Apa Yang Dimaksud Dengan Stratifikasi Sosial? Ini Arti & Fungsinya


Pengertian Stratifikasi Sosial – Dalam kehidupan ini, setiap manusia mempunyai perbedaan yang melekat dari setiap orang. Hal itu bisa disaksikan dalam masyarakat yang sangat beragam bahkan sekalipun homogen, terdapat perbedaan didalamnya.

Perbedaan itu bisa terjadi karena pendidikan, karena ekonomi, karena status sosial dan karena kekuasaan. Semua hal itu menjadi faktor yang menghadirkan perbedaan dalam masyarakat. Beberapa dari hal yang dimiliki tersebut mempunyai penghargaan terhadap nilai tertentu yang bersangkutan.

Dengan adanya penghargaan itulah maka muncullah apa yang dikenal dengan stratifikasi sosial dalam masyarakat. Dengan berjalannya waktu dan semakin menyebar membuat stratifikasi sosial dikenal oleh masyarakat.

Stratifikasi sosial ini pada dasarnya berfungsi untuk menyeimbangkan pembagian hak dan kewajiban serta tanggung jawab dalam pembagian nilai sosial dan pengaruhnya dalam masyarakat. Akan tetapi, ternyata seiring berjalannya waktu apa yang terjadi dalam istilah stratifikasi sosial ini menjadi konotasi yang buruk di masyarakat.



Sebagian orang bahkan dengan sengaja menyalahgunaan stratifikasi sosial ini sebagai ajang dalam mencapai kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Di pihak mereka berpendapat bahwa masyarakat yang tidak mengejar kekuasaan adalah orang yang membuat kesenjangan sosial, padahal mereka itulah yang memberikan kesenjangan sosial terjadi. Berdasarkan dari hal tersebut, maka pada kali ini penulis akan meluruskan mengenai apa yang dimaksud dengan stratifikasi sosial yang sebenarnya. Adapun penjelasan tersebut yakni:



Pengertian Stratifikasi Sosial Adalah

Secara etimologi, yang dimaksud dengan istilah stratifikasi berasal dari 2 kata yaitu “strata” dan “stratatum” yang artinya adalah lapisan. Itulah mengapa sehingga arti dari stratifikasi sosial adalah pelapisan masyarakat. Orang-orang yang termasuk dalam stratifikasi sosial adalah individu yang memiliki kedudukan atau status yang menurut pendapat dari masyarakat.



Sedangkan secara umum, yang dimaksud dengan pengertian Stratifikasi sosial adalah sistem pembedaan individu atau kelompok dalam masyarakat, yang menempatkannya pada kelas-kelas sosial yang berbeda-beda secara hierarki dan memberikan hak serta kewajiban yang berbeda-beda pula antara individu pada suatu lapisan dengan lapisan lainnya.

Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial ini berbicara soal penguasaan sumber-sumber sosial. Sumber sosial adalah sesuatu yang berharga oleh masyarakat. Menurut para ahli dalam hal ini Pitirin A Sorokin yang mengatakan bahwa stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk kedalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hierarkhis).

Perwujudanya adalah adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah. Menurut Sorokin, dasar dan inti dari lapisan-lapisan dalam masyarakat adalah tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak-hak dan kewajiban-kewajiban, dan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengarahannya diantara anggota masyarakat.

Bentuk-bentuk stratifikasi sosial pada dasarnya memiliki banyak bentuk yang pada umumnya adalah stratifikasi ekonomi, politik, dan stratifikasi sosial. Untuk stratifikasi ekonomi bisa dilihat dari pendapatan, kekayaan, dan pekerjaan.

Sedangkan untuk Stratifikasi sosial berdasarkan dari status atau kedudukan seseorang dalam masyarakat misalnya dalam pendidikan yang dimana menyebutkan bahwa setiap orang yang berprestasi dan pintar apabila ia mampu naik tingkat dari SD, SMP, SMA, S1, S2, S3 dan seterusnya. Selain itu untuk stratifikasi politik ini yang menjadi tolak ukuran pembedanya terletak pada kekuasaannya.

Fungsi Stratifikasi Sosial Adalah

Pada dasarnya stratifikasi sosial terbagi atas dua yaitu sebagai sistem distribusi dan pola tindakan sosial. Selain itu, stratifikasi sosial juga dapat berfungsi dengan:

    1. Penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan, seperti tingkah laku, cara berpakaian dan bentuk rumah.
    2. Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif, seperti menentukan penghasilan, tingkat kekayaan, keselamatan dan wewenang pada jabatan/pangkat/ kedudukan seseorang.
    3. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan.
    4. Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok, yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat.
    5. Sistem pertanggaan (tingkatan) pada strata yang diciptakan masyarakat yang menyangkut prestise dan penghargaan, misalnya pada seseorang yang menerima anugerah penghargaan/gelar/kebangsawanan, dan sebagainya.
    6. Kriteria sistem pertentangan, yaitu apakah didapat melalui kualitas pribadi, keanggotaan kelompok, kerabat tertentu, kepemilikan, wewenang atau kekuasaan.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Apa Yang Dimaksud Dengan Stratifikasi Sosial? Ini Arti & Bentuk-Bentuknya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *