Jenis Investasi, Tujuan dan Tipe-Tipenya


Sebagian besar penghasilan yang kita peroleh akan dipergunakan untuk kegiatan konsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan primer sekunder, maupun tersier. Akan tetapi, kebutuhan di masa yang akan datang ataupun kebutuhan mendesak terkadang tidak dimasukkan dalam alokasi pengeluaran sebagai pengurang penghasilan.

Di sinilah perlunya investasi untuk mengalokasikan sebagian penghasilan yang kita peroleh untuk memenuhi kebutuhan di masa yang datang. Oleh karena itu, penundaan konsumsi pada saat ini yang dimasukkan ke dalam suatu aktiva atau proses produksi yang produktif yang nantinya hasilnya dapat dikonsumsi dapat dikatakan sebagai investasi.

Terdapat berbagai alasan mengapa seseorang berinvestasi, antara lain ada yang menginginkan memeroleh tambahan penghasilan di masa depan atau di masa pensiunnya dengan cara berinvestasi. Ada pula yang bertujuan ingin melipatgandakan penghasilannya saat ini.

Berbagai tujuan investor ini pada dasarnya adalah untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Investor dapat memilih ingin mendapatkan keuntungan atau tambahan penghasilan dalam jangka waktu pendek atau panjang yang juga nantinya akan berpengaruh pada keputusan pemilihan instrumen investasi.

Terdapat berbagai macam pilihan instrumen investasi yang tersedia baik di pasar modal maupun pasar uang yang disesuaikan dengan kemampuan pendanaan kita. Pemilihan instrumen investasi juga dipengaruhi oleh seberapa besar keuntungan yang kita harapkan dan risiko investasi yan mengikuti instrumen investasi yang kita pilih tersebut. Tetapi sebelum mengetahui lebih dalam tentang investasi itu, tahukah anda, tujuan, jenis dan tipe investasi itu?

Jenis Investasi 

Investasi menurut Abdul Halim (2005) pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memeroleh keuntungan di masa mendatang. Investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu.

Dengan adanya aktiva produktif, penundaan konsumsi sekarang untuk diinvestasikan ke aktiva yang produktif tersebut akan meningkatkan utility total. Berikut adalah jenis dari investasi.

1. Investasi kekayaan riil (real property)

Investasi yang dilakukan pada aset yang tampak secara nyata seperti tanah, bangunan dan yang secara permanen melekat pada tanah termasuk apartemen, ruko, kondominium dan sebagainya.

2. Investasi kekayaan pribadi yang tampak (tangible personal property)

Investasi yang dilakukan pada benda-benda seperti emas, berlian, barang antik dan termasuk benda-benda seni seperti lukisan dan lain- n lain.

3. Investasi keuangan (financial investment)

Investasi yang dilakukan pada surat berharga baik uang (money market) seperti Deposito, SBI, SBPU maupun surat berharga di pasar modal (capital market) seperti saham, obligasi, dan berbagai bentuk surat berharga pasar modal lainnya. yang ada di pasar

4. Investasi komoditas (commodity investment)

Investasi yang dilakukan pada komoditas dalam artian barang seperti kopi, kelapa sawit dan lain-lain. Investasi pada sektor ini disebut sebagai perdagangan berjangka.

Tujuan Investasi

Untuk mencapai suatu efektivitas dan efisiensi dalam keputusan maka diperlukan ketegasan akan tujuan yang diharapkan. Begitu pula halnya dalam bidang investasi kita perlu menetapkan tujuan yang hendak dicapai, yaitu

    1. Terciptanya keberlanjutan (continuity) dalam investasi tersebut;
    2. Terciptanya profit yang maksimal atau keuntungan yang diharapkan (profit actual);
    3. Terciptanya kemakmuran bagi para pemegang saham;
    4. Turut memberikan andil bagi pembangunan bangsa:.
    5. Mengurangi tekanan inflasi;
    6. Morongan untuk menghemat pajak.

Tipe-Tipe Investasi

Pada saat seseorang pebisnis atau mereka yang memiliki kelebihan dana dan ingin berinvestasi maka ia dapat memilih dan memutuskan tipe aktiva keuangan seperti apa yang akan dipilihnya. Dalam hal ini ada dua tipe investasi yang dapat dipilih.

1. Investasi Langsung (Direct Investment)

Apabila mereka yang memiliki dana yang dapat langsung berinvestasi dengan membeli secara langsung suatu aktiva keuangan dari suatu perusahaan yang dapat dilakukan baik melalui perantara atau berbagai cara lainnya. Investasi secara langsung ada beberapa macam yaitu danat disarikan sebagai berikut.

a. Investasi langsung yang tidak dapat diperjualbelikan:

    1. Tabungan
    2.  Deposito

b. Investasi langsung dapat diperjualbelikan:

    1. Investasi langsung di pasar uang meliputi: T-bill dan deposito yang dapat dinegosiasikan.
    2. Investasi langsung di pasar modal meliputi:  (a) Surat-surat berharga pendapatan tetap meliputi: T-Bond, federal agency securities, municipal bond, corporate bond, convertible bond; b) Saham-saham, meliputi saham preferen dan saham biasa. ; c) Investasi langsung di pasar turunan, meliputi opsi (waran, opsi put, opsi cal) dan Future Contract.

2. Investasi Tidak Langsung (Indirect Investment)

Indirect investment (investasi tidak langsung) adalah mereka yang memiliki kelebihan dana dapat melakukan keputusan investasi dengan tidak terlibat secara langsung atau pembelian aktiva keuangan cukup hanya dengan memegang dalam bentuk saham dan obligasi saja.

Mereka yang melakukan kebijakan investasi tidak langsung umumnya cenderung tidak terlibat dalam pengambilan keputusan penting pada suatu perusahaan. Contohnya membeli saham dan obligasi yang dijual di pasar modal dan itu juga biasanya dilakukan melalui perusahaan investasi atau adanya perantara. Dengan begitu kita dapat memahami bahwa perantara tersebut akan mendapatkan sejumlah keuntungan yang dianggap sebagai fee.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Jenis Investasi dan Tujuannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Daftar Pustaka/Referensi: 

Gusti Ayu Ketut Rencana Sari Dewi dan Diota Prameswari Vijaya. 2019. Investasi dan Pasar Modal Indonesia. Ed. 1, Cet. 2. Depok: Rajawali Pers. Halaman: 2-5.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *