Arti Historia Magistra Vitae? Ini Pengertiannya


Pengertian Historia Magistra Vitae Adalah – Sebagian orang menganggap bahwa sejarah sesuatu hal yang tidak berguna. Sejarah adalah masa lalu yang harus ditinggalkan karena tidak bermanfaat. Hal ini bisa dilihat dari cara pandang yang selalu sinis dan untuk dilupakan. Orang ini dianggap sebagai tuna-sejarah (ahistory). Mereka dianggap dengan mudah melupakan masa lalunya, bahkan tidak menghargai jejak peninggalan masa lalu dalam banyak bentuk.

Bisa kita saksikan secara terang-terangan bagaimana mereka tidak sedikitpun menghargai berbagai peninggalan sejarah yang sangat berguna bagi sejarah yang tekstual itu didapatkan wujudnya dikehidupan nyata walaupun hanya menjadi sebagai pengingat. Dengan banyaknya pembangunan dan kemajuan, banyak peninggalan sejarah yang dibiarkan begitu saja dan bahkan dihancurkan untuk kepentingan segelintir orang. Hilangnya artefak itu bisa dikatakan bahwa jejak sejarah juga akan hilang. Alhasil sejarah tersebut dari waktu ke waktu akan lenyap dan hilang sebab tak ada benda yang mampu merefleksikan ingatan mereka.

Padahal dengan mengingat masa lalu, maka setiap orang dapat berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan. Dengan mengingat masa lalu, seseorang dapat untuk mencari jalan baru, tidak seperti yang pernah dilakukan pendahulunya. Dengan mengingat masa lalu, setiap orang bisa untuk mengenang perjuangan para pendahulunya untuk menjadi pemantik semangat mereka.

Pentingnya sejarah bagi setiap orang terlebih bagi rakyat Indonesia telah di wasiatkan oleh presiden dan sang revolusioner Indonesia yakni Soekarno. Soekarno mengatakan bahwa “Jasmerah” artinya jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sedangkan untuk filsuf dan negarawan menghargai sejarah dengan menyebut “Historia magistra vitae”. Sejalan akan hal itu, pada kali ini penulis akan membahas mengenai arti dari “historia magistra vitae” yakni:



Pengertian Historia Magistra Vitae

Secara umum, yang dimaksud dengan “Historia Magistra Vitae” ialah “Sejarah Bagi Guru Kehidupan“. Kata ini dibuat oleh pemikir negarawan dan filsuf zaman klasik, Marcus Tullius Cicero (106-43 SM) yang setelah kata Historia Magistra Vitae dilanjutkan dengan dua kata lagi yaitu “Nuntia Vetustatis” yang artinya “pesan dari masa silam”. Jadi lengkapnya adalah Historia Magistra Vitae, Nuntia Vetustatis yang artinya “Sejarah adalah guru kehidupan dan pesan dari masa silam”. Melalui hal inilah juga arti dan maksud dari Cicero tentang pengertian ilmu sejarah menurutnya.



Marcus Tullius Cicero ini adalah orator, anggota senat, ahli hukum dan filsuf yang hidup di masa Republik Roma (106-43 SM). Ia menegaskan hikmah tentang peradaban bahwa apa yang dikatakannya adalah tidak ada ke-kini-an tanpa ke-lampau-an, dimana kedua era tersebut tidak bisa dipisahkan dalam proses sejarah kehidupan.



Ilustrasi Marcus Tullius Cicero (Foto: Artikelsiana.com)
Ilustrasi Marcus Tullius Cicero (Foto: Artikelsiana.com)

 

Terbentuknya suatu bangsa yang baru contoh Indonesia, mempunyai peranan penting dalam merumuskan keberadaannya. Tanpa berlandaskan sejarah sebagai simbol budaya yang mempersatukan, bangsa Indonesia pasti akan kesulitan dalam merumuskan identitasnya, dan akan mudah tercerai berai.

Itulah mengapa dikatakan bahwa sejarah berfungsi sebagai alat peneguh yang penting bagi tegaknya suatu bangsa yang sedang dalam proses menjadi apa yang dikenal hingga saat ini. Selain itu ada yang menyebutkan bahwa sejarah dipandang sebagai karya seni. Maksud dari hal ini adalah bahwa dalam penulisan suatu peristiwa sejarah erat dengan kaidah dan keindahan bahasa. Itulah mengapa dalam penulisan sejarah dibutuhkan orang yang ahli di bidangnya.

Ruang Lingkup Sejarah 

Secara praktis terdapat empat ruang lingkup sejarah yaitu sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Arti dari ruang lingkup sejarah ini adalah:

    1. Sejarah sebagai Peristiwa adalah kejadian pada masa lampau dan tidak dapat terulang kembali.
    2. Sejarah sebagai Kisah yakni sebuah cerita dalam berbagai bentuk, baik narasi maupun tafsiran dari suatu peristiwa sejarah.
    3. Sejarah sebagai Ilmu yakni suatu peristiwa dan cerita yang terjadi di dalam masyarakat pada masa lampau disusun secara sistematis.
    4. Sejarah sebagai Seni adalah seorang sejarawan membutuhkan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa dalam menulis sejarah.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Arti Historia Magistra Vitae? Ini Pengertiannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *