Sejarah Sekularisme, Dampak & Contoh-Contoh Sekularisme


Sekularisme – Telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya mengenai pengertian sekularisme. Sedikit mengulang, dimana secara etimologi, yang dimaksud dengan istilah Sekularisme ini diambil dari kata latin yakni “Saeculum”. Arti Saeculum adalah waktu tertentu atau tempat tertentu. Tepatnya kepada waktu sekarang dan di sini, di dunia ini.

Apabila dalam bahasa Inggris, kata Saeculum sebagai Sekularisme disinonimkan dalam kata “Wordly”. Dengan demikian, secara bahasa pengertian Sekularisme adalah faham kepada kehidupan saat ini saja dan di dunia ini dan mengecualikan bersifat spiritual seperti adanya kehidupan setelah kematian, inti dari ajaran agama.

Sedangkan apabila mengacu pada Pengertian Sekularisme Secara Umum adalah suatu paham yang memisahkan antara kehidupan dunia dengan akhirat dalam semua aspek kehidupan, baik dari sisi agama, politik, ekonomi, pendidikan, sosial dan sosial budaya dll.

Apabila ingin lebih lengkap mengetahui definisi dan hal-hal mendasar tentang sekularisme dapat melihat mencarinya di Pengertian Sekularisme Adalah: Ciri & Contoh-Contoh Sekularisme. Berdasarkan dari penjelasan singkat tentang definisi diatas, terdapat problema mendasar tentang sekularisme.

Sebab dalam pahaman ini memisahkan agama dengan dunia baik dalam menyangkut aspek kehidupan apapun, Karena menganggap agama adalah suatu penghambat kemajuan.

Hal ini tentu keliru apalagi di negara yang mengakui kekuasaan Tuhan yakni di Indonesia sebagaimana dalam sila pertama Pancasila yakni Ketuhan Yang Maha Esa. Aspek ketuhanan ini telah melekat baik sebelum Indonesia menjadi negara kesatuan, dalam hal ini pada saat berjuluk Nusantara, apalagi pada kondisi saat ini.

Walau tidak dipungkiri bukti penyebaran pemahaman sekularisme saat ini sudah terdapat beberapa bukti-bukti yang timbul di sekitar masyarakat.

Bahkan merebak dalam berbagai aspek seperti fashion, makanan dll. Anehnya, pemahaman sekularisme jarang diketahui ketimbang perilaku sekularisme yang sudah merasuk dalam budaya keseharian manusia saat ini.

Melihat dari kondisi ini, penulis berusaha untuk mencari asal muasal atau latar belakang sekularisme hadir melalui runtutan sejarah sekularisme sejauh usaha penulis dalam merangkum sejarah sekularisme.

Selain itu, pada pembahasan kali ini, juga akan melampirkan dampak-dampak sekularisme, yang apabila ditarik kesimpulan dari dampak sekularisme tentunya adalah kerugian yang akan dihadapi Indonesia dan secara khusus bagi manusia bagi umat beragama lainnya, baik itu Hindu, Budha, Islam, Konghucu dan Kristen dll.

Tentunya, agar lebih mudahnya mengerti mengenai pembahasan dampak-dampak sekularisme, penulis akan mengambil contoh-contoh sekularisme yang ada dalam kehidupan sehari-hari saat ini.

Sejarah sekularisme dampak sekularisme dan contoh sekularisme
Sejarah sekularisme dampak sekularisme dan contoh sekularisme

Sejarah Sekularisme Adalah? 

Awal bergulirnya sekularisasi adalah akibat westernisasi (pembaratan) ajaran Nabi Isa sebab awalnya ajaran Nabi Isa itu masih orisinil, yakni ajaran tauhid. Karena banyak orang yang tidak suka sehingga pengikut Nabi Isa dikejar dan hidup tertekan rentang waktu sekitar 200 tahun lamanya hingga dalam perjalannya ajaran mengalami penyimpangan.

Seperti pada masa Kaisar Constantin (306-337 M) yang terdapat 2 kubu pengikut Nabi Isa yang dikenal Arius yang menolak faham Trinitas, dan yang mendukung faham trinitas disebut pengikut Athanasius. Jalan keluar dari ini adalah diadakanlah Konsili Nicea pada tahun 325 M yang diakhiri dengan voting saat sang kaisar mendukung Athanasius.

Sejarah inilah awal terjadi penyelewengan ajaran Nabi Isa. Agama yang bersih itu kini telah tercemari oleh mitologi (ajaran dewa-dewa) Yunani. Dalam perkembangan sejarah itu, orisinalitas sudah jauh. Sampai-sampai, dengan bercampurnya mitologi itu, membuat pemujaan dimana-mana.

Alhasil, orang-orang cendekiawan atau yang ahli sains seperti Copernicus, Gradano, Galileo dll dengan penemuan saintifik melawan ajaran yang melenceng, seperti ajaran gereja. Sebab ajaran gereja mengadakan upacara agama diluar pemikiran dan moral yang menjual pengampunan dosa, yang punya nilai uang tinggi jamin surga walaupun berbuat jahat.

Hal inilah awal atar latar belakang munculnya sekularisme yang menolak dogma agama yang jauh dari rasionalitas dan pengetahuan. Tidak terima, gereja melawan dengan gerakan heretic (bid’ah) hingga terjadi perubahan radikal di masyarakat abad pertengahan.

Latar belakang inilah yang dibenarkan Henri Pirene dan Troelsch yang menjadi penyebab mempercepat terjadinya proses sekularisasi. Perlawanan itu dilakukan segala aspek, sebab gereja menguasai masyarakat eropa dari politik, pendidikan dan ekonomi yang segala hal itu disebut ecclesiastical jurisdiction (hukum Gereja) yang berasal dari luar kitab suci Injil dianggap salah.

Gejala ini dilanjutkan dengan rentetan protes menentang dominasi dan eksploitasi kaum gereja yang melibatkan diri dalam hubungan feodalistik dengan kaum bangsawan, eksploitasi atas nama kekuasan dan agama, serta sikap yang merendahkan rakyat jelata. Hal ini sehingga dikenal sebagai masa kegelapan.

Zaman itu dimulai saat Imperium Romawi Barat runtuh pada 476 dan mulai munculnya gereja Kristen sebagai institusi yang dominan dalam masyarakat Kristen Barat, sampai munculnya zaman Renaissance sekitar abad ke-14. Pada masa ini, bermunculanlah gerakan memunculkan sikap anti pemuka agama yang dikenal dengan istilah “anti-clericalisme”.

Perkembanga terus berlanjut hingga muncul gerakan “Reformasi Cluny” dari protes biara Benedict yang berawal dari praktik menyimpang pendeta, moralitas dan arogamsi hingga terjadi gerakan tahun 1073 meletus sebuah peristiwa “pembaharuan hildebrande”.

Gerakan-gerakan inilah yang kemudian menuntut terjadinya proses reformasi dan sekularisasi, yaitu pemisahan gereja dengan kekuasaan yang feodalistik. Peristiwa inilah mereka beranggapan bahwa agama harus dipisahkan dari urusan kekuasaan dan Negara, bahkan harus dipisahkan dari kehidupan umat manusia.

Namun, yang paling dianggap sejarah muncul dan berhasilnya gerakan sekularisasi saat Revolusi Perancis (1789 M) dimana bermunculan nama intelektual secular melawan dogma nilai-nilai keagamaan, seperti Spinoza, Darwin, Nietzhe, Durkheim, Freud, Marx. Disamping muncul revolusi rakyat eropa yang dipimpin Martin Luther, Roussieu dan Spinoza.

Akhirnya tahun 1789M, Perancis menjadi negara pertama yang dibangun dengan sistem politik tanpa intervensi agama. Ribuan teori menentang agama bermunculan seperti muncul paham Darwinisme, Freudisme, Eksistensialisme, Atheismenya dengan idea Nietche bahwa Tuhan telah mati dan manusia bebas dalam mengeksploitasi. Akibatnya, agama dipinggirkan terpisah dari pada urusan politik, sosial dan sains.

Paham ini bahkan memasuki dunia Islam pada awal kurun ke 20. Turki contohnya. Negara pertama yang mengamalkan paham ini di bawah pimpinan Kamal Artartuk. Setelah itu, polisi Napoleon, Algeria, Tunisia dan lain-lain yang terikat dengan pemerintahan Perancis.

Bahkan Indonesia, Malaysia masing-masing dibawa oleh Belanda dan Inggris. Salah satu buktinya melalui UUD Belanda tahun 1855 ayat 119 bahwa pemerintah bersikap netral terhadap agama, artinya tidak memihak salah satu agama atau mencampuri urusan agama.

Dampak dan Contoh Sekularisme Adalah? 

Berdasarkan dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa awal mula dari sejarah lahirnya sekularisme dilatar belakangi dari penyimpangan kitab agama ajaran tauhi nabi isa yang kemudian disebarkan oleh pihak gereja hingga dikenal sebagai Zaman Kegelapan.

Terus berlanjut bahkan membabi buta sampai menindas rakyat dan membuat gerakan bermunculan menentang ajaran agama gereja saat zaman Renaissance. 

Melalui masa ini, revolusi prancis menjadi penanda lahirnya Sekularisme dimana urusan pemerintahan tidak ada campur tangan agama. Melihat kondisi demikian, bahwa sekularisme awalnya hadir untuk perlawanan kepada penguasa.

Namun, terus bergeser sampai-sampai mempengaruhi tidak hanya ajaran agama kristen, juga agama lainnya. Hal ini, bahkan memberikan perlawanan terhadap nilai-nilai keagamaan yang justru tidak berlawanan dengan moralitas manusia,

Sebagaimana yang menjadi tujuan perlawanan dari sekularisme. Namun tetap saja, gerakan ini tidak diam dan bahkan menyentuh persoalan Tuhan, Surga dan Neraka.

a. Dampak Sekularisasi 

Gagasan sekulerisasi menurut pendapat dari Harvey Cox, sebagaimana dikutip oleh Adnin Armas sangat didukung oleh ajaran-ajaran Bible.

Menurutnya, terdapat tiga komponen penting dalam Bible yang menjadi kerangka dasar sekulerisasi yang juga sebagai dampak dari sekularisasi adalah

  1. Disenchantment of nature, yaitu pengosongan nilai-nilai rohani dan agama dalam memandang alam semesta.
  2. Desacralization of politics, yaitu penyingkiran unsur-unsur rohani dan agama dari politik,
  3. Deconsecration of values, yaitu merelatifkan semua nilai-nilai kemanusiaan, sehingga kebenaran pun tidak ada yang mutlak, semua serba relatif.

b. Contoh-Contoh Sekularisme Adalah?

Melihat dari perkembangan sejarah sekularisme hingga saat ini, maka dapat disimpulkan bahwa dampak-dampak sekularisme sangat nyata terjadi, yang adapun contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  1. Contohnya adalah tidak ada toleransi dalam institusi/perusahaan, bahkan dalam perayaan agama khususnya agama Islam yang mewajibkan setiap pekerjanya masih harus bekerja saat hari raya.
  2. Contohnya adalah pakaian yang berbagai macam yang jauh dari syariat agama dipopulerkan.
  3. Ada banyak klaim-klaim yang menyebutkan bahwa terorisme berasal dari para penganut agama.
  4. Contohnya adalah banyaknya riba yang terjadi dalam transaksi jual beli dan investasi apalagi dalam perbankan.
  5. Kurangnya bahkan tidak tersedianya tempat ibadah di berbagai perusahaan nasional dan swasta bahkan.
  6. Contohnya adalah larangan berhijab yang biasa diberitakan di Media dan bahkan terdapat perusahaan yang melakukan kebijakan ini.
  7. Menjamurnya tempat hiburan yang jauh dari nilai-nilai rasional dan bahkan moralitas seperti yang ada dalam ajaran agama.
  8. Contohnya adalah menjamurnya perusahaan dan pola ekonomi yang menggunakan sistem ekonomi kapitalisme.
  9. Sistem pendidikan dalam hal ini biasa terdapat dalam mata pelajaran sejarah, sosiologi dan atau IPS yang tidak seimbang dan bahkan mempertahankan teori-teori dengan penjelasan seolah kebenaran seperti teori manusia kera dll.
  10. Contohnya adalah banyaknya artis/selebritis yang menikah bedah agama yang tidak lagi memegang teguh syariat agama khususnya syariat Islam yang harus menikah dengan sesama agamanya.
  11. Banyaknya berita yang menjelekkan agama di media massa dan dianggap biang kerusuhan atau radikalisme.

Demikianlah informasi mengenai Sejarah Sekularisme, Dampak & Contoh-Contoh Sekularisme. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *