[Jawaban] Jelaskan Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka?


Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka – Sebelum membahas mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka dan kedudukannya, tahukah anda apasih yang dimaksud dengan pengertian Pancasila?

Secara umum, pengertian Pancasila adalah ideologi dasar dalam kehidupan bagi negara Indonesia. Secara etimologi, arti dari Pancasila sebenarnya terdiri atas 2 kata yaitu Panca dan Sila.

Arti kata ini berasal dari Sanskerta yang dimana Panca berarti lima dan Sila berarti prinsip atau asas. Maka dari itu, sering kali Pancasila disebut sebagai rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan perkembangan dunia, terdapat macam-macam paham apalagi ditengah arusnya globalisasi. Menuntut setiap negara dan bangsa harus mampu bertahan.



Dampak dari hal ini juga tidak lepas dari Indonesia. Bangsa Indonesia dituntut untuk mampu menghadapi arus globalisasi. Sehingga Indonesia tidak terseret dalama arus tersebut dan bisa menguntungkan untuk bangsa Indonesia.



Maka dari itu, untuk menjawab tantangan-tantangan yang ada, Pancasila mampu menjadi solusi ditengah arus perkembangan saat ini. Sebab Pancasila merupakan ideologi terbuka.



Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Adalah?

Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, akan tetapi bersifat reformatif, dinamis dan terbuka.

Sehingga dengan kata lain, bahwa ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antipatif dan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta yang paling penting adalah mampu menanggapi setiap perkembangan aspirasi masyarakat.

Yang perlu menjadi catatan bersama bahwa Keterbukaan Pancasila tidak bisa diartikan mengubah nilai dasar yang terdapat didalam Pancasila.

Melainkan maksud dari keterbukaan Pancasila disini adalah mengeksplisitkan wawasannya secara kongkret sehingga bisa dipakai dalam memecahkan masalah secara aktual sesuai sebab selalu berkembang dengan aspirasi rakyat dan iptek serta jaman.

Karena bersifat dinamis, bukan berarti bahwa tidak ada hal yang bersifat tetap. Dalam ideologi terbuka, terdapat cita dan nilai-nilai yang bersifat tetap. Membahas mengenai hal itu, dapat dijelaskan melalui 3 point akan ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka:

1. Nilai Dasar

Diketahui bahwa Pancasila terdiri atas 5 sila yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan. Inilah nilai yang bersifat tetap itu dan sebagai esensi universal.

Nilai yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, dengan demikian sehingga pembukaan UUD 1945 adalah suatu norma mendasar yang merupakan hukum tertinggi, sumber hukum positif yang bersifat fundamental. Adapun penjabaran atau penjelasan dari nilai dasar Pancasila bisa ditinjau dari pasal-pasal UUD 1945.

2. Nilai Instrumental

Maksud dari nilai Pancasila yang dikatakan sebagai ideologi terbuka karena merupakan arahan, kebijakan, strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaannya.

3. Nilai Praksis

Disebut sebagai Nilai Praksis karena merupakan realisasi nilai instrumental dalam pengalaman yang sifatnya nyata di kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, bangsa dan negara.

Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka suatu ideologi tidak hanya bersifat ideal akan tetapi juga bisa bersifat praksis yang bisa dipakai dalam kehidupan nyata. Maka dari itu Pancasila sebagai Ideologi Terbuka secara struktural mempunyai 3 dimensi yaitu:

1. Dimensi Idealistis

Arti dari Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka ini adalah nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersifat sistematis, rasional dan universal, yang bisa ditemui dalam sila-sila Pancasila seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakayatan dan Keadilan.

2. Dimensi Normatif

Sedangkan untuk dimensi ini, diartikan nilai yang terkandung dalam Pancasila bisa dijabarkan dalam sistem norma seperti yang terdapat dalam norma-norma kenegaraan.

3. Dimensi Realistis

Dimensi ini diartikan bahwa ideologi harus bisa mencerminkan kehidupannya nyata yang ada di masyarakat dan negara begitu pula pada perkembangannya.

Melalui penjelasan diatas, maka Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak dikatakan sebagai ideologi bersifat “utopis”. Maksud utopis disini adalah hanya ide-ide belaka yang jauh dari kehidupan nyata.

Serta bukan pula sebagai suatu “dokrin” belaka yang tertutup dan beku, melainkan Pancasila mempunyai idealisme serta bersifat nyata dan reformatif dalam perubahan.

Melalui hal ini, maka Pancasila tidak bisa disebut sebagai ideologi “Pragmatis” yang hanya pada praktis-praktis saja, akan tetapi terdapat aspek idealisme.

Sehingga pada esensinya, apa yang dikatakan sebagai Pancasila Sebagai Ideologi terbuka adalah nilai dasar yang bersifat universal dan tetap.

[Jawaban] Jelaskan Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka? (Foto: Artikelsiana.com)
[Jawaban] Jelaskan Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka? (Foto: Artikelsiana.com)

Jelaskan Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka?

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan dan dalam menjawab pertanyaan mengenai “Jelaskan Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka?” bisa dipetakan diatas,

Namun untuk memudahkan anda penulis akan menyampaikan hasil pemahaman penulis mengenai Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka secara singkat dan sederhana:

Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka?

Kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Menerima pengaruh dari luar dan bisa disaring. Sehingga tidak tertutup dan mengikuti perkembangan zaman yang ada.  Apa yang merugikan tidak akan diterima, namun apa yang baik akan diterima. Maka dari itu, Pancasila sebagai ideologi terbuka bisa terus bertahan dalam kondisi apapun.

Demikianlah jawaban mengenai “Jelaskan Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka?”. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *