Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Institusi Pemerintahan


Dalam membangun sebuah peradaban dan sistem ketertiban sosial yang baik, maka pemerintahan dibentuk untuk menjaga hal tersebut dan membuat setiap masyarakat dapat menjalani setiap kehidupannya.

Lambat laun, konsep tentang pemerintahan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu dari yang sebelumnya dengan paradigma serba negara ke orientasi yang serba pasar (market or public interest). Selain itu dari pemerintahan yang besar, kuat dan juga keras atau otoritarian juga ada pemerintahan yang kecil, egalitarian dan demokratis.

Bahkan sebagaimana diketahui dari yang sentralistik seperti di Indonesia pada masa orde baru ke pemerintahan yang desentralistik yang pada masa demokratis saat ini.

Penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah landasan bagi penyusunan dan penerapan kebijakan negara yang demokratis dalam era globalisasi. Fenomena demokrasi ditandai dengan menguatnya kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan, sementara fenomena globalisasi ditandai dengan saling ketergantungan antara bangsa, terutama dalam pengelolaan sumber-sumber daya ekonomi dan aktivitas dunia usaha.

Institusi pemerintah adalah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan suatu kebutuhan yang karena tugasnya berdasarkan pada suatu peraturan perundang-undangan melakukan kegiatan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan meningkatkan taraf kehidupan kebahagiaan kesejahteraan masyarakat.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Institusi Pemerintahan Adalah?

Berkaitan dengan kinerja institusi pemerintahan, Owusu mengidentifikasikan faktor-faktor yang membedakan antara institusi yang berkinerja baik dengan institusi yang berkinerja buruk. Faktor-faktor ini dikelompokkan ke dalam faktor eksternal dan internal.

Faktor-faktor eksternal merujuk kepada hal-hal yang berada di luar kendali organisasi, sementara faktor-faktor internal merujuk kepada isu-isu yang ada dalam organisasi.

Faktor Eksternal

Adapun faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi suatu institusi pemerintahan dapat bekerja dengan baik ataukah tidak adalah:

    1. Kejelasan secara spesifik dari tugas-tugas yang diberikan, yang merujuk kepada kejelasan instruksi dan kebijakan yang berasal dari pemerintah. Instansi pemerintah yang memiliki standar kinerja yang obyektif dan terukur terbukti memiliki kinerja yang lebih baik.
    2. Campur tangan politik, yang merujuk kepada konteks politik di mana instansi pemerintah beroperasi, termasuk seberapa jauh instansi pemerintah tersebut memiliki independensi secara politik serta bebas dari campur tangan kepentingan politik.
    3. Tingkat keefektifan masyarakat sipil dalam menuntut kinerja yang tinggi terhadap instansi-instansi permerintah.
    4. Sistem insentif, yang mencakup upah dan gaji yang diterima oleh karyawan pada instansi pemerintah.

Faktor Internal

Sedangkan untuk faktor-faktor internal yang mempengaruhi kinerja suatu institusi pemerintahan adalah:

    1. Misi organisasi, yaitu kontribusi sosial secara umum serta tujuan organisasi. Organisasi yang misinya dibangun melalui dengan melibatkan stakeholder eksternal dan anggota organisasi, yang kemudian dibagi secara meluas serta diinternalisasikan cenderung memiliki kinerja yang lebih baik.
    2. Prosedur rekrutmen dan pelatihan dapat dijadikan alat untuk mengkomunikasikan ekspektasi kinerja kepada karyawan. Prosedur perekrutan yang terbuka dan kompettitif terbukti mampu menghasilkan staf yang profesional dan kapabel. Ekspektasi kinerja dan evaluasi sangat berkaitan erat.
    3. Ekspektasi kinerja adalah tingkat di mana karyawan diberikan sinyal yang jelas mengenai bagaimana seharusnya ia bekerja dengan tekun serta kualitas pekerjaan yang diharapkan dari mereka. Sedangkan evaluasi kinerja berarti tingkat di mana karyawan mematuhi dan memahami secara kontinyu seberapa efektif kinerja yang mereka hasilkan. Organisasi yang memiliki kebijakan yang jelas dan konsisten mengenai ekspektasi kinerja dan prosedur evaluasi diperkirakan akan berkinerja lebih baik.
    4. Pengakuan dan sanksi karyawan. Kedua hal ini saling berhubungan dan memiliki efek yang sama terhadap kinerja. Proses penilaian yang transparan terhadap karyawan yang kinerjanya melebin ekspektasi dapat memotivasi karyawan lain untuk berkinerja lebin proses interaktif baik. Demikian pula, sanksi yang diberikan kepada karyawan yang kinerjanya di bawah ekspektasi serta melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi, dengan didasarkan pada kriteria yang adil, transparan dan tidak bias dapat mencegah munculnya tindakan-tindakan yang negatif.
    5. Otonomi. Ini berarti sampai sejauh mana karyawan diberikan kebebasan, independensi, dan keleluasaan untuk membuat keputusan menyangkut aspek-aspek substantif dan prosedural dari pekerjaan mereka. Pengaruh otonomi terhadap kinerja dapat bervasiasi pada tiap tingkatan organisasi. Kurangnya otonomi dapat menghambat kinerja, sementara terlalu banyak otonomi juga akan mengakibatkan dampak negatif karena dapat menimbulkan keterisolasian komunikasi dengan stakeholder eksternal.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Institusi Pemerintahan Yang Bekerja Baik dan Buruk. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Daftar Pustaka/Referensi: 

Susanto. 2010. Reivensi Pembangunan Ekonomi Daerah: Bagaimana Membangun Kesejahteraan Daerah. Jakarta Timur: Erlangga. Hlm: 31-33.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *