Fungsi Motor Starter & Komponen Motor Starter


Fungsi Motor Starter & Komponen Motor Starter – Alat berat memakai sumber tenaga melalui engine untuk bisa berfungsi/beroperasi.

Dan sudah barang tentu dimana setiap pengoperasian terdapat engine di alat berat tidak bisa berfungsi dengan sendirinya. Lalu, bagaimana cara memfungsikannya?

Hal itulah mengapa dibutuhkan sistem penggerak awal yang bisa menggerakan crankshaft, untuk engine bisa melakukan proses pembakaran.

Berkaca pada zaman mesin yang dulu, metode atau cara dipakai adalah dengan menghidupkan atau start engine dengan memakai putaran tangan manual dengan handle atau pegangan yang disambungkan ke pada flywhell.



Cara ini, tidak lagi sesuai dengan jaman saat ini, soalnya setiap perusahaan dan pekerjaan menuntut kepratisan. Selain itu, sangat sulit apabila ingin dipakai pada mesin alat berat yang notabenenya memiliki tahanan tinggi atas daya yang besar.



Terdapat cara-cara yang bisa dipakai untuk penggerak awal crank shaft untuk membunyikan engine. Akan tetapi yang biasa dipakai pada saat ini adalah sistem starter dengan motor starter perlu searah (DC) sebagai sumber penggeraknya.



Kerja dari motor starter ini dikendalikan oleh sirkuit sistem starter yang akan bisa memberi kemudahan bagi operator yang tujuannya untuk menghidupkan engine.

Dengan adanya motor starter, sehingga memudahkan dan semakin cepat dalam proses menyalakan mesin contohnya mesin mobil. Hanya dengan memutar kunci kontak, atau hanya dengan menekan tombol start mesin bisa otomatis berfungsi.

Apabila berkaca pada sepeda motor yang punya kapasitas mesin kecil tentunya tidak perlu memakai sistem starter, sebab motor kecil ini bisa hidup dengan kick starter.

Sedangkan untuk mobil memang sangat berfungsi sangat baik sebab, mesin mobil sendiri apalagi yang berkapaitas diatas 1000 cc bisa kesulitan apabila tanpa memakai fungsi starting sistem.

Diketahui bahwa motor starter sendiri mempunyai 3 macam. Jenis jenis motor starter adalah ada yang bertipe Planetary, Tipe Reduksi dan Tipe Konvensional.

Namun untuk pembahasan kali ini, penulis hanya akan membahas mengenai fungsi motor starter dan komponen motor starter yang dapat dilihat dibawah ini:

Fungsi Motor Starter

Diketahui fungsi motor starter adalah untuk memutarkan poros engkol (fly wheel) pertama kali yang berguna sehingga mesin bisa berfungsi dan menghasilkan tenaga.

Atau fungsi motor starter melalui penjelasan prosesnya adalah merubah energi yang dialirkan dari baterai menjadi energi gerak (tenaga), dimana energi gerak (tenaga dalam bentuk putaran) ini dipakai untuk memutar poros engkol pertama kali sehingga mesin berfungsi melalui siklus kerjanya (hidup).

Fungsi Motor Starter & Komponen Motor Starter (Foto: Artikelsiana.com)
Fungsi Motor Starter & Komponen Motor Starter (Foto: Artikelsiana.com)

Komponen Motor Starter

Adapun bagian-bagian/komponen dari motor starter adalah:

1. Saklar Starter (Magnetic Switch)

Yang dimaksud bagian atau komponen motor starter ini adalah sebagai switch utama yang berfungsi untuk mengatur arus masuk ke kumparan medan (Field Coil).

Selain itu Saklar Starter ini berfungsi untuk mengontrol gigi pinion dengan mendorong dan menariknya.

Dalam Saklar Starter diketahui terdapat terminal dengan jenis-jenis terminal diantaranya terminal B, C dan ST. Adapun penjelasan dari ketiga terminal ini adalah:

  • Terminal B adalah mendapatkan arus langsung dari positif baterai (30).
  • Terminal C adalah menghubungkan/mengalirkan arus dari terminal B ke kumparan medan (field coil).
  • Terminal ST (50) adalah endapatkan arus dari terminal ST (50) kunci kontak dan meneruskanya ke pull in coil (PIC) dan hold in coil (HIC) melalui plat kontak.

2. Kumparan Medan ( Field Coil ) & Yoke

Arus dari baterai dialirkan ke kumparan medan yang terbungkus oleh pole core sehinggai hasilkan medan magnet. Yang dibutuhkan motor untuk beroperasi. Field coil dihubungkan dengan rmature coil secara seri melewati sikat arang (brush).

3. Kumparan Jangkar

Armature (kumparan jangkar) membangkitkan gerak daya putar akibat dari perbedaan arah gaya gerak listrik yang ditimbulkan oleh kumparan medan.

Ball bearing menopang putaran kecepatan tinggi dari angkur. Armatur meneruskan arus listrik dari kumparan medan ke angkur melalui sikat arang (brush).

4. Sikat dan Pemegang Sikat

Empat sikat (brush) menyalurkan arus ke armature coil melalui commutator. Dua diantaranya ditopang oleh insulated holder dan dihubungkan ke commutator (disebut dengan brush positif (+)),

Dan kedua brush lainnya ditopang oleh grounded holder dan dihubungkan ke commutator (disebut dengan brush negatif (-)) Sikat itu dibuat dari karbon tembaga, yang mempunyai daya konduksi tinggi dan tidak gampang aus.

Pegas sikat menekan pada permukaan putaran armature dan menghentikan putaran armature tepat saat starter berhenti dengan menekan sikat.

5. Over Runing Clutch dan Roda Gigi Pinion

Over Runing Clutch berfungsi untuk meneruskan putaran yang dihasilkan motor untuk menggerakkan fly wheel melalui roda gigi pinion.

Selain itu bagian motor starter ini juga menarik gigi pinion jika putaran gigi pinion lebih rendah daripada putaran fly wheel.

Sedangkan yan dimaksud dengan Gigi pinion meneruskan daya putar starter ke mesin dengan memutarkan ring gear. Helical spline mengubah daya berputar dari motor ke tuas pinion dan mendukung pertautan/pelepasan gigi pinion dari ring gear.

Demikianlah informasi mengenai Fungsi Motor Starter & Komponen Motor Starter. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *