Contoh Integritas di Sekolah, Guru, dan Siswa


Inilah beberapa contoh integritas di sekolah atau Pendidikan yang rendah sekolah

– Sekolah lulus dengan 100% padahal tidak ada kegiatan proses belajar mengajar dan setelah itu masuk Perguruan Tinggi ternyata kebanyakan tidak bisa menjalankan kuliah.

– Sekolahnya bertaraf internasional, namun ternyata guru dan siswanya tidak bisa berbicara bahasa inggris.

– Katanya sekolah yang pencintai damai, namun kenyataannya setiap tahunnya masih ada tawuran di dalamnya bahkan juga terjadi suatu pemerasan pada anak-anak baru di MOS.

– Siswa yang bodoh bisa naik kelas asalkan membayar uang yang tinggi.

Guru

– Mengaku guru memiliki sertifikasi, akan tetapi jika mengajar hanya duduk dan membiarkan siswanya ramai sendiri, dia jalan-jalan merokok di luar.

– Mengaku sebagai pendidik, namun ternyata datang terlambat, koreksnya terlambat, tidak pernah untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya.

– Mengaku masih single, namun ternyata sudah memiliki 2 anak.

– Mengaku mencintai siswa, namun kenyataannya waktu ada siswa terjatuh dan alami kecelakaan, hanya diam berdiri sajas tak menolong.

– Mengatakan berkolega dengan guru lainnya, namun kenyataannya tak pernah mau terlibat di dalam percaturan bersama, selalu menyendiri, dan merasa hebat sendiri.

Siswa

– Katanya bersekolah, namun kenyataannya bolos dari sekolah.
– Nilai rapornya tinggi, namun kenyataannya tidak memiliki kompetensi karena hasil nyontek.
– Katanya pelajar, namun kenyataannnya tidak pernah belajar.
– TIdak berani berkata jujur dengan guru dan orang tua.

Dari beberapa contoh yang ada di atas maka terlihat bahwa integritas sekolah, guru dan siswanya tidak tinggi, bahkan dikategorikan rendah. Beberapa tahun yang lalu, kemendiknas menyatakan bahwa terdapat beberapa sekolah memang memiliki integritas yang rendah karena tak adanya kesesuaian antara yang dituliskan dengan kenyataannya. Apa itu integritas, tantangan dan ciri-cirinya, dan bagaimana meningkatkan integritas yang ingin kita bicarakan pada loka karya ini.

Contoh Kegiatan Integritas di Sekolah

contoh integritas di sekolah, guru dan siswa

Pengertian Integritas Secara Umum

– Integritas bisa diartikan sebagai adanya keutuhan, jujur, kebulatan, keterpaduan dan dapat dipercayai.

– Dari arti kata tersebut bahwa kiranya manusia dikatakan memiliki integritas tinggi, jika pribadi orang tersebut utuh sehingga bisa dipercayai. Maka di dalam diri orang tersebut ada kesatuan beberapa aspek kemanusiaan yakni aspek afektif, spritual, fisik, moral, kognitif, sosial dan emosi.

– Di dalam diri orang tersebut tidak ada tipu daya, yang ada hanya kebenaran. Pada ketiga intelegensinya berkembang yaitu IQ, EQ, dan SQ. Kondisi dirinya di luar dan di dalam itu sama.

Beberapa Ciri Integritas Umum

1. Semua dimensi kemanusiaan berkembang secara seimbang (Atosokhi Gea, A., Panca Yuni Wulandari, A., & Babari, Y., 2005). Terdapat 3 dimensi yakni psikis, sosial dan fisik.

a). Dimensi fisik, material, badan. Hal ini berkaitan dengan persoalan makan, minum, kesehatan, kebugaran dan lain-lain.

b) Dimensi Psikis / Jiwa, kejiwaan seseorang meliputi pemikiran, emosi, intelegensi, kerohanian dan batiniah. Disini terdapat kecerdasan emosional, intelektual dan sprititual.

2. IQ yaitu intelectual Quotient atau kecerdasan intelektual.

3. EQ yaitu emotional quotient atau kecerdasan emosional.

4. SQ – Spiritual Qoutient atau kecerdasan spritual.

a) Dimensi sosial yang berkaitan dengan relasi dengan orang lain.

5. Terdapat kesatuan seluruh aspek hidup manusia yaitu afektif, emosi, kogniti, fisik, moral, spritual dan sosial. Dimana terdapat kesatuan antara jiwa, badan dan roh.

6. Terlihat pada sifatnya, sikap berikut:

a) Terdapat kesamaan antara yang terlihat di luar dengan apa yang terdapat di dalam dirinya.

b) Terdapat kesatuan antara tindakan dan omongan

c) Terdapat kesamaan antara yang telah diyakini dengan apa yang dilakukan di luar.

d) Jujur kepada siapapun, tanpa main topeng dan menutup-nutupinya.

e) Konsekuen terhadap apa yang sudah dikatakan.

f) Bertanggung jawab terhadap tugas, kewajiban dan apa yang sudah dikatakan.

g) Menepati janji

h) Konsisten. JIka memang tidak setuju, ya tidak. Tetap pada pendirian yang benar, tidak mudah goyah.

i) Dapat dipercayai; setia.

j) Berani mengakui kesalahan

k) Berkualitas

l) Berdisiplin diri dan melakukan apa yang harus dilakukan

m) Loyalitas dan berkomitmen.

Integritas dalam Sekolah

1) Institusi Sekolah

– Kejujuran Akademik: Dengan cara tidak melakukan plagiarism, menjiplak dan menyontek. Tak ada pengkatrolan nilai, korupsi dan penipuan ijazah.

– Kebebasan ilmiah: Civitas akademik bisa secara bebas melakukan suatu penelitian kajian ilmiah, tanpa ada kekangan politis; pencarian kebenaran. Berani memperjuangkan kebenaran dan tak mengalah karena ada uang.

– Terdapat kebebasan mimbar dimana civitas akademik bisa mengungkapkan suatu gagasan, kritik, penemuannya secara bebas dan terbuka.

– Berpikir rational dengan data yang ada.

– Kritis terhadap persoalan yang telah dihadapi.

– Relasi guru dan siswa terbuka dan dialogis.

– Tak ada penipuan atau korupsi dalam hal pendidikan.

– Lingkungan sekolah yang ditata dengan adanya semangat kejujuran, transparanis, keterbukaan dan akuntabilitas.

– Melihat persoalan selalu mendalam dan luas dengan memiliki argumen yang obyektif.

– Perkembangan pada aspek kemanusiaan diberikan tempat (Kognitif, emosi, afektif, spritual, moral, sosial dan fisik).

2) Guru dan Pendidik

– Tanggung jawab dengan tugasnya sebagai seorang pendidik

– Memberikan apa yang menjadi hak dan kewajibannya.

– terus belajar dan mengembangkan diri sehingga menjadi seorang profesional

– Mencintai siswa untuk bisa maju

– Sertifikasi; memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan anak didik

– Jujur dan terus terang

– Terbuka, apa adanya

– Berani mengakui secara positif dan negatifnya.

– Mau kerjasama dengan sesama guru dalam melakukan pengembangan sekolah

– Tak menimpu dalam proses laporan, sertifikasi dan pengembangan.

– Omongan dan tindakannya sama serta konsisten.

3) Siswa

– Jujur, tak mencontek dan tidak plagiat

– bertanggungjawab mengerjakan tugas belajar.

– Terbuka kepada teman dan jujur

– Berani berbicara dengan guru dan teman serta orang tuanya

– Mengembangkan IQ, EQ dan SQ

– Konsisten

Contoh Integritas di Sekolah, Guru, dan Siswa
Contoh Integritas di Sekolah, Guru, dan Siswa

Tantangan Menegakkan Integritas

Adapun tantangan dalam menegakkan integritas pada lingkungan sekolah

– Adanya budaya yang tidak jujur terdapat di dalam masyarakat, plagiat dan nyontek.

– Budaya korupsi pada berbagai bidang, termasuk pendidikan

– ORang mencari gengsi tanpa isi, ingin terlihat hebat padahal tidak;

– Tawaran membuat skripsi dan karya tulis ada di mana-mana;

– BUdaya Instan dimana maunya lulus dan sukses akan tetapi tidak ada usaha yang baik

– Penipuan demi menarik hati calon siswa yang sebanyak-banyaknya.

– Membisniskan sekolah

– Ketakutan bicara dengan jujur karena ada resiko yang harus ditanggung.

Melatih Integritas

1) Sekolah

– Kejujuran dalam laporan
– Menekankan suatu kedisiplinan dan tanggungjawab dari guru, staf dan siswa
– Memberikan suatu peluang kebebasan mimbar akademik dan penelitian ilmiah.
– Publikasi ilmiah, mengurus hak paten
– Berani dan tegas menindak ketidakberesan serta memberikan sanksi bagi mereka yang menipu
– Mempelajari kode etik sekolah dan profesi
– Melatih ujian secara terbuka tanpa ditunggui
– Penyelenggaraan kegiatan non akademik untuk perkembangan aspek kemanusiaan yang lainnya.
– Adanya dukungan kebebasan akademik, penelitian ilmiah.
– Peraturan-peraturan integritas dibuat dengan segala sangksinya.
– Budaya transparansi mesti ditegakkan.
– Lingkungan sekolah ditata secara jujur dan ada keterbukaan.
– Meningkatkan segala aspek kemanusiaan dalam diri guru, staf dan siswa.

2) Guru / Pendidik

– Berani berterus terang meskipun bisa merusak hubungan
– Jika salah maka berani mengakui
– Jujur antara siswa dan guru
– Berani saling menegur dan mengungkap adanya ketidakberesan jika ada.
– Teladan dalam berintegritas
– Memastikan bahwa yang telah dilakukan tak melanggar kode etik
– Membangun relasi kepada TUhuan
– Selalu refleksi tentang apa yang telah dibuat sehingga tetap dalam jalur yang benar.
– Saling terbuka dengan teman, sehingga semakin terbuka dan ada yang mengerti.
– Konsekuen terhadap apa yang sudah dibuat
– Konsisten dengan apa yang telah dikatakan dan dipikirkan, melakukan tindakan secara konsisten dengan nilai apa yang dipegang teguh.
– TEpat waktu dalam janji
– Tanggungjawab kepada tugas dan panggilan termasuk sertifikasi
– Mengembangkan SQ, EQ, IQ dalam hidup
– Terus belajar sehingga semakin profesional
– Kejujuran akademik dimana melatih jujur dalam melakukan pembuatan laporan, tugas akademik dalam menilai siswa dalam membuat rapor.

3) Siswa

– Membangun relasi dengan Tuhan
– Ikut kegiatan ekstrakurikuler demi mengembangkan nilai kemanusiaan secara utuh (moral, spritual, afektif, fisik, sosial dan emosi)
– Selalu refleksi tentang apa yang telah dibuat sehingga bisa tetap dalam jalur yang benar
– Saling terbuka dengan teman, sehingga semakin terbua dan ada yang mengerti
– Konsekuen terhadap apa yang sudah dibuat
– Konsisten dengan apa yang telah dikatakan dan dipikirkan
– Tanggung jawab terhadap tugas
– Tepat waktu dalam berjanji
– Jujur dalam kehidupan
– Kejujuran akademik
a) melatih kejujuran mulai dari hal-hal kecil
b) melatih jujur dalam melakukan pembuatan tugas dalam ujian dan tugas lain
c) Mengembangkan mimbar akademik;
d) Publikasi gagasan siswa

Bagaimana menilai integritas

1) Integritas Sekolah

– Dicek apakah semua visi dan misi, ketentuan yang telah tertulis memang sudah dilaksanakan dalam praktek. Maka mesti ada indikator data laporan tertulis dan dilengkapi dengan buktinya.

– Dicek apakah lulusannya memang bersemangatkan sama dengan apa yang telah dicita-citakan sekolah

– Maka perlu adanya akreditasi institusi
a) Evaluasi diri dari institusi
b) data laporan secara tertulis
c) Di cek dengan tinjauan lapangan.

2) Integritas guru / pendidik

– Tes kualifikasi guru yang berkaitan dengan:
a) Pengetahuan tentang bidangnya.
– Guru membuat suatu evaluasi diri tentang kinerjanya
– Dicek dengan bukti lapangan
– Dilihat waktu mengajar apakah memang sungguh-sungguh kompetens dan dapat membuat siswa mengerti dan senang dalam belajar
– Hasil tulisan atau laporan kemajuan, inovasi guru pada setiap tahun
– Kepribadian: Sejauh tak melanggar kode etik guru.

3) Integritas Siswa

– Dilihat data tentang:
a. Kejujuran
b. Persaudaraan dengan teman
c. Kedisiplinan
– Ujian pengetahuan dengan ulangan
– SIkapnya apa sesuai dengan yang menjadi visi dan misi sekolah
– Portofolio selama setahun

Nah, demikianlah informasi tentang contoh kegiatan integritas di sekolah. Semoga saja informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan informasi tentang contoh kegiatan integritas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *