Pengertian Assessment, Fungsi, Tujuan Dan Jenis-Jenisnya


Dalam
perencanaan sebuah nilai, proses hasil belajar tidak bisa lepas dari
perencanaan pembelajaran itu sendiri. Artinya, penyusunan rencana penilaian
menjadi hal penting dalam rangkaian program pendidikan dan pembelajaran yang
utuh sehingga tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, seorang guru atau
pendidik wajib mengetahui assessment. Pengertian Assessment sendiri merupakan satu penilaian sebagai
penerapan dan penggunaan berbagai cara serta alat guna memperoleh beragam
informasi terkait dengan hasil belajar dan ketercapaian kompetensi dari setiap
peserta didik. Akan tetapi, jika anda masih bingung, pada dasarnya assessment
merupakan istilah lain dari kata penilaian. Istilah ini juga cukup dekat dengan
istilah evaluasi yang adalah suatu cara atau metode untuk mengetahui hasil
belajar siswa.
Fungsi
dari assessment
Tidak
hanya mengetahui definisi assessment saja, seorang pendidik juga harus
mengetahui fungsi dari assessment. Karena peranannya sangat penting, fungsi ini
dibagi menjadi dua yaitu fungsi formatif dan fungsi sumatif. Adapun penjelasan
lebih rincinya adalah sebagai berikut.
a.    Fungsi
formatif
Pada fungsi ini, Pengertian Assessment memiliki peran untuk memberikan feedback
ataupun umpan balik terhadap para guru khususnya untuk dijadikan sebagai dasar
dalam memperbaiki serta membenahi proses pembelajaran. Selain itu, fungsi ini
juga bisa dipergunakan untuk mengadakan remedial untuk para peserta didik. Dengan
fungsi ini, maka para pendidik akan mengetahui dengan betul kemampuan para
peserta didiknya.
b.    Fungsi
sumatif
Adapun pada fungsi kedua ini, assessment digunakan untuk
menentukan nilai hasil pembelajaran siswa dalam satu mata pelajaran tertentu.
Dengan begitu, hal tersebut bisa digunakan sebagai bahan untuk memberikan
laporan, penentuan kenaikan kelas dan juga penentuan lulus tidaknya siswa. Pada
fungsi ini, assessment dipergunakan untuk mendapatkan hasilnya saja dalam
pembelajaran harian didalam kelas.
Tujuan
adanya assessment
Tujuan
assessment ini ada cukup banyak. Artinya, adanya assessment dalam lingkungan
pendidikan ataupun lingkungan lainnya tidak hanya memiliki satu tujuan saja
akan tetapi tujuan tersebut bisa dilihat dari Chitteden 1994 dimana penilaian
tujuan assessment ialah keeping track, checking-up, finding-out hingga
summing-up. Adapun yang dimaksud dengan keeping track adalah untuk menelusuri
dan juga melacak proses belajar dari peserta didik yang sesuai dengan rencana
pelaksanaan pembelajaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pada tujuan Pengertian Assessment ini
seorang guru wajib mengumpulkan data serta informasi dalam kurun waktu yang
telah ditentukan melalui berbagai jenis teknik penilaian untuk memperoleh
gambaran tentang capaian kemajuan untuk belajar dari peserta didiknya.
Adapun
tujuan checking-up yang dimaksudkan adalah untuk mengecek pencapaian kemampuan
siswa khususnya dalam proses pembelajaran dan kekurangan-kekurangan peserta
didik selama mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru harus
melakukan penilaian agar bisa mengetahui bagian mana dari materi yang ada atau
yang telah dikuasai oleh peserta didik serta mana saja yang belum diketahui.
Dengan kata lain, seorang guru akan benar-benar mengetahui kemampuan peserta
didiknya. 
Tujuan
finding-out yang dimaksud adalah untuk mencari, atau menemukan serta mendeteksi
kekurangan ataupun kesalahan dan kelemahan dari siswa khususnya dalam proses
pembelajaran dengan begitu para pendidik/ guru bisa mencari alternatif
solusinya secara cepat. Sedangkan untuk tujuan terakhir atau summing-up,
assessment bertujuan untuk menyimpulkan tingkat penguasaan siswa terhadap
kompetensi yang telah ditentukan oleh kurikulum ataupun guru. Hasil simpulan
tersebut, bisa dipergunakan oleh guru untuk menyusun laporan khususnya kemajuan
belajar ke berbagai pihak yang ada.
Jenis-jenis
assessment yang perlu diketahui
Dilihat
dari Pengertian Assessment
sendiri, ternyata assessment juga memiliki jenis-jenis yang wajib diketahui
oleh seorang pendidik. Adapun jenis assessment yang sering dipergunakan
diantaranya adalah tes tertulis yang diberikan untuk para siswa untuk
menjawabnya, meliputi:
1.    Penilaian
portofolio dan penilaian proyek
Untuk penilaian ini, tugas bisa berupa investigasi mulai
dari mengumpulkan kemudian mengorganisasikan serta memberikan evaluasi sampai
penyajian data. Dengan begitu, para pendidik akan mengetahui secara jelas
bagaimana daya serap dari penugasan tersebut.
2.    Performance
assessment
Berbeda dengan jenis pertama, untuk jenis performance
assessment, seorang pendidik meminta kepada peserta didik untuk
mendemonstrasikan sekaligus mengaplikasikan pengetahuan dalam berbagai konteks
yang diinginkan. Jenis ini dituntut para siswa/ peserta didik untuk kreatif dan
berani menunjukkan kemampuan mereka terhadap materi yang ada.
3.    Product
assessment dan self assessment
Sedangkan jenis yang terakhir adalah jenis dimana
penilaian ketrampilan melalui pembuatan suatu produk tertentu. Untuk jenis ini
sendiri, para siswa ataupun pendidik yang bersangkutan melakukan sendiri untuk
keperluan KBM di kelas. Jenis ini juga bisa bisa berupa penilaian sikap hingga
penilaian berbasis kelas sehingga para pendidik ataupun siswa perlu
memperhatikan betul dengan sekeliling mereka.
Metode
serta pelaksanaan dari assessment
Bagi
anda yang masih belum mengetahui ataupun ingin mengetahui lebih jauh mengenai
assessment, maka metode atau cara melakukan assessment ini perlu anda ketahui.
Adapun beberapa cara atau metode yang bisa dilakukan untuk melaksanakan
assessment adalah sebagai berikut.
1)    Melakukan
observasi
Pada tahap ini, para pendidik peru melakukan pengamatan
yang dilakukan terhadap cara belajar siswa. Tidak sampai pada cara belajar saja
karena tingkah laku siswa pada saat belajar juga perlu di observasi sehingga
penilaiannya nanti akan lebih teliti dan lebih tepat.
2)    Melakukan
tes atau evaluasi hasil
Selain itu, metode assessment kedua yang bisa dilakukan
adalah dengan melihat pada hasil belajar yang tentu saja diperoleh dari
pemberian tes pada setiap bidang pengajaran. Dengan begitu, pendidik akan
mengetahui kemampuan dari peserta didik itu sendiri.
3)    Melakukan
wawancara
Adapun pada metode terakhir, wawancara bisa dilakukan
terhadap orang tua ataupun keluarga dan siswa itu sendiri untuk mengetahui
penilaian pada siswa.
Sedangkan
untuk melakukan metode-metode diatas, alat-alat yang bisa dipergunakan untuk
mengolah data yang diperoleh bisa berupa checklist dan skala nilai. Checklist
itu sendiri merupakan pemberian tanda pada bagian-bagian yang telah ditentukan
pada pedoman yang sesuai dengan kemampuan anak itu sendiri. Adapun pada skala
nilai yaitu bentuk penilaian yang mengarah khusus pada kemampuan ataupun
prestasi belajar dari siswa itu sendiri. Untuk bentuk laporan, pendidik bisa
melaporkan hasil assessment tersebut bisa berupa grafik, data kualitatif, dan
data kuantitatif.
Adapun
pada pelaksanaan assessment, seorang pendidik bisa menentukan apa yang harus
diberikan atau diajarkan kepada pada siswa secara individu dan bagaimana cara
guru mengajar sehingga siswa akan memperoleh kemajuan yang cukup optimal. Hal
itu disebabkan karena pada hakikatnya guru memiliki tugas untuk membantu
individu siswa agar bisa belajar secara baik serta memperoleh hasil yang cukup
optimal yaitu sesuai dengan kemampuannya. Tidak sampai disitu saja, karena Pengertian Assessment itu
juga memberikan penjelasan bagaimana guru bisa mengajar siswa untuk mencapai
kemajuan yang optimal. Dengan beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan untuk
menentukan cara pengajaran yaitu mengidentifikasikan bidang-bidang mencakup
faktor peristiwa stimulus, harapan, respon serta peristiwa berikutnya untuk
memberikan penilaian sebaik mungkin kepada para peserta didik.
Deskripsi:
Pengertian Assessment merupakan kata lain dari penilaian yang digunakan untuk
memperoleh beragam informasi terkait dengan hasil belajar dan tercapainya
kompetensi siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *