Bagaimana Menjaga Komitmen Persatuan? Berikut Caranya


Menjaga Komitmen Persatuan – Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain baik untuk berkomunikasi, interaksi dan bekerja sama.

Jika demikian, maka hal itulah yang membuat individu membentuk masyarakat. Namun disisi lain, ternyata mempertahankan lingkungan masyarakat yang statis, monoton dengan satu tujuan hidup bersama sebagai komitment dalam menjaga komitment persatuan tidak lah mudah.

Sebab, dalam membentuk masyarakat dengan membentuk suatu tujuan bersama dibutuhkan sikap dan bentuk berupa toleransi, menghargai dan menghormati dll. Komitment-komitment itulah yang dapat menjaga persatuan masyarakat khususnya di Indonesia.

Dengan itu pulalah, maka kemajemukan dapat terbentuk dan tercipta kerukunan yang aman dan tentraman tanpa adanya suatu perbedaan kelas sosial bahkan kecemburuan sosial setiap warga negara.



Karena pada hakikatnya, pentingnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bagi setiap warga negara, dengan negara yang memiliki beraneka ragam budaya dan suku bangsa dengan beraneka ragam bahasanya.



Fakta sejarah tentang proses yang menjadi langkah-langkah penting dalam membentuk dan menjaga komitment persatuan dan kesatuan dapat dilihat dari sejarah Budi Utomo tahun 1908.



Gerakan yang dilakukan pada saat itu, tidak lain dan tidak bukan menjadi batu loncatan bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk memupuk persatuan dan kesatuan dengan membangkitkan semangat kebangsaan.

Hingga komitment menjaga persatuan dan kesatuan itu semakin terlihat pada saat lahirnya momen Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

Gerakan ini menjadi ditemukan kesepakatan atau konsensus yang mampu merekatkan betapa pentingnya kesatuan dan persatuan sebagai alat pemersatu keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, yaitu Bahasa Indonesia.

Akan tetapi, semakin kesini seakan-akan risalah sejarah dan budaya pentingnya menjaga komitment persatuan dan kesatuan Tahun politik di Indonesia kian surut dan luntur.

Apalagi ketika memasuki momentum politik atau pemilihan umum. Pada tahun ini, nyali semangat setiap warga negara di uji sejauh mana lulus dalam menjaga komitment persatuan bangsa Indonesia.

Sebab suhu dalam pemilu semakin berdetak kencang yang terjalin sebuah kompetesi begitu hangat dari setiap calon pemimpin baik itu pemilihan kepala daerah provinsi, kabupaten kota, calon legislatif (caleg) dan apalagi pemilihan presiden.

Namun, ada dampak negatif yang akan dapat ditimbulkan dalam tahun politik. Dalam media sosial kita sudah banyak dibanjiri berbagai macam postingan-postingan tentang politik disertai komentar-komentar tajam dan pedas.

Para peserta politik tentunya akan menyerang satu sama lain dan mencari kelemahan satu sama lain. Apalagi mendekati musim politik berbagai isu terus berkembang apalagi yang ada di media sosial.

Kencenderungan masyarakat indonesia dapat disaksikan banyak yang terjebak dan terperosok jauh hingga tak sadar menyebabkan keuntuhan dalam menjaga komitment persatuan itu semakin merosot tajam.

Hal itu tidak lain diakibatkan dari rendahnya ketelitian dalam menyeleksi yang tersebar di media sosial salah satunya adalah faktor membaca atau literasi.

Bahkan UNESCO menempatkan Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara. Tingkat literasi Indonesia yang rendah ini menyebabkan berita hoax mudah menyebar dan mengakar.

Apalagi jika berita tersebut mengandung permasalahan SARA, persoalan yang menghantui seluruh elemen bangsa. Sebab isu SARA mampu menjadi alat bagi membludaknya potensi disintegrasi persatuan Indonesia.

Bahkan komitment untuk menjaga persatuan ibarat langit yang sulit untuk diraih, hanya berupa angan-angan belaka.

Olehnya itu, dalam menghadapi berbagai hal-hal yang dapat merusak komitment persatuan dan kesatuan negara Indonesia ditandai dengan mengembangkan dan memajukan pendidikan Indonesia sebagai solusi jangka panjang.

Selain itu terdapat tata cara atau langkah sebagai peran sebagai warga negara dalam memegang penuh komitment menjaga persatuan bangsa dengan semangat Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai pemersatu keanekaragaman yang terdapat di Indonesia.

Sebelum membahas tata cara atau langkah dalam menjaga komitment persatuan, pertama-tama mari untuk mengenal hal-hal yang dimaksud dengan komitment itu.

Bagaimana Menjaga Komitmen Persatuan? Berikut Caranya (Foto: Artikelsiana.com)
Bagaimana Menjaga Komitmen Persatuan? Berikut Caranya (Foto: Artikelsiana.com)

Apa itu Komitmen?

Yang dimaksud dengan Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi.

Hal ini mencakup cara-cara mengembangkan tujuan atau memenuhi kebutuhan organisasi yang intinya mendahulukan misi organisasi dari pada kepentingan pribadi.

Selain itu menurut tanggapan para ahli salah satunya Meyer dan Allen (1991). Menurutnya bahwa komitmen dapat juga berarti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan individu berupaya serta berkarya dan memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di organisasi tersebut.

Dalam menjalankan hal itu terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah: personal, situasional dan posisi.

Apa itu Persatuan?

Yang dimaksud dengan persatuan berasal dari kata satu. Arti dari kata ini adalah utuh atau tidak terpecah-belah.

Kandungan dari arti persatuan ialah bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.

Maka dari itu, persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia yang didorong untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas dalam wadah Negara yang merdeka dan berdaulat.

Dengan suatu faktor yang dinamis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tujuan memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

Cara Menjaga Komitment Persatuan

Persatuan sebagai satu bangsa dan negara Indonesia merupakan sesuatu hal yang sangat memiliki peran penting bagi warga, negara dan bangsa. Dengan persatuan negara dapat hidup.

Sehingga dalam menjaga komitment persatuan, tidak hanya menjadi tugas, kewenangan dan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan seluruh masyarakat Indonesia, untuk untuk menjaga persatuan NKRI, untuk negara, masyarakat dan diri pribadi.

Dalam melakukan hal itu, terdapat tata cara atau langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menjaga persatuan NKRI baik secara internal maupun eksternal. Adapun caranya ialah:

1. Saling Menghormati dan Menghargai

Saling menghargai dan menghormati, walaupun terdapat perbedaan di antara kita semua. Perbedaan tidak seharusnya membuat jauh akan tetapi saling menghargai dan menjadikan perbedaan itu sebagai bentuk atau ajang pembelajaran.

2. Rasa Cinta dan Bangga Terhadap Budaya Sendiri

Persatuan negara dapat goyah jika rakyatnya sendiri tidak mencintai dan bangga terhadap budayanya sendiri.

Dengan mencintai budaya sendiri, dapat menumbuhan rasa mempunyai atas bangsa dan negara dan dapat mempertahankannya dari berbagai macam yang menyerang persatuan negara.

3. Pemikiran positif

Di tengah maraknya pemikiran negatif dan bibit perpecahan saat ini, maka diperlukan untuk menyebarkan pemikiran positif. Dengan mengajak orang lain untuk berpikir positif, kita dapat menghindari perpecahan dan menjaga persatuan.

4. Menghindari Pemberitaan Palsu (hoax)

Persatuan tidak dapat terjaga apabila selalu termakan berita palsu. Berita palsu dapat menimbulkan rasa tidak percaya antaranak bangsa. Oleh sebab itu, coba bagi seluruh rakyat Indonesia teliti,

Dan ceramat agar terhindar dari berita palsu atau berita hoaks dari permainan kata dan permainan teknologi dengan memperdalam ilmu tentang hal demikian.

5. Mencintai Produk Dalam Negeri 

Mencintai produk dalam negeri dapat menumbuhkan rasa mencintai dan memiliki negeri ini sehingga kelak jika ada ancaman yang menyerang keutuhan negara kita, kita dapat menangkalnya.

Demikianlah informasi mengenai Bagaimana menjaga komitment persatuan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua agar mampu mengetahui dan memahami tata cara atau langkah-langkah dalam menjaga persatuan yang ada di negara kita yang diperjuangan dengan darah hingga bergelimang sejarah menuliskan hal itu.

Olehnya itu, bagi kita warga negara untuk terus menjaga toleransi, menghargai dan menghormati sesama warga negara Indonesia dan sesama manusia. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *