Apa Fungsi Komunikasi Politik Adalah? Ini Jawabannya


Berbicara soal komunikasi politik tidaklah cukup dengan menggabungkan kedua kata yang berasal dari komunikasi dan politik. Sebab jauh dari pada itu, komunikasi politik mempunyai konsep yang tidaklah sesederhana yang dibayangkan.

Mengapa demikian? Pasalnya kedua kata ini antara komunikasi dan politik merupakan ilmu pengetahuan yang terdiri dari dua wilayah yang masing-masingnya berdiri sendiri. Tapi, karena mempunyai kesamaan yakni manusia sebagai objek materilnya, sehingga keduanya menjadi pembahasan yang menarik bagi setiap orang.

Dalam praktiknya di kehidupan sehari-hari, komunikasi politik biasa di lakukan oleh setiap orang baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja. Sebab pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang berkomunikasi, dan apalagi sistem yang menuntut untuk adanya pengaturan dari berbagai aktivitas manusia dan kinerja dari setiap lembaga, maka komunikasi politik dituntut untuk bekerja sebagaimana fungsinya.

Misalnya saja tentang penilaian dan analisis mengenai kenaikan BBM yang dilakukan oleh pemerintah telah melalui komunikasi politik sehingga mendapat persetujuan DPR. Apalagi pada masa-masa pemilu atau pesta demokrasi, ada banyak proses komunikasi politik yang terjadi. Baik itu pada saat Pileg, Pilpres, dan Pilkada di Indonesia sejumlah media baik itu dari media cetak, elektronik dan media baru beramai-ramai membicarakan soal politik.



Bukti adanya komunikasi politik ialah datanglah ke warkop dan lihat berbagai pembicaraan mereka, tidaklah jauh dari proses politik yang ada. Namun apakah ia bahwa setiap pembicaraan politik adalah komunikasi politik dan lantas apasih yang dibicarakan dalam komunikasi politik?. Persoalan tersebut akan dijawab secara ringkas dalam item yang berjudul Apa Yang Dimaksud Komunikasi Politik dibawah ini:



Apa Yang Dimaksud Komunikasi Politik?

Secara umum, yang dimaksud dengan pengertian komunikasi politik adalah politik sebagai pesan-pesan komunikasi yang bagaimana politik yang berkaitan dengan pengaruh, kekuasaan, kewenangan, nilai, ideologi, kebijakan umum, distribusi kekuasaan menjadi pesan yang disampaikan secara sirkular dari pengirim (komunikator politik) kepada penerima (komunikan), audiens atau khalayak politik.



Komunikasi politik tanpa tindakan yang jelas sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun seperti mahasiswa, dosen, pedagang sayur, tukang ojek, penjaga warung dan seterusnya. Padahal, komunikasi politik itu tidaklah seperti itu, komunikasi politik itu melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik yang berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan dan kebijakan pemerintah.

Sedangkan apa yang disampaikan oleh Astrid S. Susanto, Phd, dalam bukunya “Komunikasi Sosial di Indonesia” menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Komunikasi Politik adalah komunikasi yang diarahkan kepada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa, sehingga masalah yang dibahas oleh jenis kegiatan komunikasi ini dapat mengikat semua warganya melalui suatu sanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga-lembaga politik.

Lalu untuk tujuan komunikasi politik dalam hal ini seperti yang disampaikan oleh Harold D Laswell (1948) bahwa tujuan komunikasi politik adalah masa depan dan bersifat mengantisipasi serta berhubungan dengan masa lampau dan senantiasa memperhatikan kejadian masa lalu.

Fungsi Komunikasi Politik Adalah

Berdasarkan penjelasan diatas, maka adapun yang dimaksud dengan fungsi komunikasi politik merujuk pada pendapat Mc. Nair dan Hedebro (2007:40-41) bahwa fungsi komunikasi politik adalah:

    1. Pemberi informasi kepada masyarakat tentang apa yang dilakukan lembaga politik maupun dalam hubungan dengan pemerintahan dan masyarakat.
    2. Sebagai ajang sosialisasi tentang kebijakan, program, dan tujuan lembaga politik.
    3. Menjadi platform yang bisa menampung ide-ide masyarakat, sehingga menjadi bahan pembicaraan dalam bentuk opini publik.
    4. Menciptakan iklim perubahan dengan mengubah struktur kekuasaan melalui informasi untuk mencari dukungan masyarakat luas terhadap gerakan reformasi dan demokratisasi.
    5. Memberi motivasi kepada politisi, fungsionaris, dan para pendukung partai.
    6. Memupuk integrasi dengan mempertinggi rasa kebangsaan guna menghindari konflik dan ancaman berupa tindakan separatis yang mengancam persatuan nasional.
    7. Menjadi watchdog atau anjing penjaga dalam membantu terciptanya good governance yang transparansi dan akuntabilitasi.
    8. Meningkatkan aktivitas politik masyarakat melalui siaran berita, agenda setting, maupun komentar-komentar politik.
    9. Mendidik masyarakat dengan pemberian informasi, sosialisasi tentang cara-cara pemilihan umum dan penggunaan hak mereka sebagai pemberi suara.
    10. Menjadi hiburan masyarakat sebagai “pesta demokrasi” dengan menampilkan para juru kampanye, artis, dan para komentator atau pengamat politik.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Apa Fungsi Komunikasi Politik Adalah? Ini Jawabannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *