Akibat Kehancuran Kerajaan Dharmawangsa Adalah

Akibat Kehancuran Kerajaan Dharmawangsa Adalah  – Kerajaan Darmawangsa Teguh ini adalah raja terakhir kerajaan Medang yang terletak di Jawa Timur dan merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah. Kerajaan lebih populer dikenal Medang Kamulan yang diperintah Darmawangsa Teguh ini pada tahun 991-1007.

Gelar dari raja Darmawangsa Teguh adalah Sri Isana Darmawangsa Teguh Anantawikraottunggadewa. Gelar ini berdasarkan dari bukti yang ditemukan dari Prasasti Raja Jayawarsa Digwijaya Sastrprabu dan Kitab Wirataparwa. Melihat dari gelar yang didapatkan dari Darmawangsa Teguh yang terdapat unsur Isana, maka sudah bisa dipastikan bahwa Darmawangsa Teguh adalah keturunan dari Empu Sendok secara langsung (Prasati Pacangan).

Selain itu, diprediksi bahwa Darmawangsa Teguh ini adalah anak dari Makutawangsawardana dan saudara dari Mahendradatta Gunapriya Darmapatni. Darmawangsa Teguh memerintah dengan kerajaan Mataram menggantikan ayahnya sebelum berganti nama akibat karena letusan Gunung Merapi menghancurkan Kerajaan Mataram.

Sistem pemerintahan Kerajaan Medang Kamulan adalah monarki atau sistem pemerintahan kerajaan. Ada beberapa raja yang tertulis dalam sejarah kehidupan politik Kerajaan Medang Kamulan setelah pindah ke Jawa Timur. Dalam masa pemerintahan Darmawangsa Teguh, hubungan antara Sriwijaya tidaklah begitu baik. Hal itu membuat Darmawangsa Teguh menyerang kerajaan Sriwijaya. Namun serangan yang dilakukan oleh Darmawangsa Teguh itu tidak berakibat pada kerajaan Sriwijaya.

Bukti bahwa serangan Darmawangsa Teguh tidak berpengaruh sebab pada 1003 M, kerajaan Sriwijaya kembali datang dengan ke China untuk saing memberikan upeti. Hubungan dagang antara Sriwijaya terus berlanjut hingga 1178 M. Namun belum cukup disitu, masa pemerintahan Darmawangsa Teguh memilih untuk melakukan ekspedisi ke Sumatra. Hal ini dibuktikan dari Prasasti Hubung Langit (Bawang) yang terdapat di daerah Sumatra Selatan pada tahun 919 Saka (997 M) yang berbahasa Jawa Kuno.

Pada ekspedisinya pertama kali, Darmawangsa Teguh meletakkan pusat kerajaan di Madiun, lalu berpindah lagi di daerah Jombang. Setelah itu di daerah Maospati. Walaupun dikatakan juga bahwa perpindahan pusat kerajaan ini tidak memiliki sumber jelas.

Darmawangsa Teguh yang memiliki tekad yang tinggi untuk memperluas kekuasaannya sampai berada di luar pulau Jawa ternyata tidak seperti apa yang diharapkan. Pasanya, Kerajaan yang dipimpin oleh Darmawangsa Teguh harus berhadapan dengan Raja Wurawari (daerah Banjumas).

Masalah ini terjadi karena Darmawangsa Teguh menikakan putrinya dengan Airlangga. Hal itu membuat kerajaan yang dipimpin oleh Darmawangsa Teguh hancur karena mendapat serangan tak terduga dari Raja Wurawari dimana pada saat itu, Darmawangsa Teguh sedang menggelar pernikahan putrinya dengan Airlangga di Watan, ibu kota Kerajaan Medang.

Darmawangsa pun mati ditempat namun Airlangga selamat. Ia lolos ditemani pembantunya yang bernama Narotama. Sejak saat itu Airlangga menjalani kehidupan sebagai pertapa di hutan pegunungan (wonogiri).

Seperti yang dapat dilihat dari prasasti Pucangan Darmawangsa dicandikan di Wwatan, sekarang masih ada di desa Wotan di daerah kecamatan Maospati. Darmawangsa dalam masa pemerintahaannya menitik beratkan pada pola politik luar negrinya. Ketika Sriwijaya diserang oleh Darmawangsa sekitar tahun 992 yang hasilnya Sriwijaya kalah, akibatnya Sriwijaya mengadakan pembalasan atas serangan itu terhadap Darmawangsa pada tahun 1006 M dibantu oleh raja Wurawari, sehingga mengakibatkan kehancuran kerjaan Darmawangsa atau Pralaya.

Penyebab Hancurnya Kerajaan Darmawangsa Teguh

Akibat Kehancuran Kerajaan Dharmawangsa Adalah (Foto: Artikelsiana.com)
Akibat Kehancuran Kerajaan Dharmawangsa Adalah (Foto: Artikelsiana.com)

Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa yang mengakibatkan kerajaan Darmawangsa Teguh hancur dikarenakan:

  1. Kerajaan Medang yang dipimpin oleh Darmawangsa Teguh ingin menghancurkan hubungan Sriwijaya dan China
  2. Karena Darmawangsa Teguh tidak mampu menjaga keamanan dan ketertiban kota saat menggelar pernikahan putrinya.
  3. Tidak membangun hubungan baik dengan raja Wurawari.
  4. Karena hal itu sehingga raja Wurawari bersama Kerajaan Srwijaya bersama-sama menyerag Kerajaan Darmawangsa Teguh.

Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Akibat Kehancuran Kerajaan Dharmawangsa Adalah. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *