Apa Yang Harus Dilakukan Apabila Tidak Melaksanakan Salat Jumat Karena Berhalangan


Allah menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya melalui petunjuknya dalam Agama. Agama Islam adalah agama yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada ummatnya.

Agama islam adalah agama yang mengandung ajaran patuh kepada Allah, beribadah dan memuja Allah semata-mata. Tujuannya agar manusia dapat selamat didunia dan akhirat, jasmani dan rohani, pribadi dan masyarakat. Islam mempunyai ajaran pokok dan peraturan yang menuntun umat muslim.

Salah satu kewajian umat muslim adalah melaksanakan shalat, karena shalat menempati posisi penting yang tidak bisa digantikan oleh ibadah apapun juga, shalat merupakan tiang agama yang tidak akan dapat tegak kecuali dengan melaksanakan shalat.

Apalagi shalat yang pertama kali diwajibkan dengan sebuah proses menakjubkan dimana disampaikan langsung oleh Allah melalui dialog dengan Rasul-Nya pada malam Isra’ Mi’raj. Ibadah shalat terbagi 2 yaitu shalat fardhu dan shalat sunnah.

Shalat fardhu hukumnya wajib bagi muslim yang sudah baligh (sampai umur), baik yang laki-laki dan perempuan; baik yang kecil dan yang sudah tua. Tata cara pelaksanaan Shalat fardhu baik laki-laki dan perempuan sama saja serta jumlahnya.

Namun ada satu shalat yang mendapat pengecualian yaitu shalat zuhur pada hari jumat atau disebut shalat Jum’at. Shalat Jum’at disyari’atkan sebagai salah satu keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini, yakni umat yang diberi petunjuk untuk mendapatkan kemuliaan pada hari Jum’at.

Shalat Jum’at difardhukan di Mekkah sebelum hijrah. Hanya saja belum sempat didirikan di sana, karena kekuatan kaum muslimin masih lemah dan tidak mampu berhimpun mendirikannya di waktu itu.

Adapun orang yang pertama sekali menghimpun jamaah untuk melakukan shalat Jum’at di Madinah, sebelum Nabi Muhammad berhijrah kesana adalah As’ad bin Zarrarah RA. Shalat Jum’at hukumnya fardhu ‘ain bagi tiap-tiap orang Muslim laki-laki, mukalaf, sehat (jasmani dan rohani), dan bermukim disuatu tempat (bukan orang sedang musafir).

Shalat Jum’at adalah shalat wajib 2 raka’at yang dilaksanakan dengan berjama’ah diwaktu Zuhur dengan didahului oleh dua khotbah. Shalat jumat mempunyai keutamaan yang luar biasa sebab amal yang sangat diridhai oleh Allah SWT dan jika dilaksanakan dengan sempurna, maka ia menjadi tebusan bagi pelakunya.

Pentingnya shalat Jumat karena menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan selama jangka waktu sepuluh hari. Begitu besar kasih sayang Allah sehingga melalui satu amal ibadah ini, Allah akan mengabaikan dan memaafkan banyak sekali dosa yang telah dilakukan seseorang.

Sangatlah penting bagi kaum Muslim untuk melaksanakan shalat Jum’at dengan sangat sungguh-sungguh. Pelaksanaan shalat Jum’at yang sempurna mendatangkan banyak sekali kebaikan dan ampunan dari Allah. Selain itu, kemalasan melaksanakan shalat Jum’at menyebabkan hati seseorang ditutup oleh Allah.

Namun bagaimana ketika seseorang berhalangan yang membuat dirinya tidak melaksanakan shalat jumat, apa yang harus dilakukannya. Memang pertanyaan ini juga banyak disampaikan oleh nitizen. Olehnya itu pada kali ini penulis akan membahasnya dibawah ini:

Apa Yang Harus Dilakukan Apabila Tidak Melaksanakan Salat Jumat Karena Berhalangan

Berdasarkan dari penjelasan diatas dan dari berbagai sumber yang dapat penulis himpun menjelaskan bahwa jawaban dari apa yang harus dilakukan apabila tidak melaksanakan shalat jumat karena berhalangan adalah:

Apabila perhalangan karena dalam perjalanan yang tidak bisa dihentingkan maka bisa diganti dengan shalat duhur, dan apabila tidak shalat Jumat karena udzur, sakit atau safar, atau sebab lainnya, dia wajib melaksanakan shalat zuhur.

Pembahasannnya

Dalil hal ini adalah keterangan sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,

مَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ فَقَدْ أَدْرَكَ الْجُمُعَةَ، وَمَنْ لَمْ يُدْرِكِ الرَّكْعَةَ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا

Siapa yang mendapatkan satu rakaat (bersama imam Jumat) maka dia mendapatkan Jumatan. Dan siapa yang tidak mendapatkan rakaat imam maka dia harus shalat zuhur.” (HR. Abdurrazaq dalam Mushannaf 5477)

Dalam riwayat lain, dari jalur Hubairah bin Yarim, Ibnu Mas’ud mengatakan,

مَنْ فَاتَتْهُ الرَّكْعَةُ الْآخِرَةُ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا

Siapa yang ketinggalan rakaat terakhir (shalat Jumat) dia harus shalat empat rakaat.” (HR. Abdurrazaq dalam Mushannaf 5479)

Kemudian dalam riwayat Abdullah bin Ma’dan dari neneknya, beliau menceritakan bahwa Abdullah bin Mas’ud pernah memberikan nasehat kepada kami (para wanita),

Apabila kalian pada hari Jumat ikut shalat bersama imam (Jumatan) maka shalatlah sebagaimana shalatnya imam (2 rakaat). Dan jika kalian shalat di rumah, shalatlah empat rakaat.” (HR. Ibn Abi Syaibah 5154 dan Abdurrazaq dalam Mushanaf 5273).

At-Turmudzi mengatakan

وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ، قَالُوا: مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الجُمُعَةِ صَلَّى إِلَيْهَا أُخْرَى، وَمَنْ أَدْرَكَهُمْ جُلُوسًا صَلَّى أَرْبَعًا

Demikianlah yang dipraktekkan kebanyakan para ulama di kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Mereka mengatakan, ‘Siapa yang menjumpai satu rakaat shalat Jumat maka dia tambahkan satu rakaat lagi. Dan siapa yang menjumpai jamaah Jumatan telah duduk (tasyahud) maka dia harus shalat 4 rakaat.’ (Jami’ at-Turmudzi, 2:402).

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Apa Yang Harus Dilakukan Apabila Tidak Melaksanakan Salat Jumat Karena Berhalangan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *