Macam-Macam Hutan dan Ciri-Cirinya? Ini Jawabannya


Pada mulanya di muka bumi ini belum terdapat kehidupan sama sekali. Bahkan tumbuh-tumbuhan pun belum ada. Barulah sekitar 450 juta tahun, mulai ada kehidupan berupa air dalam bentuk benang-benang ganggang. Setelah melewati berjuta-juta tahun, kehidupan mulai merambat dan tumbuhlah berbagai tumbuhan semak dan pohon-pohon besar.

Pohon-pohon ini membentuk sebuah hutan dengan berbagai macam keindahan dan kekayaan didalamnya. Hutan menjadi penyokong berbagai makhluk untuk hidup dan berkembang terutama bagi manusia. Sebab hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak ternilai harganya dan dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan manusia.

Namun ada juga hutan yang mempunyai ciri atau karakteristik tertentu yang dapat membedakan jenis hutan yang biasa dikenal manusia dimana begitu banyak pohon besar dan sangat menyeramkan.

Macam-Macam Hutan dan Ciri-Cirinya

Ada juga hutan yang berbeda dengan apa yang ada di pikiran kita selama ini. Sejalan dengan hal itu, pada kali ini penulis akan menginformasikan tentang macam-macam hutan dan ciri-cirinya sebagai berikut:

a. Hutan Rimba

Hutan rimba banyak terdapat di daerah tropis, yaitu daerah di garis khatulistiwa. Di daerah tropis biasanya curah hujan tinggi. Tidak mengherankan jika di hutan tropis ditumbuhi oleh pepohonan yang lebat sekali. Pohon yang satu dengan yang lainnya rapat dan sulit ditembus oleh manusia. Hutan rimba dihuni oleh binatang yang buas dan bertubuh kuat.

Binatang yang bertahan hidup di tempat ini adalah jenis binatang yang mempunyai ke tahanan untuk hidup di dalam hutan yang hanya ditumbuhi oleh pohon-pohon yang besar dan kuat. Tidak ada ladang dan sabana. Jadi, di dalamnya hanya berisi pepohonan yang padat. Binatang yang hidup di hutan rimba adala babi hutan, kera, gajah, macan kumbang, macan tutul, dan berbagai jenis binatang yang tergolong kuat.

b. Hutan Belantara

Hutan belantara adalah hutan yang berselang-seling dengan padang rumput. Hutan belantara terdapat di daerah tropis bagian luar serta daerah yang beriklim sedang. Hutan belantara tidak selebat hutan rimba. Pohon-pohonnya pun tidak sepadat pohon di hutan rimba. Binatang yang menghuni hutan belantara lebih banyak jenisnya jika dibandingkan dengan binatang yang terdapat di hutan rimba.

Area hutan belantara tidak semuanya ditumbuhi pepohonan, akan tetapi ada area-area tertentu yang hanya ditumbuhi padang rumput. Itulah sebabnya, binatang yang mendiami hutan belantara adalah binatang pemakan rumput. Binatang yang biasanya hidup di hutan belantara adalah kijang, rusa, kambing liar, banteng, kerbau liar, badak, jerapah, zebra, dan sebangsanya.

c. Hutan Lindung

Hutan lindung adalah hutan yang sengaja dijaga kelestariannya dengan tujuan agar daerah di sekitar hutan dapat terlindungi. Kita telah mengetahui bahwa hutan berfungsi membantu kehidupan masyarakat yang bermukim di sekitar hutan. Salah satu contoh sederhana yang dapat kita angkat untuk membuktikan bahwa hutan membantu kehidupan masyarakat, yakni tersedianya air bersih.

Penduduk yang berdomisili di dekat hutan akan mudah mendapatkan air bersih. Akan tetapi, jika masyarakat di sekitar hutan menebang pohon-pohon yang ada atau merusak hutan, air bersih lambat laun akan mengecil debitnya. Nah, cobalah bandingkan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dengan masyarakat yang mendiami wilayah kering dan tandus, Berbeda bukan?

Di sekitar hutan pasti banyak buah-buahan yang lezat. Area pertanian subur karena dapat ditanami dengan sayur-sayuran sepanjang tahun. Kemudahan ini disebabkan oleh persediaan air yang tidak pernah kering. Akan tetapi, kalau jauh dari hutan, masyarakat akan kesulitan air. Apalagi kalau kemarau panjang. Air bersih sulit dicari. Sinar matahari akan menyengat dengan teriknya. Tanaman banyak yang mati. Debu beterbangan ke mana- mana. Wabah penyakit pun merajalela.

d. Hutan Industri

Dewasa ini banyak industri yang menggunakan kayu sebagai bahan baku. Produksi kayu lapis Indonesia diekspor ke negara Eropa dan Jepang. Pada mulanya bahan baku industri kayu lapis tidak sulit dicari. Hutan kita mampu menyediakan kebutuhan bahan baku. Untuk mengatasi hutan dari kepunahan pemerintah telah mengambil langkah-langkah kebijaksanaan.

Saat ini telah ditanam berbagai jenis kayu khusus untuk kebutuhan industri. Sebagai bagian dari kebijaksanaan pemerintah kita terhadap rehabilitasi lahan dan penyediaan bahan baku industri maka pemerintah kita, dalam hal ini Departemen Kehutanan, telah mencanangkan pembangunan hutan tanaman industri seluas 6,2 juta hektar.

Selain upaya di atas, pemerintah juga telah memprogramkan penanaman berbagai jenis kayu komersial yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pohon-pohon tersebut meliputi pohon jati (Tectona gradis) dan pohon kayu komersial lainnya melalui program khusus yang disebut hutan tanaman industri (HTI) Hutan tanaman industri bertujuan agar hutan dapat memberikan hasilnya secara berkesinambungan dan lestari.

Hutan tanaman industri menitikberatkan pada upaya memenuhi kebutuhan industri kayu dan pulp (bahan pembuat kertas berupa bubur). Dalam Pelita V pembangunan hutan tanaman industri (HTI) ditargetkan seluas 1,5 juta hektar. Kendala yang dihadapi untuk pengelolaan hutan tanaman industri adalah kurangnya tenaga kerja yang disebabkan oleh letak lokasi proyek ini yang berada di daerah terpencil.

Upaya pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah memadukan program ini dengan program transmigrasi. Hutan tanaman industri adalah hutan yang dikelola dan diusahakan berdasarkan asas kelestarian, asas manfaat, dan asas perusahaan. Hal ini dikelola dan diusahakan dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur intensif untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri.

e. Hutan Cagar Alam

Apa yang disebut hutan cagar alam? Hutan cagar alam adalah area hutan yang sengaja dilindungi kelestariannya oleh negara. Di dalam hutan cagar alam banyak terdapat tanaman langka serta jenis-jenis binatang yang hampir punah. Para pengunjung yang masuk ke kawasan hutan cagar alam harus mendapat izin khusus dari petugas.

Bagi pengunjung yang telah mendapat izin memasuki kawasan hutan tidak diperkenankan merusak atau mengganggu binatang ataupun tumbuhan yang ada di dalam hutan cagar alam tersebut. Untuk mencegah terjadinya perusakan, para pengunjung yang akan me-masuki hutan cagar alam dilarang membawa barang-barang seperti tas, senjata tajam, senapan angin, ataupun senjata api.

Sebelum pengunjung masuk ke area hutan, barang-barang yang dianggap dapat mengganggu isi hutan harus dititipkan di pos penjagaan. Hutan cagar alam sangat berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Area hutan cagar alam acap kali dipergunakan sebagai tempat penelitian. Para ahli dapat meneliti dunia binatang dan tumbuh-tumbuhan di hutan itu. Para siswa juga dapat mengunjungi hutan cagar alam untuk mengetahui kehi- dupan burung, kehidupan binatang, dan dapat juga mengenali dunia tumbuh- tumbuhan.

f. Hutan Wisata

Hutan wisata adalah suatu kawasan hutan yang sengaja dikelola untuk keperluan wisata. Di dalam hutan wisata, suasana dan kondisinya ditata sehingga dapat memberikan kesan khusus atau kenyamanan bagi para pengunjung. Di dalam hutan wisata sering kita jumpai jalan setapak yang sifatnya alami. Akan tetapi, biasanya oleh pengelola hutan wisata dibuatkan lorong-lorone yang lebih indah sebagai daya tarik agar pengunjung senang dan betah berada di tempat itu.

Selain itu, kadang-kadang dibuatkan pula tempat duduk yang sifatnya alami agar pengunjung lebih santai menikmati keindahan alam sambil menyaksikan burung-burung berkicau. Jenis tumbuhan yang ada di hutan wisata tidak jauh berbeda dengan tumbuhan hutan alam pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada peruntukannya.

Kelebihan hutan wisata terlihat pada penataan tanaman yang lebih rapi dan menarik. Jadi, yang menonjol adalah suasana keindahan dan kenyamanan. Itulah syarat utama bagi objek wisata. Hutan wisata kini telah ada di seluruh Indonesia. Gunakanlah libur panjang kalian untuk melancong ke hutan wisata yang ada di sekitar tempat tinggalmu!

Berkarya wisata ke hutan memang menyenangkan. Gemercik air yang keluar dari sela-sela pohon dapat menghibur hati yang sedih. Di hutan kita dapat bernapas lega karena udara yang kita hirup sangat bersih dan alami tanpa polusi.

g. Hutan Buah-buahan

Hutan buah-buahan adalah hutan yang didalamnya ditumbuhi oleh ber- bagai jenis buah-buahan. Pohon buah-buahan yang dimaksudkan di sini adalah buah-buahan yang pohonnya tinggi dan besar, misalnya pohon durian, pohon nangka, duku, sentul, mangga, atau leci. Hutan buah-buahan akan lebih baik jika dipadukan dengan hutan wisata. Para pengunjung akan lebih merasa senang dapat menikmati keindahan alam sekaligus dapat mencicipi berbagai macam buah-buahan yang berbuah lebat.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Macam-Macam Hutan dan Ciri-Cirinya? Ini Jawabannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman. 

Daftar Pustaka/Referensi:

Safii. 1999. Cintailah Lingkungan Hidupku. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *