Jelaskan Struktur Pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno? Ini Sejarahnya


Struktur Pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno –¬†Dalam sejarahnya, latar belakang terbentuk dan berdirinya kerajaan mataram kuno berawal dari aksi balas dendam. Aksi itu dilakukan Sanjaya. Pada awalnya, Sanjaya adalah keponakan raja yang memerintah di jawa, Sanna, dari kerajaan Galuh yang tengah mengalami kekacuan yang akhirnya Sanjaya dibawa lari ibunya bersama Sanna ke Kerajaan Sunda, berniat menuntut balas atas Purbasora dan keluarganya.

Saat dia menjadi Raja Sunda karena menikahi putri raja Sunda Tarusbawa, akhirnya Sanjaya mendapat dukungan penuh di Jawa Barat sampai suatu kesempatan ia kembali ke Jawa Tengah dan mewarisi wilayah kerajaan dari ibunya, yang merupakan saudara Raja Galuh, Sanna di Mataram. Maka, berdirilah kerajaan Mataram Kuno yang berada di Medang Kamulan pada tahun 752 M.

Pemerintahan di Kerajaan Mataram Kuno

Pemerintahan kerajaan mataram kuno yang dipimpin oleh Sanjaya yang beragama Hindu yang dikenal arif dan gagah berani yang menata pemerintahan dari kekacauan yang pernah terjadi. Pemerintahannya, banyak daerah takluk dan mengusahakan kehidupan sosial ekonomi yang baik. Sanjaya digantikan oleh Raja Panangkaran atau bernama Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran seperti dalam Prasasti Kalasan (778 M) berhuruf Pranagari dan berbahasa Sanskerta. Hasil pemerintahannya adalah Raja Panangkaran mendirikan Candi Kalasan untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta Buddha.

Raja Panangkaran agama Buddha berkembang luas dan rakyat mataram banyak memeluk agama Buddha. Ketenangan itu berubah setelah berakhirnya pemerintahan Raja Pangkaran yang muncul konflik internal, ada yang ingin mengembangkan agama Hindu dan ada Budha. Dari sinilah muncul dua cabang keluar dalam silsilah Dinasti Syailendra dan dua cabang kekuasaan yang satunya mengembangkan kekuasaan dan pengaruh di Jawa Tengah bagian utara dan yang satunya memeluk agama Buddha mengembangkan kekuasaannya di Jawa Tengah bagian selatan.



Adapun candi-candi keluarga Sanjaya di Jawa tengah bagian utara adalah candi-candi kompleks Percandian Dieng yakni Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Semar dan candi di kompleks Percandian Gedong Sanga. Sedangkan keluarga Syailendra di Jawa Tengah bagian selatan meninggalkan beberapa candi Buddha yakni Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Ngawen.



Dari keempat candi itu, Candi Borobudur merupakan candi yang sangat terkenal dan termasuk salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur mulai dibangun pada tahun 824 M pada masa pemerintahan Raja Samaratungga. “Arsiteknya” adalah Gunadharma. Pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Pramodharwadhani dan Rakai Pikatan.



Struktur Pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno

Sistem pemerintahan mataram kuno adalah kerajaan yang berdiri pada abad ke 8 hingga 11. Sistem ini dikenal dengan dinasti dan dipegang oleh raja. Di mataram kuno terdapat beberpa bagian raja yaitu Datu dan Sri Maharaja. Selanjutnya, kerajaan ini terdiri atas dua dinasti yaitu dinasti yakni dinasti sanjaya dan dinasti Syailendra.

Struktur pemerintahan (birokrasi) mataram kuno Hindu punya struktur yakni pusat dan daerah watak. Untuk pusat adalah ibu kota, istana dan tempat tinggal keluarga dan raja, pejabat pemerintahan serta abdi. Sedangkan daerah ‘watak’ adalah daerah yang dikuasai para ‘rakai’ atau kepala daerah yang berstatus pejabat tinggi. Dari prasasti, diperkirakan terdapat 100 daerah watak yang terdiri atas beberapa ‘wanua’ atau desa. Sedangkan Wanua dikuasai oleh seorang yang disebut ‘rama’.

Daerah atau tempat istimewa disebut ‘sima‘ untuk kepentingan agama, balas jasa, pelindung, pengayom. Terdapat ‘Samngat’ nama jabatan keagamaan atau kehakiman yang bertugas untuk memutus perkara/hakim juga seorang agamawan Hindu atau Buddha. Di daerah watak terdapat birokrat yang bergelar rakai yang bisa saja diisi oleh putra mahkota, para pangeran, pejabat pusat. Dalam watak punya pembantu disebut “Parujar (juru bicara)”, “citralekha (juru tulis), “pangurang “(pemungut pajak)” dan “pitungtung ni parujar (kurir penghubung antar pusat dan daerah).

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Jelaskan Struktur Pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno? Ini Sejarahnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *