Jelaskan Sistem Pembelajaran Yang Dilaksanakan Di Pesantren? Ini Metodenya


Sistem Pembelajaran Yang Dilaksanakan Di Pesantren – Pendidikan adalah upaya mewariskan nilai-nilai luhur, pendidikan akan menjadi penentu bagi nasib umat manusia. Terdapat banyak hal lembaga pendidikan Indonesia, baik itu yang formal atau non formal selalu eksis dan ikut dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa seperti lembaga pendidikan pondok pesantren. Diketahui pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di negeri ini yang sifatnya non formal.

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga yang telah mampu membawa pengaruh cukup besar, karena sumber nilai dan norma-norma agama merupakan kerangka acuan dan berpikir serta sikap ideal para santri sehingga pesantren sering disebut sebagai alat transformasi kultural yang berfungsi sebagai lembaga pendidikan, dakwah kemasyarakatan bahkan sebagai lembaga perjuangan.

Dalam sejarahnya, pondok pesantren mempunyai perjuangan yang berperan penting dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia pra kemerdekaan dan perjuangan dalam kemerdekaan. Berbicara soal pendidikan pesantren sangatlah unik, sebab mempunyai sistem yang tidak hanya berbicara soal pembelajaran saja tetapi mempunyai sisi yang membedakan dengan pendidikan formal lainnya yaitu pada nilai yang mengusung pandang hidup dan tata nilai tentang cara hidup, dan hal yang berkaitan dalam masyarakat.

Walaupun dinilai lembaga pendidikan pondok pesantren terkesan tradisional dan bahkan tertutup namun pada tahun 2020 ternyata menurut Menteri Agama Fachrul Razi menyebutkan peminat untuk mengikuti pondok pesantren semakin bertambah dengan jumlah pondok 28 ribu dan untuk santri terdapat 18 juta.



Belajar mengajar pondok pesantren juga mempunyai sistematika yang berbeda dimana ditemui sistem pelajaran yang dilakukan secara berulang-ulang dari tingkat ke tingkat, tanpa terlihat kesudahnnya. Terkadang apa yang diajarkan dalam pondok pesantren ditemui pada tahun sebelum dan sesudahnya, walaupun buku pelajaran yang dipakai itu berbeda.



Sistem Pembelajaran di Pesantren

Berbicara soal sistem pembelajaran di pesantren berarti berarti berbicara soal metode-metode pembelajaran yang dilakukan ditempat tersebut. Diketahui bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang tradisional yang berasal dari kebiasaan-kebiasaan yang telah lama dipakai dalam institusi pesantren. Selain itu terdapat metode pembelajaran yang mengikut pembaharuan zaman.



Diketahui untuk metode pembelajaran yang biasa dilakukan di pesantren adalah metode bandungan, sorogan dan wetonan. Sedangkan untuk metode pembelajaran hasil pembaharuan sejalan dnegan perkembangan zaman adalah metode klasikal. Adapun penjelasan metode pembelajaran di pesantren dan berbagai metode lainnya adalah:

1. Metode Sorogan

Metode yang terdiri dari kata Sorog (jawa) yang artinya menyodorkan, yang dimana metode pembelajaran ini adalah setiap santri secara individu berhadapan dan menyodorkan kitabnya dihadapan Kyai atau pembantunya yakni badal (asisten Kyai).

2. Metode Wetonan

Metode ini juga disebut Bandongan yang metode pembelajarannya ini adalah metode kolektif yang mendengarkan Kyai membaca, menerjemahkan, memerangkan dan mengulas teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat dengan posisi santri menyimak dan mendengarkan dengan cara mengelilingi Kyai.

3. Metode Klasikal

Metode pembelajaran dengan penerapan sistem baru dengan mengintrodusir metode yang berkembang di masyarakat modern yang bersifat formalistik yang teratur dan prosedural dengan mempunyai kurikulum, tingkatan dan kegiatan.

4. Metode Hapalan

Metode yang kegiatan belajar santri dengan menghapal suatu teks dibawah bimbingan dan pengawasan Kya/Ustadz yang para santri diberi tugas untuk menghapal bacaan dalam jangka waktu tertentu yang kemudian dihapalkan di hadapan Kyai/ustadz secara periodik atau insidental tergantung kepada petunjuk Kyai/ustadz yang bersangkutan.

5. Metode Demonstrasi

Metode ini adalah cara pembelajaran pesantren dengan memperagakan atau mempraktikkan keterampilan yang bisa dilakukan secara individu atau kelompok melalui petunjuk dan bimbingan dari Kyai/Ustadz.

6. Metode Pengajian Pasaran

Metode dimana sekelompok santri mengkaji materi (kitab) tertentu pada seorang Kyai/Ustadz yang umumnya dilakukan pada setengah bulan Ramadhan atau tergantung pada besarnya kitab yang dikaji yang target utamanya adalah selesainya kitab yang dipelajari.

7. Metode Muhawarah

Metode berlatih berbahasa Arab oleh seluruh santri yang dilakukan pada waktu tertentu seperti satu kali atau dua kali dalam selinggu yang digabungkan dengan latihan muhadhoroh yang tujuannya melatih keterampilan anak didik berpidato.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Jelaskan Sistem Pembelajaran Yang Dilaksanakan Di Pesantren? Ini Metodenya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *