Pengertian Kekebalan Diplomatik & Sejarah Kekebalan Diplomatik


Kekebalan Diplomatik – Apa itu Kekebalan Diplomatik? yang dimaksud dengan pengertian Kekebalan diplomatik adalah bentuk kekebalan hukum dan kebijakan yang dilakukan antara pemerintah yang memberikan jaminan bagi para diplomat baik berupa keamanan dan gugatan dibawah hukum negara tuan rumah.

Kekebalan diplomatik ini disebut sebagai hukum internasional. Hal itu berdasarkan konvesi Wina mengenai hubungan diplomatik yang terjadi pada tahun 1961.

Tujuan kekebalan diplomatik digelar semata-mata untuk pemeliharaan hubungan pemerintah bahkan ketika terdapat kesulitan atau konflik bersenjata.

Akan tetapi kekebalan diplomatik memanglah istimewa bagi para diplomat namun bukan berarti bisa berbuat sembarangan,

Karena hak istimewa yang didapatkannya melainkan tujuan dan fungsi dari kekebalan diplomatik ini dipakai agar dalam menjalankan tugasnya dapat dilakukan secara efektif tanpa terganggu oleh hal non formal maupun formal seperti hukum.

Sejarah Kekebalan Diplomatik Adalah?

Mengapa seorang utusan atau diplomat sangat butuh kekebalan diplomatik sebab berkaca dari sejarah, dimana Herodotus mencatat bahwa saat pembawa Raja Darius Agung menuntut untuk bumi dan air, ternyata orang Athne malah melempar mereka ke lubang. Sedangkan untuk orang spartan melemparnya ke sumur.

Beda halnya dengan tradisi islam, dimana seorang utusan tidak bisa dirugikan sekalipun yang datang adalah musuh dengan sikap provokatif atau pesan offensif.

Hal itu sebagaimana hadits nabi bahwa Nabi mengatakan kepada mereka, “Aku bersumpah demi Allah bahwa sekiranya bukan karena utusan tidak mati, aku akan memotong kepala”.

Perlakuan baik kepada diplomat juga ditekankan oleh bangsa mongol yakni Jenghis Khan bahkan tak segan ia akan melawan bangsa lain yang melanggar hal ini.

Peristiwa menyedihkan juga terjadi saat Raja Francis I dari Perancis tahun 1538 mengancam Duta Besar Inggris untuk Perancis Edmund Bonner-Henry VIII’s sampai mendapatkan pukulan seratus tombak berkapak sebagai hukuman karena Bonner dinilai berperilaku kurang ajar.

Walaupun hukuman ini tidak benar-benar untuk dijatuhkan namun peristiwa ini bisa menandakan bahwa raja eropa saat itu hanya menyelepekan kekebalan diplomatik dari duta besar.

Beda halnya pada abad 16 dan 17 dimana di Eropa, perwakilan diplomatik adalah hal biasa dan kekebalan diplomatik semakin terasa dan disebut sebagai kebiasaan internasional. Bahkan tidak terbatas pada perwakilan melainkan pada keluarga, staf ataupun anggota.

Pengertian Kekebalan Diplomatik & Sejarah Kekebalan Diplomatik
Pengertian Kekebalan Diplomatik & Sejarah Kekebalan Diplomatik

Apalagi menyentuh pertengahan abad ke 18 dimana Kekebalan Diplomatik juga didapatkan pada harta milik, gedung dan sarana komunikasi para diplomat yang dikenal ekstrateritorialitas untuk keperluan para perwakilan dalam menjalankan tugasnya dengan bebas dan optimal.

Sedangkan semakin kuat saat Konvensi Havana mengenai pejabat diplomatik dan Harvard Research draft convention on diplomatic priveleges and immunities tahun 1932.

Pada abad kesembilan belas Kongres Wina menegaskan kembali hak-hak diplomat, dan mereka telah sangat dihormati sejak saat itu sebagai perwakilan dari suatu negara. Sistem yang itetapkan di Eropa ini telah menyebar di seluruh dunia.

Saat ini, kekebalan diplomatik, serta hubungan diplomatik secara keseluruhan, diatur secara internasional oleh Konvensi Wina mengenai Hubungan Diplomatik yang telah diratifikasi oleh hampir setiap negara di dunia.

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Kekebalan Diplomatik & Sejarah Kekebalan Diplomatik. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *