Apa Hubungan Ulat dengan Kain Sutra? Ini Jawabannya


Hubungan Ulat dengan Kain Sutra – Indonesia adalah negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dengan beragam suku dan budaya di tiap-tiap daerah. Dari tiap-tiap daerah di Indonesia mewariskan berbagai warisan budaya yang berbeda, misalnya warisan budaya lagu, tari, kuliner hingga budaya kain.

Hingga saat ini ada begitu banyak warisan kebudayaan di Indonesia yang diakui dunia, dan tidak jarang membuat kita bangga menjadi bangsa yang memiliki banyak warisan budaya. Contohnya, Candi Borobudur, Pulau Komodo, angklung, dan batik.

Warisan budaya kain yang diakui oleh UNESCO untuk saat ini adalah batik saja. Tidak banyak orang yang tahu bahwa Indonesia juga memiliki tenun, songket, lurik, ulos, dan lain-lain sebagai warisan budaya kain tradisional khas Indonesia.

Jika ditelusuri lebih jauh, berbagai daerah-daerah di Indonesia sudah mengenal teknik menenun sejak jaman dahulu kala. Di tiap daerah di Indonesia memiliki teknik menenun yang berbeda. Mulai dari teknik pemilihan benang, pewarnaan dan motif.



Sulawesi merupakan pulau besar di tengah-tengah Indonesia sehingga menjadi tempat perdagangan dari Barat Indonesia dan timur Indonesia.



Apa itu Kain Sutera?

Kain tenun sutera Sulawesi, khususnya dari Sulawesi Selatan diyakini berasal dari para pedagang luar Indonesia di masa lampau yang datang untuk berdagang. Penggunaan sutera dalam pembuatan kain tenun sutera Sulawesi dibawa oleh para pedagang Cina yang datang ke Indonesia untuk berdagang.



Kain sutra adalah kain yang terkenal bagus untuk membuat pakaian. Hal itu sehingga banyak dari kain sutra dipakai untuk pakaian acara resmi. Tentu saja dari tampilannya mempunyai tekstur lembut mulus dan berkilau.

Diketahui kilau pada kain sutra bisa terjadi diketahui asal muasalnya dari struktur yang menyerupai prisma segitiga yang terdapat dalam serat kain sehingga kain sutra bisa membiaskan cahaya dari berbagai sudut.

Berdasarkan sejarah, jenis kain ini telah ditemukan pada abad ke-27 SM. Temuan kain sutera ini terjadi pada kekaisaran Huang Ti (Yellow Emperor), sekitar tahu 2687-2597 SM. Pada masa itu, permaisuri kerajaan bernama Leizu, selalu memperhatikan kepompong yang berasal dari pohon mulberry.

Tanpa disengaja, sang permaisuri menjatuhkan kepompong tersebut di cangkir teh miliknya. Saat hendak mengambil kepompong tersebut, permaisuri itu memperhatikan kepompong tersebut. Ternyata kepompong itu berubah menjadi helaian-helaian benang yang halus dan panjang.

Kemudian sang permai suri memberi instruksi supaya kepompong ini dibuat menjadi kain, dari sinilah awal ditemukannya kain sutra. Serat yang dihasilkan oleh kepompong larva ulat sutra murbei diolah menjadi kain dengan ditenun. Contohnya pada kain tenun sengkang (Makassar, Sulawesi Selatan, kain tenun ulos (Sumatera Utara), dan kain tenun rangrang (Nusa Tenggara Barat).

Serat untuk membuat kain sutra ini biasanya diperoleh dari ulat sutra murbei yang diternak dan ada juga dari serat sutra liar. Tetapi, serat sutra liar sangat kecil diolah dan ditenun sehingga menghasilkan kain tenun.

Hubungan Ulat dengan Kain Sutra Adalah?

Apa Hubungan Ulat dengan Kain Sutra? Ini Jawabannya (Foto: Artikelsiana.com)
Apa Hubungan Ulat dengan Kain Sutra? Ini Jawabannya (Foto: Artikelsiana.com)

Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pertanyaan seputar “apa hubungan ulat dengan kain sutra” yang menjadi topik pada kali ini adalah:

Hubungan ulat dengan kain sutra adalah ulat menghasilkan serat yang digunakan sebagai bahan pembuatan kain sutra. Ulat menghasilkan serat protein alami yang berasal dari kepompong larva ulat sutra murbei.

Kain Tenun Sengkang

Misalnya saja kain tenun sengkang yang diketahui menggunakan bahan dasar kepompon dari ulat sutra. Cara pembuatan kain tenun sengkang dilakukan secara manual oleh tenaga manusia.

Itulah mengapa kait sutra asal sengkang menjadi keunikan dan kekhasan tersendiri dan memiliki harga yang mahal. Dari tahap pemintalan dan pewarnaan sampai diubah menjadi bahan dasar kait sutera.

Sutra merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum didapat dari kepompong yang dihasilkan dari larva sutra murbei yang diternak.

Sutra memiliki serat yang mulus lembuat akan tetapi tidak licin. Untuk menghasilkan sutra yang baik diperlukan ulat yang sehat serta bahan makanan yang mendukung yakni berupa aun murbai.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Apa Hubungan Ulat dengan Kain Sutra? Ini Jawabannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *