Pengertian Uang Giral, Fungsi, Contoh, Kelebihan dan Kelemahannya


Uang terbagi atas dua jenis yaitu uang kartal dan uang giral. Dalam sejarahnya, uang kartal sangatlah praktis karena berbentuk kertas dibandingkan dengan memakai barang yang sangat berat. Namun perkembangan itu, semakin hari semakin maju membuat terdapat jenis uang yang disebut dengan uang giral.

Secara sederhana, uang giral adalah uang yang jauh lebih praktis dibandingkan uang kartal atau uang kertas. Apabila hendak melakukan transaksi dengan jumlah apapun, cukup dengan menuliskan nominal atau angkanya pada selembar kertas (cek/biro) atau pada layanan digital. Hal ini sangat memudahkan bagi banyak orang karena uang giral sangatlah praktis, dan mudah disimpan sebab ukurannya yang kecil dan tidaklah berat.

Selain itu, nilai dari uang giral tidak akan berkurang berapapun nominalnya. Itulah mengapa banyak, perusahaan-perusahaan cenderung memakai fungsi uang giral pada saat melakukan transaksi, karena melibatkan nominal yang cukup besar. Hal itu juga mengapa uang giral merupakan jenis alat pembayaran kedua yang berlaku di Indonesia. Dibawah ini penulis akan memaparkan  tentang pengertian, fungsi, kelebihan dan kekurangan serta contoh uang giral..

Pengertian Uang Giral Adalah?

Uang Giral adalah uang yang dikeluarkan oleh bank umum berupa surat-surat berharga. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan Tahun 1992, bahwa yang dimakud dengan Pengertian Uang Giral adalah bukti tagihan pada bank umum yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Di negara-negara yang telah maju perekonomiannya, kebanyakan masyarakat apalagi para pengusaha lebih banyak memakai uang giral sebagai alat pembayaran atau transaksi karena lebih praktis dan keamanannya dibandingkan uang kartal.



Perusahaan-perusahaan pun saat ini sudah banyak yang memakai giral contohnya cek, biro, bilvet, dll sebagai alat utama pembayarannya. Penggunaan uang giral disebut-sebut lebih efektif karena tidak perlu dengan membawa “uang” untuk bertransaksi dan hanya memakai “selembar” kertas yang berharga.



Contoh Uang Giral

Beberapa contoh uang giral di antaranya:



    1. Wesel pos, adalah surat pos yang dipakai untuk mengirim uang.
    2. Cek, adalah jenis uang giral dengan perintah tertulis pemegang rekening kepada bank yang ditunjuk untuk membayar sejumlah uang.
    3. Giro, adalah jenis uang girral berupa simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan memakai cek atau surat berharga lainnya atau melalui pemindah bukuan.
    4. Kartu kredit, ialah kartu dari bank yang menjamin pemegangnya berbelanja tanpa membayar secara kontan yang langsung dipotong dari rekening tabungan ketika berbelanja

Kelebihan Uang Giral

Adapun kelebihan atau keuntungan dalam memakai uang giral adalah:

    1. Praktis dan aman.
    2. Alat pembayaran dalam jumlah yang tidak terbatas.
    3. Dapat berpindah tangan tanpa mengeluarkan biaya yang besar.
    4. Pecahan nilainya dapat diatur sesuai keinginan
    5. Mudah bayar tanpa butuh uang dihitung kembali.
    6. Alat pembayaran diterima untuk jumlah yang tidak terbatas.
    7. Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan jika hilang dapat dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek atau bilyet giro dengan cara pemblokiran.
    8. Bisa dilacak kembali, jadi kalau hilang mudah ditemukan..

Kelemahan Uang Giral

Adapun kelemahan atau kekurangan dalam penggunaan memakai uang giral ialah:

    1. Pemakainnya tidak untuk jumlah kecil.
    2. Hanya beberapa orang yang bisa memakai dan menerimanya.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Pengertian Uang Giral, Fungsi, Contoh, Kelebihan dan Kelemahannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *