Ciri-Ciri Organisasi Yang Birokratis? Ini Jawabannya


Bersamaan dengan pelaksanaan otonomi daerah, dengan tingkat kemandirian yang lebih besar terdapat keleluasaan bagi pemerintah di masing-masing daerah untuk melakukan sejumlah terobosan dalam kepemerintahan. Salah satunya adalah melakukan reinvensi terhadap pemerintahan, yang dicirikan oleh struktur dan budaya birokrasi.

Selama ini organisasi pemerintahan dipersepsikan sebagai memiliki budaya birokrasi yang kuat, yang menurut Want antara lain dicirikan oleh struktur, hierarki, serta berbagai macam aturan yang kaku; tidak berani mengambil risiko, tidak efektifnya kerja sama di antara para anggotanya, serta kurangnya kompetensi dan motivasi.

Hal ini mengakibatkan masih banyaknya lembaga pemerintahan yang masih lamban dalam merespons berbagai peluang dan tantangan akibat perubahan yang sangat cepat. Di masa lalu organisasi birokratis dianggap sebagai sebuah inovasi yang luar biasa.

Dengan mengorganisasikan pembagian pekerjaan, menciptakan ketertiban dan seperangkat aturan yang memungkinkan berbagai macam spesialisasi bekerja dalam koordinasi guna mencapai tujuan akhir. organisasi birokratis mampu meningkatkan keluasan dan kedalaman kecerdasan yang dicapai.

Ciri-Ciri Organisasi Birokratis Adalah?

Memahami Organisasi Birokrasi Max Weber melihat organisasi birokratis sebagai sistem kemungkinan paling efisien sekaligus juga sebagai ancaman bagi kebebasan kebebasan yang mendasar.

Birokrasi menciptakan sebuah sistem yang memungkinkan dikelolanya secara efektif investasi yang bersifat massif, pembagian kerja, serta produksi kapitalisme yang termekanısasi. Berikut ini adalah ciri cin dari organisasi yang birokratis, seperti yang dikemukakan oleh Pinchot. •

1. Rantai Komando Yang Hierarkis

Struktur organisasi birokratis berbentuk piramida dengan kekuasaan seorang pemimpin di puncak yang membagi-bagi keseluruhan tugas-tugas dalam organisasi serta memberikan tanggung jawab bagi setiap subtugas kepada setiap subpemimpin melalui rantai komando yang tidak terputus Hal ini adalah cara yang ampuh untuk menjaga ketertiban alam organisasi.

2. Spesialisasi Berdasarkan Fungsi

Struktur organisasi yang birokratis diciptakan dengan membagi- bagi tugas-tugas ke dalam spesialisasi atau fungsi yang jelas. Hal ini memungkinkan setiap karyawan untuk berkonsentrasi hanya kepada aspek-aspek yang kecil dari keseluruhan aktivitas organisasi.

3. Peraturan Tertulis dan Kebijakan Yang Seragam

Pemimpin bertanggung jawab terhadap keseluruhan tindakan- tindakan bawahannya serta memiliki hak untuk memberikan perintah yang wajib dipatuhi oleh bawahannya. Tanggung jawab utama karyawan bukanlah melakukan apa yang benar atau apa yang perlu dilakukan namun hanya mengikuti apa yang diperintahkan.

3. Prosedur Yang Terstandarisasi Dalam Pekerjaan

Hal ini kadang-kadang terjadi bahkan sampai kepada tingkat yang paling detail. Prosedur yang standar ini bermanfaat untuk mengatasi resistensi yang tidak rasional sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih efektif.

4. Karier Profesional

Dalam organisasi yang birokratis, ukuran kesuksesan karier ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam rantai komando. Naiknya jabatan seseorang ke jenjang yang lebih tinggi akan meningkatkan status seseorang di masyarakat. Promosi dicapai melalui kompetensi teknis.

5. Hubungan Yang Impersonal

Hubungan antar karyawan lebih didasarkan pada peran. Struktur organisasi dan uraian jabatan menentukan apa yang menjadi ekspektasi dari seorang karyawan berdasarkan peran yang dimilikiya, dan pemegang suatu peran diharapkan untuk menjalankan tanggung jawabnya dengan cara-cara yang rasional dan tidak emosional.

6. Koordinasi Dilakukan Oleh Mereka Yang Berada Pada Tingkat Yang Lebih Tinggi

Karyawan tidak perlu memikirkan bagaimana harus mengkoordinasikan pekerjaan dengan rekan mereka. Pimpinan membagi-bagi pekerjaan serta menjelaskan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh setiap orang. Demikian juga yang dilakukan oleh pimpinan yang lebih atas lagi, dan seterusnya. Karyawan tidak perlu berfikir secara luas. Mereka dilarang untuk berkoordinasi dengan rekan kerja mereka.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Ciri-Ciri Organisasi Yang Birokratis? Ini Jawabannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Daftar Pustaka: 

Susanto. 2010. Reiveinsi Pembangunan Ekonomi Daerah: Bagaimana Membangun Kesejahteraan Daerah. Jakarta Timur: Erlangga. Hlm: 3-5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *