Cara & Ketentuan Berpakaian Sesuai Dengan Syariat Islam Adalah?


Cara Berpakaian Sesuai Syariat Islam – Dalam kejadiannya, manusia dilahirkan kemuka bumi ini salah satunya adalah membawa potensi malu terhadap lingkungannya di mana ia tinggal. Oleh karena itu, untuk menutupi malunya manusia berusaha semaksimal mungkin untuk menutupinya rapat-rapat, karena jika tidak bisa menutupinya maka aib yang ada pada dirinya akan di ketahui orang lain.

Demikian ini juga diterangkan dalam agama Islam. Sebagai agama, Islam mempunyai etika normatif untuk dijalankan pemeluknya, agar nilai yang didapatkan berbuah sempurna. Maka dari itu, Islam bukanlah hanya persoalan manusia dan Tuhannya melainkan Islam adalah pedoman hidup yang utuh dan menyeluruh.

Bahkan dalam ranah apapun itu, pembahasan Islam selalu terdapat didalamnya, termasuk bagaimana cara atau ketentuan berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Dalam persoalan bagaimana menjelaskan ketentuan berbuasa atau berpakaian bagi kalangan pria atau wanita, atau laki-laki dan perempuan atau muslimah dan muslim ada beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang mengupas.

Busana atau pakaian erat kaitannya dengan peradaban manuia. Saat ini kebutuhan akan pakaian atau busana sangat diperlukan. Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak berkaitan dengan kesehatan, etika, estetika tetapi berhubungan kepada apa yang menjadi kondisi sosial budaya bahkan dalam pakaian terdapat ekspresi ideologi.

Dalam agama Islam, berpakaian atau berbusana bagi kalangan pria dan wanita mempunyai tata cara dan aturan-aturan sendiri dimana ketentuan tersebut menjadi syariat Islam. Terlebih lagi dimana fungsi utama pakaian atau busana selain sebagai penutup aurat, juga sebagai perhiasan, dan memperindah jasmani manusia.

Sebab agama Islam memerintahkan kepada setiap orang apalagi ummatnya untuk berpakaian baik dan bagus sesuai dengan apa yang menjadi fungsi pakaian itu sendiri yakni untuk menutup aurat, dan bagus dalam arti cukup memadai yang mirip dengan perhiasan tubuh. Tentu saja, pakaian atau busana yang dikenakan sesuai dengan kemampuan sipemakai untuk dimilikinya.

Penjelasan mengenai fungsi dan tujuan mengapa setiap orang harus mengikuti ketentuan berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam terdapat dalam surah al-A’raf [7]: 26 yang artinya “Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan”

Apalagi ketentuan dalam ibadah shalat di Mesjid, dimana pakaian dan busana harus menggunakan pakaian yang baik dan suci. Era sekarang, ada banyak macam-macam model pakaian atau busana, apalagi yang berkembang di kalangan anak muda. Tidak sedikit, problem dalam model pakaian atau busana menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pria dan wanita untuk menjaga ketentuan berpakaian sesuai dengan syariat Islam.

Pada dasarnya, Islam memerintahkan setiap orang untuk tidak berlebih-lebihan. Apalagi bagi perempuan atau wanita mukmin, dimana tata cara atau aturan berpakaian telah digariskan dalam Al-Qur’an untuk menutup seluruh auratnya. Selain sebagai identitasnya, juga bertujuan menghindari diri dari berbagai gangguan yang ada.

Sehingga sebenarnya bagaimana ketentuan berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam itu juga berperan dalam melindungi diri apabila ditaati. Maka dari itu, bagi setiap orang termasuk pria dan wanita atau laki-laki dan perempuan yang jelas seluruh anak adam untuk mengikuti adab atau aturan yang telah menjadi ketentuan berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam sebagaimana yang dipaparkan dibawah ini:

Ketentuan Berpakaian Bagi Muslimah Sesuai Syariat Islam 

Diketahui Islam sangat menenkankan tata cara berbusana atau berpakaian bagi perempuan, wanita dan muslimah. Hal itu menjadi ciri khas dan fungsi yang berguna bagi dirinya sendiri apabila mengikuti aturan dan ketentuannya. Maka dari itu, adapun ketentuan berpakaian bagi perempuan adalah:

  1. Menutup aurat
  2. Menetapi jenis dan model yang ditetapkan syara’
  3. Tidak tasyabbuh (menyerupai) pakaian laki-laki
  4. Tidak tasyabbuh (menyerupai) terhadap orang kafiir.
  5. Tidak tembus pandang
  6. Tidak menunjukkan bentuk dan lekuk tubuhnya
  7. Tidak tabarruj  (menonjolkan keindahan bentuk tubuh, kecantikan dan perhiasan di depan laki-laki nonmuhrim atau dalam kehidupan umum).

Ketentuan Berpakaian Bagi Muslim Sesuai Syariat Islam

Cara & Ketentuan Berpakaian Sesuai Dengan Syariat Islam Adalah? (Foto: Artikelsiana.com)
Cara & Ketentuan Berpakaian Sesuai Dengan Syariat Islam Adalah? (Foto: Artikelsiana.com)

Selain itu, bagi kalangan pria juga terdapat aturan-aturan yang berlaku dalam tata cara berbusana atau berpakaian yang tidak hanya ditujukan bagi perempuan saja. Namun untuk ketentuan antara perempuan dan laki-laki dalam hal berbusana, memiliki perbedaan. Maka dari itu, adapun ketentuan berpakaian bagi muslim atau pria sesuai syariat Islam adalah:

  1. Menutup aurat
  2. Tidak terbuat dari emas atau sutera
  3. Tidak tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafiir.
  4. Tidak tasyabbuh (menyerupai) pakaian wanita
  5. Afdol berwarna putih, karena Rasulullah menyukai pakaian berwarna putih
  6. Memakai tutup kepala, Rasulullah tidak pernah meninggalkan rumah tanpa tutup kepala
  7. Memakai busana atau pakaian beridentitas keislaman, sehingga dapat diketahui bahwa dirinya adalah islam.
  8. Bersih, wangi dan rapi serta tidak berpakaian mencolok atau terlalu menyelisihi orang kebanyakan di daerah temapt tinggal.

Untuk dalil mengenai ketentuan atau tata cara berpakaian sesuai dengan syariat Islam untuk dijadikan sebagai dasar hukum ialah dapat dilihat dalam Q.s. An-Nur ayat 31 Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Selain itu untuk perempuan, terdapat dalil dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud secara lebih jelas mengenai ketentuan berpakaian sesuai dengan syariat Islam yang artinya: “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya)” (HR Abu Dawud).

Demikianlah informasi mengenai Cara & Ketentuan Berpakaian Sesuai Dengan Syariat Islam. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *