Pengertian Taubat – Hakikat, Syarat & Keutamannya


Jika kita berbuat
dosa, ada 2 hal yang harus kita lakukan. Pertama adalah meminta maaf kepada
orang yang telah kita rugikan, kalau dosa tersebut menyangkut orang lain. Kedua
adalah bertaubat. Bertaubat tidak semudah apa yang kita ucapkan karena taubat
tidaklah sesimpel itu. Lalu, apa pengertian taubat? Untuk memahami secara detail masalah taubat,
mari kita bahas lebih rinci tentang definisi, hakikat, syarat, serta juga
keutamannya.
Pengertian taubat
Menurut Bahasa dan Istilah
Secara bahasa,
taubat artinya kembali. Maksudnya, orang yang bertaubat berarti kembali dari
dosanya atau menarik diri dari dosa yang telah dilakukan tersebut. Atau bisa
juga diartikan kembali pada Allah untuk melepaskan hati dari penyebab perbuatan
dosa. Sedangkan menurut istilah atau syari’at, taubat artinya meninggalkan
dosa, menyesali perbuatannya, dan bertekat tidak mengulaginya lagi. Semua itu
dilakukan semata-mata karena Allah. Selain itu, orang yang bertaubat juga harus
berjanji untuk memperbaiki diri dengan terus semakin mendekatkan diri kepada
Allah.
Apakah Hakikat
Taubat?
Selain memahami
pengertiannya, kalian juga harus memahami hakikat taubat. Di sini, perlu kalian
ketahui bahwa hakikat dari taubat ialah perasaan bersalah dari hati dengan
menyesali maksiat yang telah dilakukannya. Kemudian ia mendekatkan diri kepada
Allah supaya bisa menahan godaan untuk mengulangi maksiat tersebut lagi. Selain
itu, wujud nyata taubat juga meliputi perbuatan amal solih serta meninggalkan
larangan-larangan Allah.

Pengertian taubat bukan
hanya menyesali, memohon ampun dan berjanji tidak mengulanginya lagi, namun
juga secara konsisten berusaha menjalankan perintah Allah. Artinya, jika ada
seseorang yang yang bertaubat namun masih belu melaksanakan perintah-perintah
Allah. Bisa dikatakan orang tersebut belum bertaubat.
Untuk bisa
bertaubat dengan sungguh-sungguh, seseorang harus selalu mengingat siksa neraka
agar takut untuk berbuat maksiat. Selain itu, ia juga harus mengingat indahnya
surga yang dijanjikan Allah agar ia bersemangat untuk terus meningkatkan
ketaatan pada Allah. Taubat yang demikian itu sering disebut dengan istilah taubat
nasuha.
Apa Saja Syarat
Taubat
Agar taubat
diterima oleh Allah, maka kalian harus tahu syarat taubat. Setidaknya, ada 5
syarat yang harus dipenuhi agar Allah menerima taubat kita:
1.    Ikhlas
Taubat
harus dilakukan dari hati, bukan karena paksaan orang lain maupun faktor lain
yang mempengaruhinya. Jadi, taubat harus semata-mata karena kecintaan terhadap
Allah. Seseorang yang bertaubat artinya ia berharap Allah mengampuni
dosa-dosanya karena rasa takut akan adzab yang pedih kelak. Selain itu, ia juga
memohon agar senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang bisa menjerumuskan ke dalam
kemaksiatan. Jika taubat dilakukan karena ingin mencapai tujuan dunia, maka
taubatnya tidak akan diterima oleh Allah.
2.    Menyesal
Taubat
artinya menyesal karena pernah berbuat maksiat. Jika taubat tanpa penyesalan,
maka hawa nafsu akan terus menggiring ke dalam kemaksiatan. Untuk itu, taubat
harus dilandasi dengan ilmu, keyakinan dan juga akidah.
3.    Berhenti Melakukan Maksiat
Tak sekedar
menyesali, namun taubat juga harus dibarengi dengan perbuatan nyata yaitu
berhenti dari melakukan maksiat. Seseorang yang bertaubat harus berjanji untuk
berhenti dari melakukan maksiat saat itu juga, tanpa ditunda-tunda. Jika
seseorang telah bertaubat namun masih tetap melakukan dosa tersebut atau justru
melakukan dosa yang lain, maka ia belum dianggap bertaubat dan taubatnya tidak
diterima Allah.
4.    Tidak Mengulangi
Pengertian taubat juga
meliputi keseriusan untuk benar-benar tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut
lagi. Berhenti dari perbuatan dosa kadang masih terasa mudah dilakukan, tapi
untuk tidak mengulanginya lagi, itulah hal yang sulit. Pasalnya, setan akan
selalu menggoda manusia agar terus mengulangi perbutan dosa apalagi yang sudah
pernah dilakukannya. Kadang seseorang yang sudah bertekat tidak melakukan
maksiat lagi pun bisa berubah pikiran karena faktor tertentu. Jadi, jika ingin
taubat diterima, maka jangan sekali-kali mengulangi perbuatan dosa itu lagi.
5.    Waktu Taubat Belum Habis
Syarat
terakhir diterimanya taubat adalah dilakukan saat waktunya belum habis.
Pasalnya, taubat dibatasi oleh waktu. Lalu, kapan waktu taubat berakhir.
Berakhirnya waktu taubat dibagi menjadi 2 macam:
a.    Umum
Secara
umum, seseorang masih boleh melakukan taubat selama matahari belum terbit dari
barat. Jika matahari sudah terbit dari arah barat, taubat seseorang tidak akan
diterima. Seperti kita tahu, terbitnya matahari dari barat adalah salah satu
tanda berakhirnya zaman atau hari kiamat. Jadi, waktu yang paling tepat untuk
melakukan taubat adalah sekarang juga.
b.    Khusus
Secara
khusus, seseorang masih bisa diterima taubatnya selama masih hidup. Setiap
orang pasti akan mati. Jika kematian sudah datang, maka seseorang terlambat
untuk melakukan taubat. Tak ada seorangpun yang tahu kapan kita akan mati.
Jadi, jangan pernah menunda-nunda taubat. Segera lakukan taubat dan
perbanyaklah amal solih agar taubat kita diterima oleh Allah.
Apa Saja Keutamaan
Taubat?
Setelah memahami pengertian taubat, kita akan
membahas tentang keutamannya. Ada beberapa keutamaan jika seseorang bertaubat.
Untuk menambah wawasan, sebaiknya pahami keutamaan taubat berikut ini:
ü Diampuni
Dosanya
Allah
adalah satu-satunya dzat yang bisa mengampuni dosa hambanya. Jadi, agar
seseorang diampuni dari dosa-dosanya, maka ia harus bertaubat. Tentu saja, taubat
yang dilakukan harus sungguh-sungguh karena Allah. Allah maha menerima taubat.
ü Dijaga oleh
Allah
Allah
berjanji akan menjaga orang-orang yang bertaubat baik dari kejahatan maupun
hal-hal yang menyebabkan mereka kembali pada kemaksiatan. Agar kita senantiasa
dipelihara dan dijaga oleh Allah, kita tidak boleh menunda-nunda taubat kita
karena setiap manusia pasti pernah berbuat dosa.
ü Mendapat
Nikmat
Tak hanya
itu saja, orang yang bertaubat juga akan mendapatkan nikmat dari Allah baik itu
berupa rezeki maupun kemakmuran hidup dunia.
ü Mendapat
Pahala
Orang yang
melakukan maksiat akan mendapatkan dosa. Namun jika sudah benar-benar
bertaubat, mereka bukan hanya akan diampuni dosanya saja tapi juga mendapatkan
pahala dari Allah.
ü Banyak
Harta & Banyak Anak
Dalam Al
Quran dijelaskan bahwa orang yang beristighfar memohon ampunan kepada Allah
bukan hanya akan mendapatkan ampunan tapi juga dikirimkan rahmat yang banyak
serta diberikan harta & anak yang banyak.
ü Jauhkan
dari Keresahan
Orang yang
bertaubat pasti membaca istighfar. Dalam sebuah hadits, dikatakan bahwa orang
yang yang sering beristigfar akan dijauhkan dari keresahan, diberikan jalan
keluar dari kesempitan, serta diberi rezeki dari jalan yang tak terduga.
ü Menumbuhkan
Iman
Orang yang
benar-benar bertaubat akan terus tumbuh imannya. Semakin cepat kita bertaubat,
maka semakin cepat iman kita tumbuh. Dengan tumbuhnya iman, maka kita akan
semakin sering melakukan amal solih.
Itulah pengertian taubat secara
lengkap. Pintu taubat selalu terbuka lebar bagi siapapun. Sebelum terlambat dan
menyesal, segeralah bertubat jika kalian pernah berbuat dosa, baik dosa kepada
orang lain maupun dosa yang langsung kepada Allah.
Deskripsi:
Pengertian taubat adalah menyesali perbuatan maksiat, berhenti melakukannya, berjanji
tidak mengulanginya lagi dan mengerjakan amal solih yang diperintahkan Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *