Indikator Polusi Lingkungan Tanah, Udara & Indikator Polusi Air


Indikator Polusi Lingkungan – Sebelum terdapat aktivitas industri dan transportasi, terdapat bahan yang bisa mencemari lingkungan air diakibatkan limbah domestik. Hal ini tiada lain karena ulah manusia yang menjadi faktor utama.

Walapun disatu sisi, aktivitas manusia ini memberikan kesejahteraan dalam tingkat ekonomi, namun disatu sisi aktivitas dari hal tersebut yang mengesampingkan mengenai pencemaran lingkungan akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia itu sendiri.

Sebab tidak terhitung jumlahnya, berbagai kerusakan lingkungan yang sangat merugikan bagi manusia dimana baik dari kerusakan lingkungan yang ada di tanah, di air dan di udara, ada banyak korban yang berjatuhan.

Seperti untuk kerusakan lingkungan atau polusi lingkungan di air dimana terdapat pencemaran air minum yang mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit. Karena air merupakan kebutuhan utama bagi setiap manusia, maka ketersediaan air amatlah penting namun mengapa polusi lingkungan air masih tetap terjadi hingga berakibat jatuhnya korban jiwa.

Apalagi untuk daerah pemukiman kumuh, dampak dari pencemaran air atau polusi air sering mereka rasakan membuat banyaknya bakteri-bakteri patogen yang melaju begitu cepat ditambah dengan masuknya limbah industri dengan bahan kimia yang berbahaya dan beracun berasal dari logam berat seperti Hg, Pb, Cd. As, dan sebagainya.

Tidak hanya pencemaran pada air atau polusi pada air, polusi pada tanah dan udara juga sering terjadi apalagi untuk saat ini. Tingkat polusi yang terus terjadi dilatar belakang atau disebabkan dari apa yang disebut dengan antropogemik atau aktivitas manusia. Salah satu aspek mendasar yang membuat tingkat polusi lingkungan tanah dan udara semakin besar adalah kebakaran hutan karena kemarau.

Selain itu, diakibatkan dari polusi kendaraan yang mengandung zat kimia yang berbahaya yang naik ke langit hingga membuat udara tercemar. Selain dari air sebagai kebutuhan utama, udara juga adalah salah satu bagian yang teramat penting. Karena melalui udara, manusia bisa hidup. Namun apabila polusi udara semakin tercemar maka kesehatan manusia juga bisa terganggu.

Lihat saja di daerah china, tidak sedikit warganya yang menggunakan masker untuk menghindari dampak buruk dari pencemaran lingkungan udara. Apakah kita akan sama dengan apa yang terjadi di China. Bagi rakyat Indonesia, sudah saatnya untuk mencegah polusi lingkungan baik itu di tanah, air dan di udara.

Kecenderungan pencemaran, terutama sejak Perang Dunia kedua mengarah kepada dua hal yaitu, pembuangan senyawa kimia tertentu yang makin meningkat terutama akibat kegiatan industri dan transportasi. Yang lainnya akibat penggunaan berbagai produk bioksida dan bahan-bahan berbahaya aktivitas manusia.

Telah banyak usaha yang dilakukan untuk menanggulangi masalah lingkungan ini baik yang dilakukan secara internasional, regional atau lokal. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sudah mulai sadar akan adanya bahaya yang mengerikan dan kerusakan lingkungan akibat pencemaran yang semakin parah.

Maka dari itu, diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam dalam mengkaji polusi lingkungan yang berasal dari tanah, udara dan air melalui kajian indikator polusi tanah, indikator polusi udara dan indikator polusi dari air.

Tujuan untuk mengetahui indikator polusi dari ketiga hal ini adalah untuk mengetahui tingkat polusi lingkungan. Sebab diperlukan suatu pengukuran terhadap faktor fisik, kimia atau biologi yang menampilkan mengenai adanya degradasi pada kerusakan lingkungan.

Olehnya itu, manfaat dalam mengetahui indikator polusi baik itu dari indikator tanah, polusi udara, dan air adalah untuk mengetahui apakah konsentrasi polutansudah melebihi ambang batas (baku mutu),sehingga membahayakan bagi organisme lainnyaatau masih di bawah ambang batas. Melalui hal itu, penulis akan membahas mengenai ketiga hal ini yang dapat dilihat dibawah ini..

Indikator Polusi Tanah Adalah?

Berdasarkan dari informasi yang dihimpun oleh penulis bahwa dalam mengetahui tingkat ambang batas dari indikator polusi tanah terdiri atas tiga hal yaitu indikator fisik, indikator kimia dan indikator biologi. Adapun penjelasan dari ketiga indikator polusi tanah ini adalah:

1.Indikator fisik

Yang dimaksud dengan indikator fisik pada polusi tanah pada dasarnya menampilkan kualitas tanah, seperti warna tanah, kedalaman lapisan atas tanah, kepadatan tanah, porositas dan tekstur tanah, dan juga pada endapan tanah. Melalui hal inilah, maka berbagai polutan tanah dapat merubah sifat-sifat fisik tanah sehingga menurunkan kualitasnya.

2. Indikator Kimia

Selain dari hal itu, dibutuhkan peranan dari indikator kimia yang gunanya untuk menilai pH, salinitas, fosfor, nitrogen, logam berat, kandungan senyawa kimia organik, dan radioaktif merupakan contoh indikator kimia bagi tingkat polusi tanah.

Nilai pH yang terlalu tinggi atau rendah dan salinitas serta kandungan berbagai senyawa kimia yang terlalu tinggi mengindikasikan telah terjadi polusi tanah.

3. Indikator Biologi

Sedangkan untuk indikator biologi pada polusi tanah terdapat salah satu hewan yang bisa dijadikan rujukan dalam menilai pencemaran atau kerusahaan lingkungan pada tanah yakni Cacing Tanah.

Cacing tanah, sudah menjadi salah satu indikator untuk mengukur tingkat polusi tanah. Melalui hal ini, maka bisa diketahui kandungan nutrisi tanah. Tujuannya adalah mengetahui kesuburan dari tanah itu sendiri.

Populasi cacing tanah dipengaruhi oleh kondisi tanah habitatnya, seperti kondisi suhu, kelembapan, pH, salinitas, aerasi dan tanah. Polusi tanah akan menyebabkan perubahan kondisi tanah yang dapat mengakibatkan kematian pada cacing tanah.

Indikator Polusi Udara Adalah?

Seperti halnya dengan indikator polusi tanah, untuk mengetahui tingkat polusi udara apakah telah menyentuh ambang batas sehingga bisa dikatakan sudah tercemar, atau tidak, maka dibutuhkan indikator polusi udara yang terdiri atas tiga hal yaitu indikator fisik, kimia dan indikator biologi. Adapun penjelasan dari ketiga hal ini dalam indikator polusi udara adalah:

1. Indikator Fisik

Indikator fisik pada polusi udara dilakukan untuk mengetahui sifat udara yang dikaji. Sebab udara yang bersih tidak berwarna apalagi berbau. Apabila terjadi, maka sudah pasti terdapat polutan. Walaupun demikian, ada juga yang polutan udara yang tidak berwarna dan berbau yang sulit dideteksi secara fisik.

2. Indikator Kimia

Tahukan tentang papan Indeks Standar Pencemaran Udara atau disingkat ISPU?. ISPU ini dipakai untuk mengetahui kualitas udara di suatu wilayah selama 24 jam. Adapun jenis polutan yang ditangkap dari ISPU ini adalah karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), ozon (O2) dan materi partikulat (debu).

Seluruh jenis polutan ini dikatakan baik apabila terdapat senyawa gas yang relatif sedikit, maka dari itu apabila terjadi peningkatan maka bisa dikatakan terjadi pencemaran pada lingkungan udara.

3. Indikator Biologi

Salah satu makhluk hidup yang bisa dipakai untuk mengetahui kualitas udara adalah Lumut Kerak (Lichenes). Lumut ini berguna untuk mengetahui indikator biologi pada udara karena merupakan simbiosis udara algee fotosintetik/cyanobakteria dengan fungi.

Menemukan ini bisa ada di batang pohon atau di permukaan batuan yang sering menempel. Dengan kemampuan terhadap sensitivitas polutan udara, membuat keberadaan lumut kerak di suatu wilayah atau tempat dapat dipakai sebagai indikator bagi tingkat polusi udara.

Indikator Polusi Air Adalah? 

Selanjutnya yang terakhir adalah indikator polusi air. Telah dijelaskan diatas mengenai fungsi air yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Apabila air tercemar pada suatu wilayah, maka daerah itu tidak akan cocok untuk ditinggali oleh manusia.

Sebab akan menyebabkan banyaknya korban berjatuhan. Maka dari itu, untuk mengetahui tingkat polusi air maka diperlukan indikator sebagai alat ukur pencemaran air tersebur. Adapun indikator polusi air adalah:

1. Indikator Fisik

Secara fisik sebagai indikator polusi air, pada dasarnya air bersih tidaklah keruh, tidak berbau, tidak berwarna dan suhunya relatif sedang sebagaimana sifat-sifat air. Namun, apabila tidak dmeikian, maka pertanda bahwa air itu tercemar polutan.

Mengetahui tingkat kekeruhan air itu sendiri bergantung pada konsentrasi partikel pada yang tersusupensi dalam air yang bisa diketahui dengan alat yang disebut cakram Secchi (secchi disc) yang punya tanda warna hitam dan putih. Melalui penerasi cahaya, maka Cakram bisa diketahui tentang kedalaman air.

Sedangkan untuk bau dan warna air bisa diamati secara langsung. Namun tidak dengan suhu sebab perlu memakai termometer. Adanya bau dan warna atau perubahan suhu ekstrim pada air dapat menunjukkan keberadaan senyawa kimia atau polutan tertentu dalam air.

2. Indikator Kimia

Selain dari indikator fisik untuk mengetahui tingkat polusi air, indikator kimia juga bisa dijadikan salah satu instrumen dalam mengetahui kandungan senyawa kimia yang ada dalam mengetahui terjadinya pencemaran/polusi air. Adapun penjelasan dari kandungan senyawa kimia sebagai indikator kimia dalam mengetahui tingkat polusi air adalah:

a. Kandungan Nutrisi

Nutrisi yang terlarut diair seperti unsur nitrogen, fosfor dan karbon dibutuhkan untuk pertumbuhan organisme fotosintetik diperairan.

Masukkan sampah organik atau larian pupuk pertanian yang menggunakan bahan nitrogen dan fosfor akan meningkatkan kandungan nutrisi di perairan. Kandungan nutrisi di perairan yang terlalu tinggi dapat menjadi salah satu penyebab polusi air yang membahayakan berbagai biota air.

b. Kandungan Logam Berat

Keberadaan logam berat dan air, seperti timbal, merkuri, sianida, dan kadmium, menunjukkan telah terjadi polusi air. Kandungan logam berat dalam air melebihi baku mutu dapat berdampak negatif bagi biota air dan kesehatan manusia.

c. Oksigen Terlarut (dissolved oxygen/DO)

Oksigen dibutuhkan oleh kebanyakan biota air. Pengukuran oksigen terlarut akan menunjukkan volume oksigen yang terlarut di air. Masuknya zat polutan, seperti buangan pupuk atau sampah organik, dapat menurunkan volume oksigen terlarut. Jumlah oksigen terlarut di air sebaiknya antara 4,0 hingga 12,0 mmg/l.

d. Kebutuhan Oksigen Biokimia (biochemical oxygen demand/BOD)

BOD sangat berhubungan dengan DO. BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup di dalam air untuk kebutuhan repirasinya. Semakin rendah kadar oksigen terlarut (DO) dalam air, semakin tinggi kadar BOD dalam air tersebut. Pengukuran terhadap BOD secara tingkat langsung menunjukkan kadar DO.

e. pH

Nilai pH air menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air. Nilai pH air yang normal adalah antara 6,5 hingga 9,0. Masuknya polutan yang sifat asam dapat menurunkan nilai air dengan ekstrim (sangat asam atau sangat basah).

3. Indikator Biologi

Indikator Polusi Lingkungan Tanah, Udara & Indikator Polusi Air
Indikator Polusi Lingkungan Tanah, Udara & Indikator Polusi Air

Jumlah dan susunan dalam air sangat berhubungan dengan tingkat polusi air. Beberapa fitoplankton, seperti diatom dan dinoflagelata dan zooplankton dari kelompok rotifera, rentan terhadap polutan sehingga keberadaannya di perairan mengindikasikan kondisi air yang cukup bersih. Sebaliknya keberadaan protozoa parasit dan bakteri koliform dalam air mengindikasikan telah terjadi polusi air.

Tujuan jumlah bakteri koliform pada perairan menunjukkan bahwa perairan tersebut telah tercemar kotoran/tinja manusia dan hewan. Keberadaan bakteri koliform pada perairan dapat mengindikasikan adanya mikroorganisme patogen, seperti protozoa parasit, bakteri patogen dan virus, yang juga biasa terdapat pada manusia dan hewan.

Demikianlah informasi mengenai Indikator Polusi Lingkungan Tanah, Udara & Indikator Polusi Air. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *