Pentingya Berinvestasi dan Proses Dalam Melakukannya


Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Keynes mengenai teori multiplier, yaitu pengaruh anggaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam teori tersebut dijelaskan bahwa untuk memengaruhi jalannya perekonomian, pemerintah dapat memperbesar anggaran pengeluaran dalam keadaan perekonomian mengalami kelesuan (recession),

Sehingga lapangan pekerjaan meningkat dan akhirnya pendapatan riil masyarakat juga mengalami peningkatan. Perubahan tersebut terjadi karena pengeluaran pemerintah akan berpengaruh pada besarnya pendapatan nasional, sehingga menimbulkan perubahan pada golongan pengeluaran. tertentu dan pada akhirnya pendapatan nasional akan bertambah beberapa kali lipat yang disebut dengan proses multiplier.

Dengan adanya multiplier effect, maka suatu negara akan mengalami perubahan ekonomi ke arah yang dinamis. Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa investasi memiliki peranan yang penting bagi perekonomian suatu negara karena mampu menciptakan pendapatan dan memperbesar kapasitas produksi perekonomian dengan cara meningkatkan persediaan terhadap modal.

Pentingnya Berinvestasi

Investasi juga dapat dikatakan tidak hanya memengaruhi permintaan melalui multiplier effect, tetapi juga memengaruhi penawaran melalui pengaruhnya terhadap peningkatan kapasitas produksi. Berikut alasan lainnya mengapa investasi penting.

  1. Inflasi. Tingkat inflasi setiap tahunnya pasti selalu meningkat. Kekhawatiran itu sudah pasti tidak bisa dihindari. Menabung di bank saja tidak akan cukup karena nilai mata uang akan menurun akibat pengaruh nilai inflasi tersebut. Investasi merupakan cara yang tepat untuk melindungi kekayaan yang dimiliki.
  2. Kenaikan penghasilan cenderung lebih kecil dari inflasi Kenaikan gaji yang kita terima setiap tahunnya tidak sebanding dengan kenaikan inflasi sehingga sebagian dari kita sering kali mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
  3. Kebutuhan hidup cenderung meningkat Sebagian besar, orang-orang yang tinggal di kota-kota besar pasti memiliki gaya hidup yang tinggi. Investasi menjadi alternatif untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Proses Dalam Berinvestasi

Setiap melakukan keputusan investasi adalah selalu saja memerlukan proses, yang mana proses tersebut akan memberikan gambaran setiap tahan yang akan ditempuh oleh perusahaan. Secara umum proses manajemen investasi meliputi lima langkah.

1. Menetapkan Sasaran Investasi

Penetapan sasaran artinya melakukan keputusan yang bersifat fokus atau menempatkan target sasaran terhadap yang akan diinvestasikan. Penetapan sasaran investasi adalah sangat disesuaikan dengan apa yang akan ditujukan pada investasi tersebut.

Jika sasaran investasi adalah dalam bentuk penyaluran kredit maka berarti investasi tersebut dalam bentuk lembaga perbankan, leasing, bank perkreditan dan sejenisnya yang bertugas untuk menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada publik yang mengalami kekurangan dana.

2. Membuat Kebijakan Investasi

Pada tahap proses yang kedua ini menyangkut dengan bagaimana perusahaan mengelola dana yang berasal dari stock, bond dan lainnya untuk kemudian didistribusikan ke tempat-tempat yang dibutuhkan.

Perhitungan pendistribusian dana ini haruslah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian karena berbagai hal akan bisa timbul pada saat dana tersebut tidak mampu untuk ditarik kembali. Juga perlu bagi pihak perusahaan memperhitungkan tentang banyak beban pajak yang akan ditanggung nantinya.

3. Memilih Strategi Portofolio

Ini menyangkut keputusan peranan yang akan diambil oleh pihak perusahaan, yaitu apakah bersifat aktif atau pasif saja. Pada saat perusahaan melakukan investasi aktif maka semua kondisi tentang perusahaan akan dengan cepat tergambarkan di pasar saham.

Investasi aktif akan selalu mencari informasi yang tersedia dan kemudian selanjutnya mencari kombinasi portofolio yang paling tepat untuk dilaksanakan. Sedangkan secara pasif hanya dapat dilihat pada indeks rata-rata saja, atau dengan kata lain berdasarkan pada reaksi pasar saja tanpa ada sikap atraktif.

4. Memilih Aset

Di sini pihak perusahaan berusaha memilih aset investasi yang nantinya akan memberi return yang tertinggi. Return di sini dilihat sebagai keuntungan yang akan mampu diperoleh.

5. Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja

Tahap ini adalah menjadi tahap revaluasi bagi perusahaan untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan selama ini dan apakah tindakan yang telah dilakukan selama ini telah betul-betul maksimal atau belum.

Jika belum maka sebaiknya segera melakukan perbaikan agar kerugian tidak akan terjadi ke depan nantinya. Bagaimanapun perusahaan berharap akan memeroleh keuntungan yang bersifat sustainability dan bukan hanya keuntungan yang diperoleh sesaat saja (stimulus profit).

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Pentingnya Berinvestasi dan Proses Dalam Melakukannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Daftar Pustaka/Referensi: 

Gusti Ayu Ketut Rencana Sari Dewi dan Diota Prameswari Vijaya. 2019. Investasi dan Pasar Modal Indonesia. Ed. 1, Cet. 2. Depok: Rajawali Pers. Halaman: 2-9.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *