Mengapa Matahari Disebut Sebagai Bintang? Ini Jawabannya


Tidak sedikit yang bertanya-tanya tentang matahari seperti mengapa matahari disebut sebagai bintang. Sebagai pusat tata surya, matahari disebut bintang karena merupakan bola gas pijar bersuhu tinggi hingga mampu mencapai 6.000 derajat celcius. Namun memang jika diamati secara sederhana, memang mengira bahwa matahari dan bintang mempunyai perbedaan misalnya pada malam hari.

Hal itu karena pada malam hari, bintang bisa terlihat sedangkan matahari tidak dapat dilihat pada malam hari. Demikian ini terjadi karena adanya rotasi bumi sehingga tampak matahari tenggelam dan terbit yang membuatnya pada malam hari tidak kelihatan. Dengan rotasi bumi itu sehingga bumi tidak menyinari wilayah yang membelakanginya. Contohnya jika Asia tenggara disinari matahari maka karena bumi bulat area dibelakangnya seperti benua amerika dan eropa akan terjadi malam.

Selain itu, penampakan matahari dan bintang dianggap tidaklah sama, padahal karena jaraknya yang begitu dekat sehingga membuat matahari memberikan pagi bagi berbeda dengan bintang yang sangat jauh sehingga hanya memberikan kilaun kecil pada malam hari, dan untuk pagi hari suli terlihat karena cahaya matahari yang begitu terang.

Jika berbicara soal jarak matahari sebenarnya bisa dikatakan jauh yakni 93 juta mil sampai dibutuhkan waktu 26 tahun jika melakukan perjalanan ke matahari dan untuk butuh 8 menit 19 detik untuk sinarnya bisa sampai ke Bumi,

Namun juga karena ukurannya yang begitu besar yakni 1.392.684 km atau 109 kali diameter bumi. Matahari memegang 99,8 persen dari massa tata surya dan kira-kira 109 kali diameter Bumi atau sekitar satu juta Bumi menyamai satu Matahari.

Terdapat 4 lapisan penyusun diantaranya inti matahari, fotosfer, kromosfer, dan korona. Setiap lapisan matahari ini mempunyai ciri dan karakteristik masing-masing. Selain itu matahari terdiri atas 3/4 hidrogen dari jumlah seluruhnya dan sisanya adalah helium dan sekitar 1,69% terdiri dari oksigen, karbon, neon, besi dll. Matahari memancarkan gelombang cahaya sinar X, sinar gamma, sinar ultraviolet, sinar inframerah dan gelombang mikro.

Proses pembentukan matahari diawali pada 4,6 milliar tahun yang lalu yang dipicu dari awan molekul besar, terkumpul, memanas dan memadat serta intinya memulai proses fusi termonuklir hingga menjadi pusat tata surya. Jadi untuk menyimpulkan secara sederhana seperti apa itu matahari bisa dikatakan bahwa matahari adalah bola gas yang besar dengan energi raksasa. Suhu yang terdapat diperkiran mencapai 15-20 juta derajat C.

Perlu diketahui bersama bahwa matahari tidaklah sendiri, masih ada matahari-matahari lainnya atau bintang-bintang lainnya dari 100 milliar yang ada di Galaksi Bima Sakti. Sedangkan diprediksi terdapat 170 milliar galaksi yang ada di jagad raya. Orbit matahari ke inti galaksi sekitar 25.000 tahun cahaya yang bisa diselesaikan untuk satu kali revolusi adalah 250 tahun atau bahkan lebih.

Dengan panas yang begitu besar, permukaan bumi mendapatkan energi matahari sekitar 1000 watt per meter persegi. Kurang dari 30% energi tersebut dipantulkan kembali ke angkasa, 47% dikonversikan menjadi panas, 23% dipakai untuk seluruh sirkulasi kerja yang terdapat di atas permukaan bumi, sebagian kecil 0,25 % ditampung angin, gelombang dan arus.

Masih ada bagian yang sangat kecil 0,025 % disimpan melalui proses fotosintesis di dalam tumbuh-tumbuhan yang akhirnya dipakai untuk proses pembentukan batu bara dan minyak bumi (bahan bakar fosil, proses fotosintesis yang memakan jutaan tahun) yang saat ini dimanfaatkan secara ekstensif dan eksploratif bukan hanya untuk bahan bakar tetapi juga untuk bahan pembuat plastik, formika, bahan sintesis lainnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa sumber segala energi adalah energi matahari.

Energi matahari dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara yang berlainan bahan bakar minyak adalah hasil fotosintesis, tenaga hidro elektrik adalah hasil sirkulasi hujan tenaga angin adalah hasil perbedaan suhu antar daerah dan sel surya (sel fotovoltaik) yang menjanjikan masa depan yang cerah sebagai sumber energi listrik.

Mengapa Matahari Disebut Sebagai Bintang?

Berdasarkan dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa jawaban dari pertanyaan “Mengapa Matahari Disebut Sebagai Bintang” adalah:

Hal itu karena matahari dan bintang mempunyai kesamaan dimana bintang memancarkan cahayanya sendiri sedangkan matahari juga memancarkan cahayanya sendiri sebagai bola pijar raksasa. Jika bintang memberikan kilauan kecil pada bumi, maka matahari memberikan pagi hingga sore hari pada bumi karena jarak dan ukurannya begitu besar. Pada malam hari, hanya bintang yang terlihat karena terdapat rotasi bumi yang membuat matahari tidak memancarkan sinarnya pada bagian bumi tersebut yang membelakangi matahari.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Mengapa Matahari Disebut Sebagai Bintang. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *