Jelaskan Perbedaan Proses Sosial Asosiatif Dengan Disosiatif? Ini Jawabannya


Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada.

Proses sosial ini merupakan pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama. Misalnya adalah pengaruh mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dan hukum dan seterusnya. Selain itu, apabila melihat ruang lingkup proses sosial yang mana biasa terdapat dalam matakuliah ilmu sosial dan ilmu politik ini akan mencakup tentang bentuk-bentuk interaksi sosial. Bentuk-bentuk interaksi sosial ini bisa terjadi antar perorangan, kelompok maupun sesama kelompok serta lapisan sosial lainnya sebagai unsur pokok yang terdapat dalam struktur sosial.

Jika demikian mengacu pada interaksi sosial, lantas apasih yang dimaksud dengan interaksi sosial itu?. Secara umum yang dimaksud dengan pengertian interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok satu dengan lainnya. Adapun contoh interaksi antar individu adalah seorang kakak mengajari adeknya belajar matematika, interaksi antar individu dengan kelompok seperti guru dengan siswanya, sedangkan interaksi antar kelompok seperti polisi dengan TNI saling berkerja sama memberantas preman.

Contoh-contoh interaksi sosial baik antar individu, antar individu dengan kelompok dan juga antar kelompok sebenarnya ada banyak hal yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diketahui bersama bahwa proses interaksi sosial dapat berlangsung baik manakala aturan-aturan dan nilai-nilai dilakukan dengan baik.



Kunci utamanya adalah melalui kesadaran dari masing-masing, maka proses sosial pun tidak akan berjalan dengan yang diharapkan. Hal itu sejalan dengan apa yang dimaksud oleh para ahli dalam hal ini menurut Gilin. Menurut Gilin bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu dan kelompok atau antarkelompok.



Sedangkan jika mengacu pada pendapat Gillin, menurutnya terdapat dua bentuk interaksi sosial berdasarkan wujudnya yakni proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif. Seperti apakah proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif itu?



Pengertian Proses Sosial Asosiatif

Secara sederhana, proses sosial asosiatif sering disebut dengan bersekutu. Secara umum yang dimaksud dengan pengertian proses sosial asosiatif adalah proses menuju terbentuknya persatuan atau interaksi sosial. Interaksi sosial secara asosiatif memiliki sifat positif, artinya mendukung seseorang atau kelompok dalam mencapai tujuan tertentu. Jika melihat jenis atau bentuk-bentuk proses sosial asosiatif terdiri atas 5 bagian yaitu kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi dan paternalisme.

Pengertian Proses Sosial Disosiatif

Sedangkan untuk proses sosial disosiatif sering disebut dengan memisahkan. Secara umum arti daripada proses sosial disosiatif adalah proses oposisi (oppositional process) yang berarti berjuang melawan seorang ataupun sekelompok orang untuk meraih tujuan tertentu. atau dengan kata lain bertentangan dengan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Selain itu, apabila melihat jenis dan bentuk proses sosial disosiatif yakni persaingan, kontravensi, pertikaian dan pertentangan.

Jelaskan Perbedaan Proses Sosial Asosiatif Dengan Disosiatif

Perbedaan mendasar antara proses sosial asosiatif dengan disosiatif dimana proses sosial asosiatif menghadirkan persatuan dan kesatuan, sedangkan disosiatif sebaliknya yang melakukan hubungan melalui perselisihan, perpecahan maupun pertikaian.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Jelaskan Perbedaan Proses Sosial Asosiatif Dengan Disosiatif?. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Referensi : 

Muin, Idianto. 2013. Sosiologi untuk SMA/MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Erlangga. Hal : 60 – 74.
Maryati, Kun dan Suryawati, Juju. 2006. Sosiologi untuk SMA dan Ma Kelas X. Jakarta : Esis. Hal: 75-82.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *