Macam-Macam Risiko Investasi dan Tipe-Tipe Investor


Investasi merupakan menempatkan kelebihan dana pada suatu instrumen investasi pada jangka waktu tertentu yang di kemudian hari diharapkan mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut.

Pada dasarnya, alasan seseorang berinvestasi, yaitu untuk melindungi kekayaan yang dimiliki dari inflasi, meningkatkan penghasilan di masa depan, dan memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat di masa depan.

Dalam berinvestasi, para investor dapat memilih beragam instrumen investasi baik investasi berupa aset berwujud (real asset), investasi kekayaan pribadi yang tampak, investasi keuangan, dan investasi komoditas.

Pemilihan instrumen investasi tersebut tentunya didasari pertimbangan tujuan investasi, jangka waktu untuk memeroleh keuntungan, karakteristik investor, dan seberapa banyak ingin mendapatkan keuntungan dengan risiko investasi yang akan selalu mengikuti di masing-masing pilihan instrumen investasi.

Oleh karena itu, setiap investor dalam berinvestasi yang pertama kali dilakukan adalah menetapkan sasaran investasi, kemudian membuat kebijakan investasi, memilih strategi portofolio, memilih aset dan terakhir mengukur dan mengevaluasi kinerja.

Hal tersebut tentunya bertujuan agar investor mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan mengurangi risiko yang ada.

Risiko Investasi Keinginan utama dari investor adalah meminimalkan risiko dan meningkatkan perolehan. Asumsi umum bahwa investor individu yang rasional adalah seorang yang tidak menyukai risiko (risk aversive),

Sehingga investasi yang berisiko harus dapat menawarkan tingkat perolehan yang tinggi (higher rates of return), oleh karena itu investor sangat membutuhkan informasi mengenai risiko dan pengembalian yang diinginkan.

Tahukah Kamu Risiko Investasi?

Risiko investasi yang sering dihadapi oleh investor, yaitu:

    1. Market risk (risiko pasar), sering disebut juga sebagai interest rate rish, nilai investasi akan menjadi turun ketika suku bunga meningkat yang mengakibatkan pemilik investasi mengalami capital loss;
    2. default risk adalah risiko apabila penerbit aset gagal membayar bunga atau bahkan pokok aset;
    3. Inflation risk adalah risiko menurutnya nilai riil aset karena inflasi:
    4. Currency risk adalah risiko menurunnya nilai aset karena penurunan nilai tukar mata uang yang dipakai oleh aset;
    5. Political risk adalah risiko menurunnya nilai aset karena perubahan dalam peraturan atau hukum karena perubahan kebijakan pemerintah.

Tipe-Tipe Investor

Berikut adalah beberapa tipe investor dalam berinvestasi.

1. Risk Avoider (Takut pada Risiko)

Investor dengan tipe risk avoider cenderung berhati-hati dan menghindari risiko yang akan timbul sehingga disebut juga dengan safety player. Risk Avoider akan kesulitan menjadi pemimpin dan lebih banyak menjadi follower bukan seorang inovator.

2. Risk Indifference (Hati-hati pada Risiko)

Investor ini kecenderungan kehati-hatiannya begitu tinggi maka biasanya setelah keputusan tersebut diambil, investor tidak akan mengubahnya begitu saja. Perhitungan atas segala dampak yang akan terjadi jika keputusan dibuat selalu dipertimbangkan sehingga terkesan tipe peragu.

3. Risk Seeker/Risk Lover (Suka pada Risiko)

Karakteristik investor ini sangat menyukai risiko karena beranggapan semakin tinggi risiko maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang akan diperoleh. Prinsip ini begitu menonjol dan memengaruhi besar terhadap setiap keputusan yang akan diambil.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Macam-Macam Risiko Investasi dan Tipe-Tipe Investor. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Daftar Pustaka/Referensi: 

Gusti Ayu Ketut Rencana Sari Dewi dan Diota Prameswari Vijaya. 2019. Investasi dan Pasar Modal Indonesia. Ed. 1, Cet. 2. Depok: Rajawali Pers. Halaman: 5-11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *