Apa Pengertian Kepemimpinan Partisipatif? Ini Jawaban & Ciri-Cirinya


Pengertian Kepemimpinan Partisipatif – Dalam dunia ini manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Dengan bantuan tersebut, mereka dapat menjalani hidup ini dengan teratur. Sebab setiap orang terkadang tak mampu untuk memimpin dirinya sendiri, sehingga itulah mengapa mereka membutuhkan orang lain. Dalam dunia organisasi terdapat struktur yang mempatenkan orang-orang yang mengatur tersebut yang dikenal dengan ketua atau pemimpin.

Pada dasarnya, setiap jabatan pemimpin tersebut membuat tugas dan struktur yang begitu kompleks untuk bagaimana caranya mengatur para anggotanya agar bergerak sebagaimana visi dan misi organisasi. Melalui hal itu, terkadang pimpinan menggunakan berbagai cara dalam mengatur para anggotanya, dengan perubahan tingkah laku, sikap dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi dia berada dan seperti apa yang harus dihadapi.

Dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kajian mengenai kepemimpinan terus berkembang luas hingga memunculkan berbagai macam teori-teori dan tipe atau jenis-jenis kepemimpinan yang bisa menjadi rujukan setiap orang untuk mempraktekkannya dalam dunia kerja atau dalam dunia organisasi seperti di mahasiswa. Salah satu tipe atau jenis kepemimpinan yang menjadi topik pembahasan kali ini adalah tipe kepemimpinan partisipatif. Sejalan dengan hal itu, seperti apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan partisipatif?

Pengertian Kepemimpinan Partisipatif Adalah?

Secara umum yang dimaksud dengan pengertian kepemimpinan partisipatif adalah gaya kepemimpinan yang mempersamakan kekuatan dan sharing untuk memecahkan masalah dan bahkan berkonsultasi dengan bawahan sebelum membuat keputusan.



Dalam kepemimpinan partisipatif, memakai prosedur yang ada dalam membuat keputusan dan memperbolehkan orang lain untuk memberikan pengaruh terhadap apa yang menjadi keputusan pemimpin. Istilah yang menjelaskan tentang perilaku dari kepemimpinan partisipatif adalah konsultasi, pembuatan keputusan bersama, pembagian kekuasaan, desentralisasi, dan manajemen demokratis.



Kepemimpinan partisipatif bisa dipandang sebagai jenis perilaku yang beda, walaupun dipakai secara bersama dengan tugas khusus dan perilaku yang berhubungan. Walaupun demikian ternyata sikap kepemimpinan partisipatif ini justru dianggap sebagai sesuatu yang boleh dikatakan “pura-pura belaka”. Mengapa demikian?.



Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Vroom dan Yetton (1977) dalam Yukl (2002). Menurutnya bahwa saat seseorang manajer mengumpulkan ide dan saran kepada karyawannya, tapi terkadang mengabaikan saat membuat keputusan dan bahkan saat meminta bawahan membuat keputusan, pihak manajer melakukan berbagai cara agar karyawan lebih memilih dan mengikuti keputusan manajer walaupun hal itu justru jauh dari apa yang disukai oleh karyawan.

Tapi tetap saja, kepemimpinan partisipatif tetap memberikan manfaat potensi, tapi keberadaannya lagi-lagi bergantung dari sejauh mana partisipan itu. Sebab semakin banyak pengaruh yang dimiliki oleh partisipan maka semakin banyak pula aspek keputusan yang akan dipengaruhinya. Manfaat dalam melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan, biasanya akan membuahkan hasil yang baik. Dengan kerja sama, berbagi pengetahuan, saling percaya dan mempunyai tujuan sama maka akan membuat kualitas keputusan yang didapatkan akan semakin baik.

Apabila tidak, maka kelompok organisasi atau instansi tersebut akan terjebak pada kompromi-kompromi jelek yang akhirnya memakan waktu yang sangat lama untuk mengambil keputusan. Demikianlah yang menjadi rangkuman singkat tentang kepemimpinan partisipatif, yang bisa menjadi referensi dalam mengenai seperti apakah itu kepemimpinan partisipatif. Atau bisa melihat ciri-ciri kepemimpinan partisipatif sebagaimana yang ada di bawah ini:

Ciri-Ciri Kepemimpinan Partisipatif Adalah

Adapun ciri-ciri gaya kepemimpinan partisipatif diketahui terdiri atas 9 ciri yaitu:

    1. Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan
    2. Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran, pertimbangan atau pendapat
    3. Pimpinan memperhatikan dalam bersikap dan bertindak, adanya saling percaya, saling menghormati
    4. Tugas-tugas kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan dari pada intruksi
    5. Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahan dilakukan secara wajar
    6. Prakarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan
    7. Keputusan dan kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
    8. Wewenang pemimpin tidak mutlak
    9. Komunikasi berlangsung secara timbal balik, baik yang terjadi antara pimpinan dan bawahan maupun sesama bawahan

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Apa Pengertian Kepemimpinan Partisipatif? Ini Jawaban & Ciri-Cirinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-teman. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *