Arti Teori Pertukaran dan Pilihan Rasional (Exchange and Rational Choice)


Teori ini pada awalnya dikembangkan oleh Homans (1974) dengan konsep social behaviorism, dengan prinsip maximization of utility dan diminishing marginal utility (dipinjam dari konsep-konsep Ilmu Ekonomi), serta hubungan antara stimuli dengan respon (dipinjam dari konsep-konsep psikologi).

Homans menemukan bahwa semakin manusia itu diberikan penghargaan di dalam melakukan sesuatu, maka semakin solid perilaku tersebut terbangun secara berpola. Teori ini kemudian lebih dikembangkan oleh Coleman (1990), bahwa dengan konsep utilitarian, setiap masyarakat akan memaksimalkan manfaat, dengan perhitungan secara rasional, sehingga sering melanggar norma.

Menurut Social Exchange Theory, faktor utama yang menentukan perilaku manusia adalah motivasi terhadap benefit (manfaat) atau value (nilai) yang akan diterima dari perilakunya tersebut. Benefit tersebut bukan hanya dalam bentuk ekonomi, melainkan juga bentuk-bentuk lainnya seperti pujian, perhatian, tepuk tangan, senyuman, dan sebagai- nya. Ada tiga asumsi pokok dalam Social Exchange Theory, yaitu sebagai berikut (Stebbian, 1990):

  1. Manusia bertindak dalam usaha mendapatkan benefit. Dalam kaitan ini, manusia diasumsikan sebagai mahluk yang rasional.
  2. Semua benefit, apapun bentuknya, mengikuti prinsip saturasi (kejenuhan). Semakin banyak seseorang mendapat benefit yang sama, maka nilai kepuasan per unit benefit akan berkurang, sampai akhirnya terjadi kejenuhan, di mana benefit tersebut tidak dirasakan lagi.
  3. Benefit hanya bisa didapatkan dalam interaksi, apabila kedua belah pihak saling memberikan benefit pada pihak lain. Untuk dapat memberikan benefit, maka masing-masing pihak harus mempunyai sumber daya (resources).

Emerson (1981) melihat adanya perbedaan yang mendasar antara pertukaran sosial dalam sosiologi dengan pertukaran dalam ekonomi mikro. Dalam pertukaran sosial (sosiologis), hubungan pertukaran terjadi dalam waktu panjang, dan nilai (benefit) pertukaran bukan semata-mata terletak pada ‘benda’ yang dipertukarkan, melainkan jauh melampaui batas pertukaran benda tersebut. Sebaliknya pertukaran dalam ekonomi mikro terjadi sesaat, independent, dan hubungan antarpihak segera berhenti setelah benefit tertukarkan.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Arti Teori Pertukaran dan Pilihan Rasional (Exchange and Rational Choice). Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Daftar Pustaka/Referensi:

Pitana, I Gede. 2005. Sosiologi Pariwisata: Kajian Sosiologis terhadap struktur, sistem, dan dampak-dampak pariwisata. Ed. I. Yogyakarta: ANDI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *