga negara yang kaya akan keragaman hayati.

Dengan hamparan laut yang luas, hal itu juga sekaligus sebagai pisau bermata dua sebab memberikan tantangan bagi Indonesia untuk mengembangkan perairannya dan sekaligus menjaganya.

Sebagai negara yang kaya di darat dan di laut, penghuni ekosistem laut yang bak permata ialah terumbu karang dengan manfaatnya yang luar biasa besar, terumbu karang berada pada peringkat teratas untuk luas dan kekayaannya.

Dengan persebaran terumbu karang yang begitu luas di Indonesia terdapat lebih 75.000 km2 atau sebesar 14% dari luas total terumbu karang dunia.



Saat ini, persebaran terumbu karang di Indonesia terus dilestarikan, sebab ekosistem terumbu karang sangat peka dan sensitif, dan tidak boleh dirusak sebab terdapat ribuan makhluk laut yang bergantung dengan adanya terumbu karang.



Bahkan, menjaga terumbu karang boleh dikata tidaklah sesulit dengan membuat terumbu karang, sebab dibutuhkan waktu yang tidak sedikit agar terumbu karang dapat terbentuk secara utuh. Para ahli dan peneliti menyebutkan bahwa terumbu karang di Indonesia terbentuk sejak 450 tahun silam.



Kekayaan laut Indonesia tidak main-main apalagi soal terumbu karang, sebabnya terdapat 480 jenis karang batu yang terhitung dan baru 60% jenis karang yang bisa dideskrisikan.

Angka-angka itu diketahui hanya berada pada bagian timur Indonesia belum lah secara keseluruhan persebaran terumbu karang yang terdapat di Indonesia. Sebagai salah satu ekosistem utama pesisir dan laut, terumbu karang mempunyai nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi.

Persebaran Terumbu Karang di Indonesia

Secara ekologis, terumbu karang memiliki fungsi dan peran untuk melindungi pantai dari hempasan ombak dan arus kuat. Selain itu terumbu karang memiliki fungsi sebagai habitat, tempat mencari makanan, tempat asuhan serta pemijahan bagi biota laut.

Secara ekonomis, terumbu karang mempunyai fungsi sebagai tempat penangkapan berbagai jenis biota laut, ikan hias, bahan baku farmasi serta pilihan daerah wisata yang menarik. Hasil perhitungan valuasi ekonomi dari kegiatan perikanan, perlindungan pantai serta pariwisata di Indonesia diperkirakan menghasilkan nilai sekitar 1,6 miliyar dollar AS.

Diketahui untuk mencari dan mendapatkan terumbu karang, dimana persebaran terumbu karang untuk ekosistemnya terdapat di lingkungan perairan yang sedikit dangkal misalnya saja di paparan benua atau gugusa pulau di perairan tropis.

Untuk mencapai pertumbuhan maksimum, terumbu karang perlu perairan yang jernih dengan suhu perairan yang hangat, gerakan gelombang yang besar dan sirkulasi air yang lancar serta terhindar dari proses sedimentasi.

Ekosistem terumbu karang mempunyai kemampuan yang baik dalam memperbaiki bagian yang rusak ketika karakteristik habitat dari berbagai macam formasi terumbu karang dan faktor lingkungan yang memengaruhinya terpelihara dengan baik.

Misalnya saja untuk ekosistem lainnya, terumbu karang tidak memerlukan campur tangan atau manipulasi langsung manusia untuk kelangsungan hidupnya.

Persebaran Terumbu Karang di Indonesia

Indonesia mempunyai kawasan terumbu karang dengan luas total 2,5 juta hektare. Jumlah luasan terumbu karang itu menurut data peta sebaran di seluruh Indonesia. Data terumbu karang ini dihasilkan dengan citra satelit yang dikompilasi dari banyak institusi terkait. Data yang sudah dikompilasi ini, selanjutnya diverifikasi oleh Kelompok Kerja (Pokja) Nasional Informasi Geospasial Tematik (IGT) Pesisir dibawah koordinasi BIG (Badan Informasi Geospasial).

Menurut status terumbu karang Indonesia (2017) yang diterbitkan Pusat Penelitian Oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terdapat 569 jenis karang yang dijumpai di perairan Indonesia. Jumlah jenis karang tersebut ada dalam 82 genus. Dari total 2,5 juta hektare, Pulau Sulawesi yang paling luas kawasan terumbu karang. Luas terumbu karang di Sulawesi mencakup 862.627 hektare. Selanjutnya Pulau Sumatera dengan luas 478,587 hektare dan Maluku 439.110 hektare. Nusa Tenggara mempunyai luas terumbu karang 272.123 hektare dan Papua 269.402 hektare. Pulau Kalimantan mempunyai luas terumbu karang 119.304, Jawa 67.869 hektare dan Bali 8.837 hektare.

Nilai dan Fungsi Terumbu Karang

Adapun nilai dan fungsi terumbu karang menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh puslitbang LIPI, PHPA, WWF Indonesia antara lain:

  1. Terumbu karang memiliki nilai ekologis untuk menjaga keseimbangan biota laut dan hubungan timbal balik antara biota laut dengan faktor abiotik.
  2. Terumbu karang memiliki nilai estetika untuk membentuk panorama yang indah dikedalaman laut yang dapat dimanfaatkan sebagai arena wisata bahari.
  3. Terumbu karang memiliki nilai Edukasi untuk dimanfaatkan sebagai objek penelitian dan pendidikan.
  4. Terumbu karang memiliki nilai ekonomis yang bermanfaat sebagai sumber daya ini dikembangkan sebagai komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Fungsi Terumbu Karang

Selain itu, terumbu karang memiliki fungsi yang penting seperti:

  1. Terumbu karang berfungsi dan bermanfaat sebagai sumber makanan dan bahan baku substansi aktif yang berguna bagi dunia farmasi dan kedokteran.
  2. Selain itu, manfaat yang menguntungkan dari terumbu karang adalah habitat bagi sumber daya ikan dalam ini sebagai tempat memijah, bertelur, mengasuh, mencari makan, dan berlindung sebagai biota laut.
  3. Sebagai sumber benih alami bagi pengembangan budi daya perikanan.
  4. Sebagai, pelindung pantai dari gelombang laut sehingga terhindar dari degradasi dan abrasi.

Demikianlah informasi mengenai Persebaran Terumbu Karang di Indonesia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *