Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan Bentuk Usaha Bela Negara? Ini Penjelasannya


Pendidikan Kewarganegaraan – Semakin maju suatu bangsa akan sulit juga bangsa tersebut untuk melindungi negaranya dari ancaman yang selalu datang. Dengan arus globalisasi dan modernisasi dunia ini suatu Negara akan semakin mudah untuk digoyahkan. Sehingga bukan hanya di dalam negara berkembang saja, melainkan ancaman juga bisa terjadi pada negara maju baik itu ancaman dari luar maupun dari dalam negeri.Namun sepanjang suatu bangsa atau negara tersebut mempunyai rasa nasionalisme dan patriotisme yang kuat, maka yakin dan percayalah bahwa bangsa tersebut akan terus bertahan walau dihujani gempuran dari arah manapun.

Alasanya, setiap warga negara ingin melindungi dan membela negaranya, serta tidak mampu terhasut dengan rayuan dari berbagai hal yang dapat mengancam negaranya. Sebab perlu diketahui bersama bahwa ancaman tersebut bukan cuma ancaman dari serangan fisik seperti peperangan dengan militer, namun ancaman juga bisa terjadi secara nonfisik melalui pengaruh dan penguasaan seperti penyebaran ideologi, ekonomi, pendidikan, budaya dan teknologi.

Sun Tzu yang merupakan Jenderal dari Tiongkok yang terkenal dengan strategi militernya pernah mengatakan bahwa “Seorang pemenang haruslah menang terlebih dahulu, sebelum pergi ke medan perang. Sementara pecundang pergi ke medang perang terlebih dahulu, lalu mencari cara untuk menang.” Maksud dari hal ini, bahwa kemenangan bisa ditempuh atau menguasai sesuatu tanpa harus berperang, dan sekalipun berperang hanyalah sebuah akhir dari segala kemenangan yang didapatkan.

Pribahasa ini sangat kental untuk bagi setiap warga negara mengerti bahwa apa yang sedang kita hadapi adalah sebuah peperangan yang jauh berbeda seperti sejarah Indonesia melawan imperialisme dan kolonialisme. Dengan semangat juang hingga kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, tujuannya adalah untuk membela negara. Pada masa itu, ada banyak usaha bela negara yang bisa dilakukan dan kebanyakan melalui medan perang, dan hanya beberapa kalangan yang mengambil jalan perundingan atau diplomasi seperti yang dilakukan dalam Konferensi Meja Bundar pada 23 Agustus 1949-2 November 1949.



Dengan mengandalkan kemampuan berbicara atau retorika, para tokoh tersebut mampu mengambil sebuah kebijakan hingga terus bergulir melalui jalur politik dengan terbentuknya berbagai partai politik dan perkumpulan saat itu seperti terkenal adalah Perserikatan Nasional Indonesia yang tertua pada. Partai ini didirikan pada 4 Juli 1927 dengan nama Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) dengan ketuanya pada saat itu adalah Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr. Iskak Tjokroadisurjo, dan Mr. Sunaryo. Dengan strategi yang tepat maka usaha dalam membela negara tercapai dimana Indonesia bisa merebut kemerdekaan yang telah lama dinantikan. Walaupun demikian, usaha tersebut harus terus dipertahankan karena ancaman bisa hadir kapan saja, apalagi dengan perkembangan zaman yang semakin modern dengan teknologi yang memegang peran penting saat ini, maka ancaman dari luar tersebut dapat dengan mudah menyalurkan pengaruhnya melalui media sosial contohnya saja dengan memainkan isu SARA.



Apalagi Indonesia terletak dalam silang dunia yakni dua benua dan dua samudra sehingga ancaman tersebut bisa datang dari mana saja. Maka dari itu upaya bela negara adalah sudah sepantasnya dan sewajarnya dilakukan oleh setiap negara sebagaimana ditetapkan dalam batang tubuh UUD 1945 dan ketetapan MPR sebagai dasar hukum bela negara. Namun dalam membangun kecintaan tersebut, dibutuhkan peningkatan pemahaman setiap warga negara Indonesia akan kewajibannya pada negara. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan pendidikan kewarganegaraan.



Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan Bentuk Usaha Bela Negara? Ini Penjelasannya (Foto: Artikelsiana.com)
Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan Bentuk Usaha Bela Negara? Ini Penjelasannya (Foto: Artikelsiana.com)

Pendidikan Kewarganegaraan dan Bela Negara

Upaya bela negara melalui pendidikan kewarganegaraa telah diatur dalam UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dalam Pasal 9 ayat 2 yang berbunyi “Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1), diselenggarakan melalui: 1). Pendidikan kewarganegaraan..,”. Selain itu juga dimuat dalam Pasal 9 ayat 3 yakni “Ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib..,”. Selain itu dalam pendidikan kewarganegaraan bisa menjadi ajang sosialisasi dalam membentuk kecintaan pelajar kepada negaranya melalui pemahaman tentang wawasan nusantara dan pengenalan tentang ideologi negara secara utuh yakni Pancasila dan UUD Pemukaan 1945.

Melalui hal tersebut, maka dengan mempelajari pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi salah satu bentuk usaha bela negara. Olehnya itu, dibutuhkan para pendidik yang terampil agar setiap peserta didik atau pelajar mampu meresapi tentang materi-materi yang terdapat dalam pendidikan kewarganegaraan.

Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan Merupakan Bentuk Upaya Bela Negara?

Karena memberikan wawasan kebangsaan, wawasan bernegara, wawasan kebudayaan dan wawasan nusantara yang membangkitkan jiwa dan rasa nasional dan patriotisme setiap orang khususnya pelajar. Paling tidak, mengetahui hal mendasar sebagai pondasi agar dikemudian hari bisa teraktual dengan sendirinya untuk menjaga bangsa ini dari aspek manapun. Sehingga apabila dipengaruhi oleh rayuan dan godaan, hal itu tidaklah mempan karena pendidikan kewarganegaraan terdapat materi seputar, nasionalisme, patriotisme, bela negara, integrasi bangsa dan berbagai hal tentang materi kebangsaan dan kenegaraan.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan Bentuk Usaha Bela Negara? Ini Penjelasannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *