Macam-Macam Bentuk Penelitian


Secara garis besar, penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana suatu bentuk penelitian dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tinjauan tersebut termasuk: aspek tujuan, aspek metode, dan aspek bidang kajian.

1. Klasifikasi bentuk penelitian dari aspek tujuan, pertama yang hendak dibahas dalam subtema ini adalah penelitian dari aspek tujuan (Gay, 1981). Ada dua macam tujuan, yaitu penelitian dasar dan penelitian lanjut:

a. Penelitian dasar. Suatu bentuk penelitian dikatakan penelitian dasar apabila para peneliti yang melakukan penelitian mempunyai tujuan perluasan ilmu dengan tanpa memikirkan pada pemanfaatan hasil penelitian tersebut untuk manusia maupun masyarakat.

Penelitian yang demikian itu banyak dilakukan oleh negara-negara maju yang memang dana pendidikan maupun dana penelitian tidak menjadi problem. Contoh penelitian di bidang kedokteran untuk menemukan spesies baru, mereka para peneliti menggunakan bioteknologi melakukan kloning dari binatang maupun tumbuh-tumbuhan.

Para ahli geologi kelautan berusaha menggunakan kapal selam khusus melakukan eksplorasi masuk ke dalam lautan untuk mengetahui dan menggambarkan kehidupan laut dalam Para Astronom meluncurkan satelit dengan mikroskop yang modern melihat keadaan bintang di angkasa raya. Para ahli pendidikan berusaha menggunakan binatang untuk menyelidiki kehidupan, karakteristik dan tingkah laku tertentu, dan masih banyak lagi.

Hasil penelitian mungkin belum dimanfaatkan saat ini, tetapi mungkin sangat berguna untuk kehidupan yang lebih baik dalam abad teknologi dan informasi masa yang akan datang.

b. Penelitian terapan atau sering disebut sebagai applied research. Para peneliti dalam hal ini mengadakan penelitian atas dasar permasalahan yang signifikan dan hidup di masyarakat sekitarnya.

Tujuan para peneliti yang utama adalah pemecahan masalah dan hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individual maupun secara kelompok maupun keperluan industri atau pengusaha dan bukan untuk wawasan keilmuan.

Penelitian terapan ini pada umumnya, setting yang digunakan juga persoalan di sekitar manfaatnya untuk manusia Oleh karena itu. sudah wajar jika hasilnya juga berupa jawaban yang nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang bersangkutan.

Contoh penelitian terapan di antaranya termasuk survei konsumen yang dilakukan oleh sebuah toko dan supermarket, penelitian undakan tentang alat-alat teknologi pertanian dan alat produksi dalam suatu perusahaan.

Penelitian pendidikan yang berkaitan dengan bagaimana meningkatkan keinginan belajar siswa. implementasi kurikulum. peningkatan kualitas, dan sebagainya.

2. Klasifikasi penelitian menurut aspek metode. Pengelompokan bentuk penelitian yang sering pula dilakukan oleh para peneliti adalah klasifikasi bentuk penelitian menurut aspek metode yang digunakan. Beberapa macam bentuk penelitian dilihat dari segi metode dapat dilihat dalam keterangan di bawah ini:

a. Penelitian deskriptif. Klasifikasi yang pertama sering ditemui dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan ialah penelitian deskriptif. Pada penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis.

Penelitian deskriptif ini juga disebut penelitian pra eksperimen. Karena dalam penelitian ini mereka melakukan eksplorasi, menggambarkan, dengan tujuan untuk dapat menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh di lapangan.

Penelitian deskriptif ini hanya berusaha menggambarkan secara jelas dan sekuensial terhadap pertanyaan penelitian yang telah ditentukan sebelum para peneliti terjun ke lapangan dan mereka tidak menggunakan hipotesis sebagai petunjuk arah atau guide dalam penelitian.

b. Penelitian sejarah. Penelitian sejarah atau historical research ini juga dilihat sepintas sama dengan penelitian deskriptif. Keduanya sama-sama menggunakan penggambaran secara komprehensif tentang objek atau subjek penelitian Yang membedakan dalam penelitian sejarah, peneliti lebih memfokuskan pencarian data dengan metode wawancara pada pelaku sejarah, misalnya para pimpinan yang terlibat dan tokoh-tokoh masyarakat yang mengalami dan menggunakan sumber-sumber lain termasuk objek peninggalan kejadian, prasasti, dan buku-buku yang berkaitan erat dengan peristiwa yang diteliti.

Tujuan dari kegiatan tersebut ialah untuk memperoleh gambaran secara objektif terhadap peristiwa besar atau objek yang diteliti. Di negara berkembang termasuk di Indonesia ini, penelitian sejarah belum menjadi perhatian yang serius oleh para ahli di bidangnya. Oleh karena itu, tidak aneh jika terjadi penyimpangan terhadap objektivitas yang dapat berakibat seperti berikut.

    1. Peristiwa besar dalam kehidupan masyarakat yang diambil dengan metodologi penelitian yang valid masih kurang.
    2. Peristiwa biasa menjadi peristiwa legendaris dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
    3. Banyak digunakan oleh para penguasa untuk memperoleh legitimasi yang lebih besar dan melanggengkan kekuasaannya.

c. Penelitian survei. Bentuk penelitian yang kedua ini sering pula disebut sebagai penelitian normatif atau penelitian status. Penelitian survei biasanya tidak membatasi dengan satu atau beberapa variabel.

Para peneliti pada umumnya dapat menggunakan variabel serta populasi yang luas sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Hasil yang luas dari penelitian survei juga dapat digunakan untuk bermacam-macam tujuan seperti berikut.

    1. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bentuk awal penelitian yang telah direncanakan untuk ditindaklanjuti dengan penelitian-penelitian lain yang lebih: spesifik.
    2. Dengan penelitian survei, para peneliti dapat melakukan eksplorasi dan deskriptif sebagai tujuan penelitian.
    3. Dengan penelitian ini, mereka juga dapat melakukan klasifikasi terhadap permasalahan yang hendak dipecahkan kemudian.

d. Penelitian ex-postfakto. Penelitian ini disebut penelitian ex-postfakto karena para peneliti berhubungan dengan variabel yang telah terjadi dan mereka tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti. Pada penelitian ini variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat atau dependent variable sudah dinyatakan secara eksplisit, untuk kemudian dihubungkan sebagai penelitian korelasi atau diprediksi jika variabel bebas mempunyai pengaruh tertentu pada variabel terikat.

Sedangkan untuk mencari hubungan maupun prediksi, seorang peneliti sudah dianjurkan menggunakan hipotesis sebagai petunjuk dalam pemecahan permasalahan penelitian.

e. Penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. Karena dalam penelitian eksperimen para peneliti melakukan tiga persyaratan dari suatu bentuk penelitian. Ketiga persyaratan tersebut, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi.

Dalam penelitian eksperimen ini, peneliti juga harus membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi dua grup, yaitu grup treatment atau yang memperoleh perlakuan dan grup kontrol yang tidak memperoleh perlakuan. Penelitian eksperimen karena peneliti sudah melakukan kegiatan mengontrol maka hasil penelitian dapat menentukan hubungan kausal atau sebab dan akibat.

Penelitian eksperimen juga diharuskan menggunakan hipotesis dan melalui pengamatan, peneliti menguji hipotesis tersebut dalam kondisi eksperimen, yaitu kondisi yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa (laboratorium).

Sehingga tidak ada kontaminasi di antara variabel yang diteliti. Bidang kedokteran, pertanian, psikologi, dan bidang teknik adalah di antara bidang-bidang ilmu pengetahuan yang banyak menggunakan penelitian eksperimen.

f. Penelitian kuasi eksperimen. Kuasi arti lain dari semu. Penelitian kuasi eksperimen dapat diartikan sebagai penelitian yang mendekati eksperimen atau eksperimen semu. Bentuk penelitian ini banyak digunakan di bidang ilmu pendidikan atau penelitian lain dengan subjek yang diteliti adalah manusia, di mana mereka tidak boleh dibedakan antara satu dengan yang lain seperti misalnya mendapat perlakuan karena berstatus sebagai grup kontrol.

Pada penelitian kuasi, eksperimen peneliti dapat membagi grup yang ada dengan tanpa membedakan antara kontrol dan grup secara nyata dengan tetap mengacu bentuk alami yang sudah ada. Sebagai contoh, pada suatu sekolah semua siswa di kelas A dipilih sebagai grup treatment. Sedangkan seluruh murid kelas B di sekolah yang lain menjadi grup kontrol.

Dengan cara ini jika ada perlakuan yang membedakan tidak lekas tampak dan diketahui oleh subjek yang bersangkutan. Yang membedakan antara penelitian eksperimen dan kuasi eksperimen adalah peneliti harus berhati-hati dalam menarik hubungan kausal yang terjadi, karena dalam penelitian kuasi eksperimen kita tidak dapat mengontrol dan memanipulasi secara bebas dan intensif.

3. Klasifikasi penelitian menurut bidang garapan. Variasi bentuk penelitian juga dapat dilihat dari objek yang diteliti, tergantung dari keahlian dan bidang yang hendak digunakan sebagai aspek pembeda. Bentuk penelitian dapat juga dibedakan menjadi penelitian kependidikan dan nonkependidikan.

a. Penelitian kependidikan. Bidang garapan yang menjadi pokok penelitian adalah menekankan pada sekitar masalah pendidikan, baik yang mencakup faktor internal pendidikan termasuk: komponen guru, siswa, kurikulum sistem pengajaran, manajemen pendidikan, dan hubungan lembaga dengan masyarakat.

Di samping itu, penelitian juga mencakup faktor-faktor eksternal seperti: kebijakan pemerintah terhadap lembaga pendidikan, pengaruh gaya hidup elit politik terhadap prospek pendidikan, pengaruh kehidupan sosial dan ekonomi terhadap pendidikan generasi muda, dan sebagainya.

b. Penelitian nonkependidikan. Penelitian nonkependidikan ini mempunyai cakupan yang luas sekali seluas bidang keahlian dan variasi dari pembaca, dapat dimasukkan sebagai penelitian nonkependidikan. Untuk memberikan semacam acuan di bawah diberikan kemungkinan contoh-contoh penelitian nonkependidikan: penelitian sosial, ekonomi, politik, kebijakan pemerintah, sejarah, antropologi, pertanian, teknologi, penelitian agama dan peradaban masyarakat, dan sebagainya.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Macam-Macam Bentuk Penelitian? Ini Jawabannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Daftar Pustaka/Referensi: 

Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Cet IV. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hlm: 13-17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *