Pengertian Nazir, Tugas dan Syarat Nazir


Pengertian Nazir Adalah –  Nazir ialah orang yang paling bertanggungjawab terhadap harta wakaf yang dipegangnya, baik harta wakafnya, hasilnya maupun upaya pengembangannya. Para ulama’ fikih tidak menjadikan nazir sebagai rukun wakaf karena pada hakikatnya yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan wakaf adalah pewakaf. Namun pewakaf dapat menunjuk orang lain yang dipercaya untuk mengelola harta wakafnya. Oleh karena itu sewaktu-waktu pewakaf dapat memberhentikan pengelola atau menggantikannya dengan yang lain.

Sebagaimana praktek wakaf yang pernah dilakukan oleh sahabat Umar bin Khatab di tanah Khaibar yang dikelolasendiri, kemudian diserahkan pada Khafshah hingga wafatnya, kemudian dikelola oleh orang-orang ahli dari kalangan keluarganya, pendapat ini dikutip oleh H. Mukhlisin Muzarie dari pengarang kitab Muhadharat fi al-Waqf wa al-Washiyat.

Para ulama’ dalam menentukan orang yang menjadi pengelola (nazir) melihat dari sasaran wakaf, apabila sasaran wakaf ditujukan untuk orang-orang tertentu maka pengelolanya adalah penerima wakaf(mauquf ‘alaih) tersebut, dan apabila sasaran wakaf untuk kepentingan umum maka sebagai pengelolanya adalah penguasa hukum wilayah.

Pengertian Nazir Adalah?

Kata Nadzir secara etimologi berasal dari kata kerja Nadzira-yandzaru yang berarti “menjaga” dan “mengurus”. Di dalam kamus Arab Indonesia disebutkan bahwa kata Nadzir berarti: “yang melihat”, “pemeriksa”. Jadi secara etimologi, arti Nadzir adalah pihak yang melakukan pemeriksaan atau pihak yang memeriksa suatu obyek atau sesuatu hal yang berkaitan dengan obyek yang ada dalam pemeriksaannya itu.

Jadi secara umum, pengertian Nadzir adalah orang atau badan yang memegang amanat untuk memelihara dan mengurus harta wakaf dengan sebaik-baiknya sesuai dengan wujud dan tujuan harta wakaf.



Tugas Nazir Adalah?

Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya. Nazir mempunyai tugas yaitu:



  1. Melakukan pengadministrasian harta-benda wakaf.
  2. Mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan fungsi dan peruntukannya.
  3. Mengawasi dan melindungi harta-benda wakaf.
  4. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Badan Wakaf Indonesia.

Syarat-Syarat Nazir

Dalam pasal 10 UU Nomor 41 Tahun 2004 dijelaskan bahwa syarat-syarat nazir yaitu:



1. Nazir Perseorangan, Pasal 9 huruf a yang syaratnya:

    1. Warga negara Indonesia
    2. Beragama Islam
    3. Dewasa
    4. Amanah
    5. Mampu secara jasmani dan rohani
    6. Tidak terhalang melakukan perbuatan hukum.

2. Untuk Organisasi Pasal 9 Huruf B syaratnya adalah:

    1. Pengurus organisasi yang bersangkutan memenuhi persyaratan Nazir perseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
    2. Organisasi yang bergerak dibidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan,dan/atau keagamaan Islam.

3. Untuk Badan hukum dimuat dalam pasal 9 huruf c yang syaratnya

    1. Pengurus badan hukum yang bersangkutan memenuhi persyaratan Nazir perseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)a
    2. Badan hukum Indonesia yang dibentuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
    3. Badan hukum yang bersangkutan bergerak dibidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, dan/atau keagamaan Islam.

Dalam pasal 219 Kompilasi Hukum Islam menyebutkan persyaratan Nazir yang hampir sama dimana dalam pasal ini terdapat tambahan 3 syarat yang bisa dipakai sebagai rujukan yaitu:

  1. Nazir dimaksud dalam ayat (1) dan (2) harus terdaftar pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Setempat setelah mendengar saran dari Camat dan Majelis Ulama Kecamatan untuk mendapatkan pengesahan.
  2. Nazir sebelum melaksanakan tugas harus mengucapkan sumpah dihadapan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan disaksikan sekurang-kurangnya oleh 2 orang saksi
  3. Jumlah Nazir yang diperbolehkan untuk satu unit perwakafan, seperti yang dimaksud pasal 215 ayat 40 terdapat 3-10 orang yang diangkat KUA atas saran Mejelis Ulama Kecamatan dan camat setempat.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Pengertian Nazir, Syarat, Hak & Kewajiban Nazir. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *