Peran Tanah dan Organisme Tanah bagi Keberlangsungan Kehidupan


Setelah kita mengamati organisme yang terdapat di dalam tanah, apakah kita menemukan makhluk hidup seperti cacing, semut, lipan, serangga dan lainnya? Jika anda menemukan hewan-hewan tersebut pada tanah yang ada di sekitar mu, berarti tanah tersebut dikategorikan subur. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tanah adalah tempat hidup berbagai macam hewan tanah.

Peran Tanah Bagi Kehidupan

Peran Tanah untuk Kehidupan

Tanah adalah tempat hidup oleh berbagai macam makhluk hidup, termasuk tempat hidup bagi tumbuhan. Tumbuhan, semisal pohon jeruk, tidak bisa berpindah-pindah untuk dapat mencari kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, tanah mesti bisa menyediakan segala kebutuhan hidup bagi pohon jeruk tersebut sehingga bisa terus tumbuh dan dapat menghasilkan buah yang bisa kita nikmati.

Tumbuhan sangat membutuhkan unsur hara atau nutrisi seperti mineral dan air yang terkandung di dalam tanah. Terdapat beberapa jenis tumbuhan dari kelompok polong-polongan atau kacang-kacangan, membutuhkan bakteri yang terdapat di dalam tanah untuk dapat membantu akar supaya bisa melakukan penyerapan dan pengolahan zat hara. Menurutmu, apakah tanah hanya bermanfaat bagi tumbuhan saja? Apakah peran tanah untuk makhluk hidup lain? Nah, mari kita menyimak pelajaran berikut ini supaya kita semakin mengetahui tentang peran tanah untuk kehidupan.

peran tanah bagi keberlangsungan kehidupan

a. Tempat HIdup Hewan dan Bakteri

Tanah memiliki fungsi sebagai tempat hidup oleh berbagai macam hewan. Selain hewan, di dalam tanah juga ada bakteri, walaupun kita tidak bisa melihatnya. Terdapat bermiliar-miliar hewan dan bakteri yang hidup di atas tanah dan juga di dalam tanah.

b. Sebagai Penunjang Kesehatan dan Penyedia Kebutuhan Manusia

Pernahkah anda bermain sepak bola atau hanya menyaksikan pertandingan sepak bola? Di manakah biasanya anda bermain sepak bola? Pertandingan sepak bola itu biasanya dilakukan di lapangan sepak bola yang berupa lapangan rumput. Berbagai macam kegiatan manusia seperti sepak bola, bermain kelereng dan berjalan-jalan dilaksanaan di atas tanah. Rumah manusia juga dibangun berada di atas tanah. Manusia juga menggunakan berbagai macam jenis tanah sebagai bahan bangunan. Berbagai macam barang kerajinan dan perabotan rumah tangga juga banyak dibuat dari bahan baku tanah.

Tumbuhan yang termasuk sumber pangan utama bagi hampir dari semua makhluk hidup, tumbuh di atas tanah. Selain memiliki kandungan nutrisi yang penting untuk tumbuhan, tanah juga menyimpan berbagai macam batu bara, logam dan minyak bumi yang diperlukan oleh manusia untuk dapat menunjang kehidupannya. Perak, timah, emas dan logam lain yang telah tersebar luas di dalam tanah. Beberapa wilayah di Indonesia, tanahnya memiliki kandungan logam tersebut.

c. Penyedia dan Penyaringan Air

Sumber air utama ada di dalam tanah, selain daripada itu sumber air juga ada di atas permukaan tanah, semisal sungai, laut dan danau. Supaya bisa mendapatkan air tanah maka kita biasanya membuat sumur dengan cara menggali tanah hingga beberapa meter untuk mendapatkan air tanah. Tentu saja anda sudah tidak asing lagi dengan sumur? Air tanah yang berasal dari tanah itu biasanya dimanfaatkan untuk mandi, minum, memasak dan mencuci oleh masyarakat.

Kegiatan rumah tangga dan industri banyak yang menghasilkan limbah berupa air. Air kotor hasil dari buangan rumah tangga atau industri, ada yang diolah dan ada juga yang langsung dibuang ke tanah lewat aliran sungai. Beberapa bahan penyebab polusi yang disebut polutan yang masuk ke tanah lewat air, atau secara langsung masuk ke tanah, bisa dinetralkan oleh tanah dan menjadi bahan yang tak membahayakan lingkungan. Oleh karena itu, di dalam tanah terdapat bakteri atau mikroorganisme yang memiliki fungsi untuk menguraikan senyawa kompleks atau senyawa yang berbahaya, menjadi senyawa yang lebih sederhana dan tak merusak lingkungan.

2. Peran Organisme Tanah

DI dalam tanah terdapat miliaran bahkan triliunan organisme. Selain makhluk hidup yang terlihat oleh mata, di dalam tannah juga ada miliaran organisme yang tinggal berada di dalamnya. Hanya saja, dari sekian banyak organisme tanah, hanya sedikit yang bisa dikenali oleh para ahli.

Organisme tanah secara umum, berada di lapisan tanah pada bagian atas, kurang lebih dari 10 cm di bawah permukaan tanah. Sekitar 80 sampai 100% aktivitas biologis yang terjadi di tanah, dilakukan oleh bakteri dan jamur. Hasil kegiatan biologis yang dilakukan oleh hewan, jamur dan mikroorganisme inilah yang bisa mempengaruhi kesuburan, kegemburan tanah dan tekstur.

Nah, berikut ini uraian lebih lanjut mengenai beberapa peran organisme tanah.

a. Dekomposer

Organisme tanah bisa melakukan suatu dekomposisi atau menguraikan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup. DAun-daun yang sudah jatuh ke tanah, ranting-ranting dan jasad hewan yang sudah mati, akan diurai menjadi materi anorganik. Selain dapat menguraikan materi organik, organisme tanah juga bisa membantu terjadinya pelapukan batuan menjadi bahan-bahan anorganik atau yang biasa kita kenal dengan nama nutrisi atau zat hara bagi tumbuhan. Keberadaan organisme tanah sebagai dekomposer bisa kita manfaatkan dalam pembuatan pupuk kompos yaitu pupuk yang berasal dari bahan organik.

b. PEreaksi Kimia dalam Tanah

Bakteri yang ada di tanah terlibat dalam reaksi penguraian materi organik kompleks yang asalnya dari sisa makhluk hidup menjadi senyawa nitrat, senyawa yang diperlukan oleh tumbuhan. Selain bakteri juga ada mikoriza yaitu jamur yang bersimbiosis dengan tumbuhan untuk dapat meningkatkan kemampuan tumbuhan dalam menyerap unsur hara seperti fosfor.

c. Pengurai Polutan dalam Tanah

Organisme tanah bisa berperan menjadi agen biologis yang mampu membersihkan polutan yang ada di dalam tanah. Organisme tanah menguraikan bahan kimia yang masuk dalam tanah, semisal herbisida. Penguraian herbisida bisa dilakukan secara lebih cepat kalau kegiatan organisme tanah semakin tinggi. Unsur polutan dan racun seperti kromium, arsenik dan merkuri bisa “terkunci” di tanah karena terakumulasi di dalam tubuh bakteri. Polutan-polutan tersebut tak menyebabkan polusi semakin bertambah parah.

d. Pencegah Penyakit Tanah

Pada keadaan normal, saat tanah mempunyai beberapa senyawa organik dan kegiatan organisme yang tinggi maka organisme tanah bisa melawan organisme penyakit yang masuk di dalam tanah. KOndisi tanah yang normal bisa tercipta saat kegiatan pertanian dan perkebunan tidak berlebihan dan tak banyak memakai bahan kimia untuk pestisida dan pupuk. Secara alami, organisme yang terdapat di tanah memanfaatkan prinsip pengontrolan biologis yakni pemangsa dan mangsa sehingga organisme yang mengganggu tanah bisa terkontrol.

Peran Tanah dan Organisme Tanah bagi Keberlangsungan Kehidupan
Peran Tanah dan Organisme Tanah bagi Keberlangsungan Kehidupan

e. Pemberi Pengaruh pada Tekstur Tanah

Tanah bisa digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari teksturnya. Jenis tanah bisa ditentukan berdasarkan jumlah butiran penyusun yang paling banyak ada di tanah tersebut. Kegiatan biologis organisme tanah berpengaruh dalam membentuk butiran-butiran penyusun tanah sehingga dapat menentukan tekstur tanah.

Butiran yang ada di dalam tanah adalah pasir, debu dan tanah liat. Tekstur tanah secara sederhana bisa ditentukan berdasarkan dari “uji tekstur”. Jenis tanah dikelompokkan berdasarkan dari ukuran butiran penyusunnya. Tekstur tanah merupakan besar kecilnya ukuran butiran yang menjadi penyusun tanah. Tekstur tanah juga kita artikan sebagai perbandingan antara banyaknya tanah liat, pasir dan tanah lempung yang ada di dalam tanah.

Tanah mempunyai ukuran butiran yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita menggolongkan tanah menjadi beberapa jenis tanahh seperti tanah liat, pasir dan tanah lempung ataupun tanah campuran dari ketiganya.

Jenis tanah bisa diberi nama berdasarkan dari ukuran butiran utama atau kombinasi dari ukuran butiran yang paling melimpah. Sebagai contoh, kita bisa menyebutnya “Tanah Liat Berpasir” saat tanah tersebut bisa dibuat menjadi pita yang panjang dan tipis serta terasa berpasir.

Pembentukan tekstur tanah ini tentu saja tidak terlepas dari bantuan dari beberapa makhluk hidup seperti cacing atau akar tumbuhan yang bisa mempercepat pemecahan butiran-butiran tersebut dari batuan. Akar tumbuhan bisa menembus batuan karena akar bisa mengeluarkan zat asam sehingga secara kimiawi bisa membantu terjadinya pelapukan batuan.

Tanah pasir mempunyai tekstur yang berbutir kasar yaitu ukuran antara 0,1 sampai 2 mm, tidak bisa membentuk struktur yang kompak dan mempunyai pori-pori besar yang saling terhubung. Sifat tanah pasir yang demikian telah menyebabkan tanah pasir kurang bagus dalam menyimpan air atau menahan air. Berbeda halnya dengan tanah liat, tanah liat tersusun atas butiran-butiran yang sangat kecil yaitu < 0,002 mm, mempunyai struktur yang kompak dan mempunyai pori-pori kecil yang tak saling terhubung. sifat tanah liat yang demikian telah menyebabkan tanah liat lebih baik dalam menyimpan atau menahan air. Hal tersebut bisa kita lihat dari pergerakan atau aliran air yang lambat saat tanah liat diberikan air.

Sifat tanah akan dapat mempengaruhi kemampuannya di dalam menyediakan nutrisi dan air yang sangat diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan. Tanah yang subur mempunyai kombinasi tanah lempung, pasir dan tanah liat yang hampir sama. Sifat dari perpaduan dari ketiga jenis tanah tersebut akan sangat menguntungkan tumbuhan. Oleh karena adanya tanah liat yang sulit untuk ditembus air, maka kandungan air di dalam tanah bisa terjaga. Adanya pasir juga dapat menguntungkan karena akan dapat membentuk pori-pori yang cukup besar sehingga memudahkan sel-sel akar untuk memperoleh oksigen.

f. Pengatur Kegemburan dan Struktur Tanah

Organisme tanah membantu dalam terbentuknya struktur tanah. Struktur tanah termasuk susunan butiran-butiran tanah yang terikat antara satu sama lain menjadi suatu gumpalan. Butiran-butiran tanah direkatkan oleh suatu perekat seperti bahan organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan bercampur dengan tanah dan membuat butiran tanah menjadi berkumpul membentuk gumpalan-gumpalan tanah. Gumpalan tanah yang baik akan dapat menunjang kehidupan organisme tanah dan juga dapat menunjang pertumbuhan populasi organisme tanah. Keberadaan jamur di tanah juga bisa membantu dalam pembentukan gumpalan tanah.

Struktur tanah dan kegemburan tanah mempunyai keterhubungan. Organisme tanah juga bisa membuat pori-pori tanah sehingga bisa menggemburkan tanah dan memungkinkan udara masuk ke dalam tanah (aerasi tanah). Pori=pori tanah bisa terbentuk karena kaki seribu. Pori-pori tanah berguna untuk dapat meningkatkan penyerapan air oleh tanah. Tanah yang mempunyai aerasi dan jumlah air yang tergolong cukup sangat baik untuk dapat menunjang pertumbuhan tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *